Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Summer’s Desire Episode 14 kedua

pada 16 September 2010

Ou Chen melihat rekaman video dari Xia Mo yang disiapkan untuknya. 


Dia memutar rekaman itu di ruang TV sendirian. Rekaman itu berisi rekaman kehamilan Xia Mo yang dia ambil di lokasi syuting. Terlihat Xia Mo seolah-olah meninggalkan pesan untuk bayinya. Xia Mo memperlihatkan hasil foto USG bayinya yang belum terbentuk. Ou Chen terpana menontonnya. Lalu terlihat Lou Xi datang menghampiri Xia Mo dan ikut melihat foto USG itu. Xia Mo memperkenalkan Luo Xi pada bayinya

“Bayi, ini Lou Xi, dia itu superstar loh di jaman kita”


“Bayi, ibumu juga ratu kecantikan loh di jamannya”, goda Lou Xi.

Ou Chen lalu me-rewind rekaman ke bagian foto USG dan me-pause-nya.

Ou Chen tersenyum bahagia dia mendekati layar TV dan membelai bakal bayi itu.


“Halo, ini pertama kali kita bertemu”, ungkap sang ayah memperkenalkan diri.

Di rumahnya , Lou Xi memutar CD hadiah dari Xia Mo berupa rekaman suara yang diambil Xiao Cheng. Terdengar rekaman saat Lou Xi menunggu Xia Mo di rumahnya bersama Xiao Cheng. Lou Xi sedih dan terenyuh mendengar rekaman saat dia masih berpacaran dengan Xia Mo.


Lalu datang Shen Qiang membertahukan bahwa perusahan Ou Chen mencabut tuntutan terhadap Lou Xi karena mangkir di film Zhan Qi. Namun Lou Xi yang patah hati tidak terlihat senang dengan berita gembira itu.

“Kau tidak penasaran akan apa yang terjadi”, sahut Shen Qiang “Apa, Xia Mo membelamu di depan suaminya?. Kau tidak berusaha mencari tahu?”, lanjut Shen Qiang.


“Hal-hal seperti itu sudah tidak ada lagi pengaruhnya untukku”, kata Lou Xi memelas (Rha …ayank kasian tuh patah hati)


Xia Mo ternyata membawa kucing hitam kenangannya ke rumah Ou Chen. Kucing itu dipanggil Niu Nai (milk). Suatu hari dia kehilangan jejak kucing itu di rumah Ou Chen. Rumah Ou Chen sangat besar. Nui Nai membawanya ke sebuah ruangan. Ruangan itu adalah ruangan bayi bernuansa merah dan pink. 


Xia Mo terkejut dan bahagia, dia antusias melihat semua barang-barang di sana, kereta, bayi, box bayi, baju , sepatu boneka dan segala perlengkapan dan pernak pernik bayi.


 

Xia Mo sekarang sudah banyak waktu luang, dia menghabiskan waktunya untuk mengurusi urusan rumah tangga di rumah Ou Chen. Saat sedang menyiram bunga Ou Chen menghampiri ingin membantunya.


“Aku sudah tahu salah satu rahasiamu”, kata Xia Mo. 

 

Xia Mo lalu mengajak Ou Chen ke ruangan bayi yang dia temukan. Xia Mo sangat senang.

“Tapi bagaimana klo bayi kita bukan perempuan apa kau akan memaksanya memakai sepatu warna pink?”, goda Xia Mo “Kamu lupa hal yang detail ya”


Ou Chen lalu mengajak Xia Mo ke suatu ruangan lainnya. Ruangan itu ternyata ruangna bayi yang di desain dengan warna biru, lengkap dengan segala pakaian dan pernak-pernik bayi laki-laki. Xia Mo begitu antusias.

“kapan kau sempat mendekorasi dan menyiapkan ini semua, bukannya waktumu juga habis bersamaku ?” Xia Mo bener-benar terpana.

“Aku menyempatkan di sela pekerjaanku”


“Mengapa kau ingin persiapkan secepat itu, bukannya sebentar lagi kita bisa tau apa bayi ini laki-laki atau perempuan?”, kata Xia Mo asal berkata.

Ou Chen hanya terdiam tak menjawab, dia menyimpan sesuatu hal dari Xia Mo.


 

Zhen En datang menengok Xia Mo di rumah Ou Chen. Zhen En begitu antusias setelah menonton film “Picturesque Scene” di bioskop , film yang dibintangi Xia Mo dan Luo Xi. Film itu begitu menyentuh dan menjadi pembicaraan publik. Xia Mo lalu curhat tentang Ou Chen.

“Ou Chen sering tampak tersenyum, tapi dia seperti menyembunyikan sesuatu”

“Mungkin dia masih teringat hubunganmu dengan Luo Xi, media bahkan membuat gosip kalian berdua cocok bersama lagi. Sebagai laki-laki dia mungkin cemburu”, tebak Zhen En.

 

Shen Qiang memberi berita gembira pada Lou Xi bahwa film yang mereka berdua bintangi “Prosperous Age” (yang Lou Xi sampe meledakkan diri itu)mendapat 10 nominasi termasuk sutradara terbaik, pemeran utama wanita terbaik, dan pemeran utama pria terbaik.

Lou Xi tampak tak begitu antusias dia malah bertanya

“Bagaimana dengan “Picturesque Scene” (filmnya bersama Xia Mo)?”


“Film itu kurang lebih dapat nominasi yang sama”, jawab Shen Qiang terpaksa

Lou Xi tersenyum.

Shen Qiang kecewa akan tanggapan Luo Xi “Kau bahkan sama sekali tidak memberi selamat kepadaku (dapet nominasi)” (hehe emang enak dicuekin..)

 

Xia Mo mendapat pemberitahuan dan undangan menghandiri Awards sebagai nominator pemeran utama wanita.


Xia Mo senang, dia lalu mencari Ou Chen. Ou Chen tampak sedang menulis surat. Begitu melihat Xia Mo , Ou Chen menyembunyikan tulisannya.

“Ou Chen, tanggal 5 bulan depan, kamu bisa menemaniku di malam penganugrahan? aku dapat nominasi pemeran utama wanita terbaik”, ajak Xia Mo antusias


“Maaf, namun tanggal itu aku ada sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan”, jawab Ou Chen. Xia Mo agak kecewa “Ya sudahlah, aku juga belum tentu menang”, kata Xia Mo tersenyum “Namun lain kali kau kalau ada waktu harus datang bersamaku ya”

Ou Chen mencoba tersenyum (Ou Chen mulai penuh misteri)

 

Malam penganugrahan film pun tiba. Para selebriti top hadir di red carpet. Xia Mo baru datang bersama Pan Nam ditemani Zhen En. Para wartawan langsung mengerubutinya di tempat parkir. Mereka menggosipkan Xia Mo yang mengapa tidak datang bersama Luo Xi.


Wartawati yang sinis pada Xia Mo malah bertanya lebih menusuk. Dia menduga Xia Mo diam-diam bercerai dengan Ou Chen. Xia Mo membantah

“Kalau tidak mengapa Tuan Muda mulai memisahkan kepemilikan saham-saham dan memindahkan rumah atas namamu?!”Xia Mo merasa tak mengeri apa-apa soal itu.

(sebelum Xia Mo di kerubutin wartawan, yang dikerubutin duluan si An Hui Ni. Trus saat Xia Mo dikerubutin wartawan An Hui Ni datang menghampiri Xia Mo, klo gak salah An Hui Ni memohon pada Xia Mo biar suami Xia Mo gak menghambat karir An Hui Ni, An Hui Ni menangis, Xia Mo malah memberikan An Hui Ni tisu dan memintanya untuk melap air matanya By Apni, hehe masih sedikit inget pas nonton di viki).

 

Xia Mo dan Pan Nam lalu berjalan ke red carpet.


Lalu datanglah superstar Luo Xi yang turun dari mobilnya dan disambut meriah para fans wanita. Pan Nam dan Xia Mo tersenyum ke arahnya. Xia Mo, Pan Nam dan Luo Xi berfoto bertiga. Sambil difoto Lou Xi berbisik pada Xia Mo


“Selamat kau akan dapat pemeran utama terbaik”, tebak Lou Xi. (sebelum Xia Mo masuk, dia melihat Hpnya berharap Ou Chen menghubunginya, by Apni..ini aku pake bahasa kalbu hehehe)

 

Ou Chen melihat peristiwa malam penganugrahan itu lewat televisi di rumah. Xia Mo di sana gelisah, bukan karena hasil pengumuman itu tapi dia seperti menunggu telepon dari Ou Chen.



Xia Ying Bo mengumumkan pemeran utama wanita terbaik. Dan ternyata pemenangnya adalah Xia Mo yang berhasil mengalahkan Shen Qiang dan Wen Ai. Shen Qiang memberi selamat kepada Xia Mo. Xia Mo maju ke depan. Dia juga mendapat selamat dari Pan Nam. Di dekat tangga Lou Xi sudah menunggnunya. Kamera menyorot Lou Xi dan Xia Mo. Lou Xi menunggu Xia Mo urun dan memberikan pelukan selamat pada Xia Mo. “Benar khan kataku, kau pemenangnya”, bisik Luo Xi.


Xia Mo menerima award di atas panggung, dia kemudian mengucapkan pidato kemenangan.


 

Xia Mo berkata jujur bahwa karena kematian adiknya dia sempat down. Namun kehadirannya teman-temannya membantunya bangkit dan semangat untuk hidup lebih dengan bahagia.

 

Ou Chen yang melihat di televisi sempat lega dan bangga melihat keberhasilan istrinya.


Ou Chen lalu bersiap pergi dan mematikan TVnya, dia tidak mendengar bahwa Xia Mo belum selesai bicara.

Ou Chen pergi membawa travelling bagnya dan meninggalkan surat di meja untuk Xia Mo.


Ou Chen berniat dan sudah merencanakan untuk pergi jauh meninggalkan Xia Mo, Supirnya membawanya ke bandara.

 

Di panggung, Xia Mo mendapatkan sms dari Zhen En


“Tuan muda pergi…”

Xia Mo langsung terperanjat dan tak sanggup merasa kehilangan. Dia langsung lari meninggalkan panggung. Luo Xi kaget dan tahu pasti ada sesuatu yang terjadi.

 

Ou Chen meninggalkan surat yang cukup panjang untuk Xia Mo.

“Xia Mo jika kamu membaca surat ini, aku ada dalam perjalananku menuju perancis. …Aku ingat saat pertama kali kita bertemu kau begitu berani membetangkan tanganmu menghalangi mobil kami.


Aku yang masih berusia 14 tahun sudah langsung menyukaimu. Aku rasanya ingin menyembunyikanmu saat itu takut ada seseorang yang menemukanmu.


Ketakutanku ternyata benar semakin kamu dewasa kamu semakain menarik dan ada seseorang pria yang berhasil menemukanmu (Luo Xi). Sikapmu kepadanya agak berbeda. Dan aku tidak membiarkan dia sedetik lagipun dia dekat denganmu, aku pun menyingkirkannya…Setelah 5 tahun kita tidak bertemu walau aku tidak mengingatmu, aku kembali jatuh cinta padamu dan ingin memilikimu, aku berusaha agar bisa menikah denganmu. Namun aku tak ingin berbuat kesalahan lebih banyak lagi… Tuhan rupanya masih baik padaku sehingga kita dikaruniai seorang bayi. Hal ini membuatku ragu untuk melepaskanmu. Aku tahu arti keluarga bagimu sangat berarti, dan aku tahu kau pun pasti akan berusaha tetap bersamaku demi bayi kita. Namun dalam hidup seharusnya seseorang bersama orang yang yang cintainya…”

 

Ou Chen tiba di bandara, televisi setempat sedang membahas malam penganugrahan film. Ou Chen tak sengaja mendengarkan lanjutan pidato kemenangan Xia Mo yang tadi belum sempat didengarnya


“Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada suamiku, yang selama aku jatuh 24 jam penuh selalu setia menemaniku. Jika bukan karenanya aku mungkin tidak akan cepat pulih. Terimakasih..Ou Chen..”
Ou Chen terpana dan terharu, dia tak menyangka Xia Mo sangat menghargai cintanya. Namun tekad Ou Chen untuk pergi sudah bulat. Walau berat, Dia melangkahkan kakinya menuju boarding pass.


Xia MO panik, mengetahui Ou Chen pergi. Dia buru-buru pergi ke bandara untuk mencegah Ou Chen. Xia Mo merasa tidak enak, bersalah juga takut ditinggalkan.  Xia Mo bahkan belum sempat berganti baju, dia masih memakai gaun malam panjangnya yang menutupi mata kaki dari acara penganugrahan.



Dia berlari-lari sepanjang lantai bandara, sambil melihat ke sana kemari mencari Ou Chen sambil memegang gaunnya yang menghalangi kakinya. Ou Chen belum dilihatnya juga, Xia Mo mulai putus asa sambil menengok ke kiri ke kanan. Xia MO akhirnya terdiam, dia merasa mungkin Ou Chen sudah terlanjur pergi.

 Tiba-tiba di depan pintu boading pass, Ou Chen melihat Xia Mo dari jauh.


Ou Chen sempat trenyuh dan terharu dan rasanya ingin tidak jadi pergi. Tapi tetap juga dia merasa harus pergi. Xia Mo akhirnya melangkah pergi


tapi dia merasa ada sesuatu yang terjadi dan memperhatikannya. Xia Mo lalu berbalik, dia melihat Ou Chen dan begitu lega. XIa Mo berlari menghampiri Ou Chen.
“Ou Chen jangan pergi, apa kau belum mendengar perkataanku tadi (di televisi)”, Xia Mo meohon
Ou Chen mengangguk (baru aja itu juga dengernya )
“Aku berbicara tulus dari hatiku”, kata Xia Mo
“Tapi aku tidak boleh berbuat kesalahan lagi, telah banyak kesalahan yang aku perbuat”, kata Ou Chen berkaca-kaca


“Lou Xi adalah masa lalu, dan kini aku bersamamu istrimu…Dan aku juga telah jatuh cinta padamu…”
Ou Chen terharu.
“Ijinkan aku untuk membuktikan cintaku padamu”, pinta Xia Mo
Ou Chen terharu, bahagia dan memeluk Xia Mo.


Dia lalu mencium Xia Mo. Mereka berciuman di bandara itu. Ciuman mesra mereka dengan penuh cinta pertama kalinya.
(Happy ending untuk Tuan Muda dan Xia Mo)
__________

Epilog

Xia Mo menyelenggarakan pameran lukidan karya adiknya Xiao Cheng. Xia Ying Bo, datang ke gallery. Dia terpana dan terharu melihat lukisan anaknya, Xiao Cheng yang dipamerkan di sana. Xia Mo lalu datang menghampiri.
“Aku ingin membeli lukisan ini”, kata Xia Ying Bo
“Di pameran ini tidak menjual lukisan…Tapi aku bisa memberikannya padamu”, kata Xia Mo
Ou Chen lalu datang menghampiri Xia Mo dan merangkulnya.
“Beritahu aku jika anak kalian telah lahir”


“Kami pasti akan memberitahumu”, jawab Ou chen.

Ou Chen dan Xia Mo mulai berbahagia sebagai suami istri. Suatu hari Ou Chen membawa Xia Mo yang perutnya mulai membesar untuk berjalan-jalan ke suatu tempat. Ou Chen ternyata membawa ke jalan di mana Xia MO dulu selalu melewati jalan itu saat akan pergi ke sekolah bersama adiknya.


“Nanti kita juga akan menggandeng tangan anak kita berjalan ke sekolah”, kata Ou Chen.

Pada saat yang sama, dari arah berlawanan, Lou Xi juga sedang berada di jalan itu sambil bermain gelembung bersama banyak anak kecil. Anak-anak itu mengerubungi Lou Xi yang superstar dan menyanyikan lagu Lou Xi “black cat and milk” .


Lou Xi sempat melihat mereka berdua. Mereka bertiga saling bertatapan dan tersenyum. Mereka pun masing-masing lalu berbalik, Xia Mo dan Ou Chen berjalan berdua berbahagia, sedangkan Lou Xi kembali bermain bersama anak-anak.



The End

 

Terimah Kasih buat :

http://pelangidrama.blogspot.com/

About these ads

One response to “Sinopsis Summer’s Desire Episode 14 kedua

  1. Bagus film sinopsisnya summer’s desire is very good,wkwkwkwkwk ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: