Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

[Fakta] Penjelasan China yang salah Tetang Kerajaan Goguryeo

pada 31 Mei 2011


China sekarang mencoba untuk memutar balikkan sejarahnya kembali. Menyebarluaskan pendapat yang salah, ” Goguryeo adalah sejarah China ” dan menggabungkan sejarah Goguryeo dalam peninggalan sejarah pemerintah daerahnya. Secara sederhana pemutarbalikan itu dapat dikatakan sejenis tindakan teroris terhadap sejarah. Mereka mencoba untuk merusak nilai budaya yang tinggi dan peninggalan sejarah manusia dengan nasionalisme yang vulgar. Terorisme menghancurkan nilai-nilai universal umat manusia dan terorisme budaya China adalah semacam kejahatan terhadap kemanusiaan dari sudut pandangan sejarah. Itu juga merupakan bagian dari ambisi untuk mengembangkan wilayahnya. China sekarang dengan cepat menjelma sebagai anggota yang penting dalam masyarakat dunia sesuai dengan peretumbuhan ekonominya yang luar biasa. China bisa saja berhasil memasukan Kerajaan Goguryeo kedalam sejarahnya tetapi kasus seperti ini merupakan terorisme cultural yang memalukan bagi masyakat China.

Pada sidang ke 28 dari suatu komite peninggalan budaya dunia Unesco setuju untuk memasukan monumen sejarah kerajaan Goguryeo yang terletak antara Korea Utara dan China, dalam daftar peninggalan budaya dunia. Xinhua news agency melaporkan hari Jumat bahwa Goguryeo telah berada dalam naungan bangsawan China dan dalam administrasi regional yang diterima sebagai wilayah kekuasaan dinasti China. Harian The State run juga mencatat bahwa Goguryeo sebagai peninggalan etnis minoritas China.

Peninggalan Goguryeo tersebar luas do Korea Utara dan Mancuria, Kerajaan Goguryeo yang kuat itu sudah ada semenjak abad pertama sebelum masehi dan pada abad ketujuh lalu wilayahnya meliputi bagian utara semenanjung Korea dan bagaian utara China. Pada masa jayanya Kerajaan peninggalan Korea itu bersaing dengan China untuk merebut kekuasaan di Asia Timur laut. Pada awal abad keenam dinasty Sui China memobilisir satu juta pasukan untuk menyerang Goguryeo tetapi mengalami kekalahan besar Dinasti China itu jatuh setelah perang tersebut.

China sangat menyadari kenyataan sejarah tersebut. Goguryeo secara khusus disebut sebagai kerajaan peninggalan Korea dibuku sejarah yang ditulis oleh ahli sejarah dari China. Bahkan juga China ingin disebut proyek Asia Timur Laut untuk mempelajari sejarah Manchuria saat ini. Ada beberapa pertimbangan politis dibelakang proyek tersebut. Manchuria dulu adalah wilayah pejuang kerajaan Goguryeo dengan banyaknya keberadaan kerajaan tersebut disana dan Manchuria masih mempunyai banyak masyarakat etnis Korea. Kelihatannya China punya strategi untuk menghalangi pertrumbuhan etnis tersebut di Manchuria pada masa mendatang. Etnis Korea di China dikenal sebagai entnis minoritas yang paling rajin dan punya kemampuan yang tinggi. China juga khawatir tentang kenyataan bahwa wilayah utara mungkin akan melibatkan diri dalam sejarah dan perselisihan wilayah teritorial jika kedua Korea bersatu dan membagi perbatasan dengan China.

Bagaimanapun juga hal ini tidak dapat dibenarkan sebagai sesuatu kesempatan untuk memanipulasi sejarah peninggalan purbakala. Goguryeo jatuh ke Kerajaan Silla pada akhir abad ketujuh tetapi peninggalannya telah diserahkan pada persatuan Goguryeo dan kertajaan Silla. Korea berasal dari nama dinasti Goryeo. Hampir 80 juta keturunan Goguryeo sekarang tinggal di semenanjung Korea makanya tidak benar sama sekali kalau Goguryeo adalah sejarah China. Itu seperti kita mengatakan Roma adalah merupakan sejarah Turki karena peninggalan kerajaan Roma bagian timur terletak di Turki.

Xinhua News Agency adalah harian dibawah kontrol pemerintah yang mempunyai pengaruh besar di China. Harian tersebut merupakan mewakili posisi pemerintah China yang berbeda dengan interprestasi ahli sejarah. Korea selatan akan minta keterangan pemerintah China menyangkut laporan terbaru oleh media tersebut. Pemerintah China sekarang diminta apakah bisa merubah sejarah dengan sewenang-wenang untuk pertimbangan politis belaka.

 

 

Cre:

 

http://world.kbs.co.kr/indonesian/news/news_issue_detail.htm?No=2635&id=issue

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: