Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Personal Taste – the novel – Bagian 2

pada 16 Maret 2010


Bab 4 : “Kau sudah terjebak”

Jin Ho sekarang tinggal dengan Woo Min, tapi mereka jarang bertemu karena Jin Ho lebih senang menghindari Woo Min. Jin Ho juga belum pulang ke apartemen-nya, maka Hye Yi telp dan ingin tahu mengapa ia tidak pulang. Hye Yi minum2 dan menangis dan berkata bahwa Jin Ho sangat kejam, setelah ia jauh2 datang dari Kanada hanya untuk Jin Ho.

Teman Hye Mi, Tae Hoon (diperankan oleh Im Seul Ong) mengambil alih telp Hye Mi dan dengan hormat memanggil kakak pada Jin Ho. Jin Ho berterima kasih karena Tae Hoon menjaga Hye Mi, Tae Hoon tanya dengan ragu2 apa Jin Ho benar2 akan menikahi Hye Mi. Menurut Tae Hoon, sepertinya Jin Ho tidak menyukai Hye Mi, jika ia suka dengan Hye Mi, Jin Ho akan datang dengan berlari untuk membantunya.

Jin Ho tidak tersinggung dengan pertanyaan Tae Hoon, justru membuatnya memikirkan kembali hubungannya dengan Hye Mi.

Jin Ho pulang malam hari dan menemukan Woo Min tertidur di sofa, sambil mendengarkan lagu dari musisi Jepang yang disukai juga oleh Jin Ho. Jin Ho masih merasa Woo Min itu agak aneh dan tidak mau mengakui bahwa ada kemiripan diantara mereka. Biarpung nyata2 ada beberapa hal yang mirip diantara mereka. Misalnya, saat Woo Min terbangun, dia memperlhatkan sketsa yang ia gambar untuk karakter baru di TV dan tanya pendapat Jin Ho.

Jin Ho memilih yang juga menjadi favorit Woo Min, dan saat Jin Ho memuji gambar Woo Min, Woo Min berkata ia bermimpi menjadi artis manhwa, sesuatu yang juga diinginkan Jin Ho. Tapi Jin Ho tidak mengatakan hal itu pada Woo Min, tentu saja.

Woo Min lapar, dan menyarankan agar mereka pergi ke restoran daging panggang di sekitar situ. Jin Ho mencoba menolak, tapi Woo Min berkeras. Dengan menghela nafas, Jin Ho akhirnya mau perg, meskipun ia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar pada sweater jelek yang dikenakan Woo Min, kemudian menegur dirinya sendiri mengapa ia harus pusing. Woo Min tidak tersinggung,dan dengan riang mengikuti saran Jin Ho dan ganti baju.

Jin Ho kaget, ia mengenali seorang yang penting di restoran itu. Kim Sung Han, direktur perencanaan untuk proyek pembangunan museum baru yang sedang didekati oleh tim Jin Ho.

Woo Min jadi ngaco, ia minum soju dan mulai santai, ia mulai mengeluh mengenai pria dan hal yang mereka inginkan hanyalah sex. Woo Min merangkul Jin Ho sebagai sahabat barunya, Woo Min berbicara dengan keras, dan Jin Ho sungguh sangat berharap bahwa Sung Han tidak mendengar Woo Min. Khususnya saat ia mendekati paman di dekatnya dan mulai ngobrol dan menyebut mengenai Jin Ho, tentu saja, ia beda. Jin Ho mencoba membuat diam Woo Min, tapi Woo Min berkata dalam bisikan yang keras, “Dia tidak seperti pria yang lainnya! Karena ia GAY!”

Dalam perjalanan pulang, Woo Min minta Jin Ho menggendongnya di punggung. Jin Ho menolaknya, Woo Min langsung minta maaf, “Aku minta maaf. Aku tahu punggungmu itu hanya untuk Sang Jun ya?” Dengan ngomel akhirnya Jin Ho minta Woo Min naik ke punggungnya dan mereka pulang.

Kemudian, Jin Ho keluar dari kamar dan menemukan Woo Min tidur di sofa. Jin Ho melihat sekilas ke arah wajah Woo Min dan juga kakinya. Jin Ho secara aneh merasa tertarik dan ia ingin menyentuh salah satu tumit Woo Min. Jin Ho sadar ini gila, dan ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia hanya ingin memindahkan kaki Woo Min. Tangan Jin Ho menggantung dengan kikuk, dan ia menyentuhnya…lalu Woo Min terbangun, ia heran dan grogi mengapa Jin Ho menyentuh kakinya.

Woo Min bisa menerima alasan lemah Jin Ho bahwa Woo Min terlihat tidak nyaman tidurnya, tapi Woo Min memutuskan minta tolong pada Jin Ho dan Jin Ho terjebak, ia akhirnya harus memijat kaki Woo Min.

Bab 5: “Hal-hal yang seharusnya tidak perlu diderita”
Jin Ho merasa terganggu dengan perasaan aneh-nya, ia mencoba mengabaikan semuanya, ia heran apa ia sudah tidak normal, tertarik dengan wanita yang berantakan seperti itu. Jin Ho memutuskan ini karena ia sudah lama hidup sendiri, ini bisa diperbaiki dengan pindah dan cari pacar.

Di kantor, Jin Ho meeting dengan direktur perencanaan museum, Sung Han, yang dengan menyesal mengatakan bahwa mereka sudah memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan perusahaan Jin Ho. Jin Ho teringat kejadian memalukan di museum, dan berpikir mungkin ini ada hubungannya dengan itu. Jin Ho menanyakan masalah itu dengan hati2, apa mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian semalam? Sung Han meyakinkan Jin Ho bahwa sama sekali bukan masalah itu, ia berkata President museum tiba2 memutuskan untuk menyewa tim Profesor Park (Ayah Woo Min)

Jin Ho tidak bisa menyerah begitu saja setelah semua kerja keras tim-nya selama ini yang dicurahkan untuk proyek ini, dan ia mohon agar diberi kesempatan sekali lagi. Jin Ho yakin bahwa ia sebagai pengagum Prof. Park, ia yakin dapat mendisain sesuai gaya Park dan bahkan lebih bagus daripada rekan Prof. Park, yang mungkin tidak memiliki estetika seperti Prof. Park.

Sung Han setuju untuk memberi Jin Ho kesempatan lain, dan menyalami Jin Ho. Dan kemudian berkomentar, “Tanganmu…cukup bagus.” Jin Ho tersenyum tidak tenang, dan ia segera menyudahi meeting itu. Tapi, Sung Han terus berbicara, bahkan mengundang Jin Ho untuk pergi liburan ke villa bersama beberapa rekannya. Jin Ho dengan sopan menolaknya, mungkin lain kali, dan ia bangkit untuk beranjak pergi. Tapi Sung Han berkeras mau mengajak Jin Ho makan siang hanya mereka berdua saja.

Jin Ho merasa waspada, Pastinya…Sung HAn tidak mencoba mendekatinya kan? Jin Ho mulai berkata tegas pada Sung Han, tapi Sung Han meraih tangan Jin Ho dan mengaku, “Sebenarnya, Aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Ketika aku mendengar kebenarannya kemarin, kau tak tahu betapa bahagianya aku!”

Untungnya, Sang Jun sang teman baik, membuka pintu dan menyelamatkan Jin Ho, Jin Ho berhasil melarikan diri. Sekarang ia harus menjelaskan semuanya pada Sang Jun. Sang Jun geli dan merasa ini menarik, Jadi Woo Min pikir Jin Ho adalah Gay? Jin Ho menghentikan kesenangan Sang Jun dan menambahkan, “Bukan aku saja, kau juga.”

Jin Ho merasa untuk mengakhiri kekusutan ini adalah pindah, tapi sekarang proyeknya terkait dengan rumah Woo Min. Jin Ho harus tinggal di sana untuk mempelajari rumah itu secara menyeluruh jika ia mau mendapatkan proyek ini.

Sementara itu, Woo Min menerima tiram segar dari rekan kerjanya, yang mendapat kiriman dari ibunya. Woo Min senang karena ada hal yang bisa ia bagi dengan Jin Ho, Woo Min sibuk memasak tiram dan menyiapkan hidangan. (hehehe…tiram..tiram…)

Bab 6 : “Persimpangan antara benci dan cinta”
Yup, keracunan makanan!

Paginya, di kantor, JIn Ho mulai merasa tidak enak badan. Ia menuju apotik membeli obat untuk perutnya, tapi sayangnya Jin Ho tidak bisa menahannya lagi dan harus ke toilet apotik, ia kena diare. Sialan, ini benar2 memalukan buat siapapun, tapi lebih buruk lagi untuk Jin Ho, yang punya image cool dan chic. Lagipula, ia selama ini menggoda ahli farmasi cantik di apotik ini.

Ketika ia kembali ke kantor, seseorang menunggunya, teman Woo Min, In Hee yang “kebetulan ada di sekitar sini.” Jin Ho menerima keramahan In Hee dan menolak ajakannya untuk makan siang bersama, yang menyinggung harga diri In Hee. Kesal, In Hee berkata bahwa Jin Ho cukup kasar karena ia hanya mencoba untuk berteman, tapi Jin Ho menjawab ia tidak berniat berteman dan menyuruh In Hee pergi.

Dan Jin Ho tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi! Setelah bertemu Jin Ho di rumah Woo Min, In Hee tertarik dengan Jin Ho dan ia pikir sayang kalau Jin Ho itu gay. Untuk beberapa alasan, Jin Ho tidak sesuai dengan standar gay In Hee. Sebagai orang yang bekerja di dunia fashion, In Hee kenal banyak pria gay. Dan ia belum siap melepaskan Jin Ho, maka In hee harus meyakinkan dirinya bahwa Jin Ho bukan gay.

Setelah meninggalkan kantor Jin Ho, ia melihat seseorang datang, ia menjadi curiga melihat keakraban Jin Ho dengan Hye Mi. In Hee tidak jadi pergi dan mendekati Hye Mi, yang juga heran siapa In hee.

Kedua wanita itu menyatakan klaim mereka atas Jin Ho. Hye Mi berkata ia adalah tunangan Jin Ho, yang membuat In Hee merasa ada sesuatu yang salah. Jin Ho itu bohong pada Hye Mi bahwa ia normal, atau bohong padanya kalau ia adalah gay. Tapi ini membuat In Hee percaya diri, ia dengan berani berkata ia adalah pacar Jin Ho. Tentu saja Hye Mi tidak percaya, tapi Hye Mi juga merasa ada sesuatu yang salah dan ia tidak bisa mengabaikan In Hee begitu saja.

Woo Min mendengar dari temannya bahwa tiram-nya ternyata jelek, karena ibunya salah mengirim. (jadi inget Mr. Bean) Woo Min merasa cemas, karena JIn Ho sudah memakan tiram itu semua. Bagaimana jika ia sakit? Woo Min tidak punya kesempatan untuk mencicipi tiram itu karena saat ia menawarkan pada jIn Ho, ia pikir mereka akan makan bersama. Tapi Jin Ho yang mulai merasa tidak nyaman dengan perasaan tertariknya, memutuskan untuk menghindari Woo Min dan membawa piring itu masuk ke kamarnya.

Ketika Jin Ho pulang sore itu, Woo Min dengan cemas tanya apa ia sakit dan kena diare. Normalnya, Jin Ho akan terlalu bangga untuk mengakuinya, tapi ia terganggu dan berteriak, ya, ia sakit dan ini semua karena kesalahan Woo Min! Woo Min langsung merasa bersalah dan memberikan berbagai macam hal pada Jin Ho untuk meredakan peutnya. Woo Min menawarkan bubur dan segera berlari ke dapur.

Saat Woo Min berjalan ke dapur, Jin Ho tidak bisa mencegah matanya untuk melirik ke arah kaki Woo Min. Sayang, Woo Min mengenakan celana panjang hari ini, dan kemudian Jin Ho mencaci dirinya sendiri dengan kesal, “Apa pedulinya! Mengapa kau kecewa?!”

Jin Ho terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakan dari dapur, dan ia lari ke dapur. Ternyata dapur seperti dilanda badai. Woo Min sudah menggosongkan makanan-nya. Jin Ho mengambil alih, dan ia masak. Woo Min terkagum-kagum. Jin Ho merasa Woo Min manis untuk pertama kalinya. Jin Ho menyajikan makan malam enak untuk berdua. Jin Ho bahkan memaksa dirinya minum kopi instan yang dibuat Woo Min, padahal biasanya Jin Ho tidak akan melirik kopi2 seperti itu.

Mereka jalan2 keluar sambil ngobrol. Woo Min berkata, “Pada kesan pertama kau sepertinya susah, tapi sekali kau bicara, kau seperti teman lama, dan kau juga menerima semua canda dengan baik. Itulah mengapa aku jadi nyaman dan merasa akrab denganmu, apa kau tahu itu?” Ini mungkin adalah pertama kalinya seseorang menggambarkan demikian tentang Jin Ho, dan Jin Ho merasa malu dan senang karenanya.

Mereka tiduran di bawah pohon, Woo Min tertidur. Jin Ho mencoba membangunkan Woo Min, tapi karena beberapa alasan aneh, mungkin karena perasaan romantis dengan didukung oleh pemandangan yang indah, angin yang lembut, harum bunga yang tercium di udara, Jin Ho sadar bahwa dirinya membungkuk dan mencium dahi Woo Min.

Dan kemudian Jin Ho kembali sadar, Waspada dengan perasaan-nya, Jin Ho menenggelamkan dirinya ke dalam situasi aman-nya yaitu komik2 manhwa. Jin Ho memborong komik2 Manhwa dari toko buku dan pulang. Woo Min melirik ke judul2 komik itu dan ia mengenalinya. Woo Min berkomentar, jarang menemukan teman yang suka komik itu. Kenyataannya, dulu ia pernah punya teman di sebuah klub online yang menyukai pengarang komik itu, dan mereka sangat akrab. Mereka bahkan punya username yang mirip, dan Woo Min merasa sedih ketika temannya itu berhenti menulis untuk-nya.

Ini membuat Jin Ho terperanjat, khususnya saat Woo Min menyebutkan bahwa username-nya adalah “Spark Boy.” Jin Ho tertawa karena tidak percaya dan tanya, “Lalu, Spark Girl? Apa itu kau?”

sumber:(terimah kasih dan kredit untuk

http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: