Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Jumong Sinopsis 35

pada 25 Maret 2010

Yoo Hwa diseret secara paksa keluar dari kamar Geum Wa, kemudian menjadi tahanan di kamarnya. Dae So tidak mengizinkan ia keluar dari kamar. “Nyonya…” Mu Duk hampir menangis. “Jangan menangis di depanku!” kata Yoo Hwa, merasa sangat marah.

“Penghinaan ini tidak bisa dihadapi hanya dengan menangis.” Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo melihat anak buah Na Ru menjaga di depan kamar Yoo Hwa. “Apa kita tidak punya pilihan lain selain tidak melakukan apapun?” tanya Oyi kesal. “Jika begini caranya, tidak ada gunanya kita tetap di istana!” “Benar.” kata Hyeopbo setuju. “Ayo kita bunuh mereka semua dan bawa Nyonya Yoo Hwa pergi dari istana.

Jika Yang Mulia sudah sadar, dia bisa kembali kapanpun.” “Jangan gegabah.” kata Ma Ri menenangkan. “Jika Pengeran Dae So mencurigai sesuatu, dia bisa membunuh Nyonya Yoo Hwa.” Berita dikurungnya Yoo Hwa membuat pihak Yeon Ta Bal khawatir. Yeo Mi Eul menyadari bahwa kekuatan Dae So tumbuh semakin kuat. Hal tersebut membahayakan pedagang GyehRu, terutama So Seo No.

Yeon Ta Bal cemas dan meminta So Seo No kembali ke GyehRu, namun is menolak. “Jika aku kembali ke GyehRu, maka Pangeran Dae So akan semakin marah.” katanya. Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan hanyalah menunggu dan berharap Raja Geum Wa cepat sadar. Peramal Ma Oo Ryeong merasakan adanya kekuatan besar yang menekan BuYeo. Ia merasakan bahwa Yeo Mi Eul telah kembali ke BuYeo. Permaisuri Wan Ho yakin, Yeo Mi Eul kembali untuk mengobati Geum Wa. Oleh karena itu, ia ingin mencegah hal tersebut terjadi dengan menyuruh Young Po membunuh Yeo Mi Eul.

Di bengkel pandai besi, Mo Pal Mo tetap tidak mau membuat pedang untuk Dae So. “Lebih baik aku mati daripada harus menyerahkan pedangku pada Dae So!” seru Mo Pal Mo marah. Malamnya, Young Po, dengan bantuan Do Chi dan anak buahnya, mengepung kediaman Yeon Ta Bal.

Mereka merencanakan akan membunuh Yeo Mi Eul begitu peramal tersebut keluar dari kediaman Yeon Ta Bal. So Seo No tahu bahwa kediamannya sedang diawasi, karena itulah ia merencanakan sebuah trik untuk menipu anak buah Do Chi. Han Dang melaporkan pada Do Chi bahwa Yeo Mi Eul sudah meninggalkan rumah dengan memakai sebuah tandu. Mereka bergegas bersiap untuk melakukan menyergapan. Anak buah Do Chi menyerang rombongan yang mengantarkan Yeo Mi Eul. Oo Tae dan anak buah Yeon Ta Bal melawan mereka. Han Dang memanfaatkan keributan tersebut dengan membuka tirai tandu. Di dalam tandu tersebut bukan Yeo Mi Eul, melainkan Sayong. Sayong menendang Han Dang. So Seo No mengantar Yeo Mi Eul sampai bertemu dengan Ma Ri, Oyi, dan Hyeopbo, yang akan mengantarkannya masuk ke istana. Ma Ri, Oyi, dan Hyeopbo membawa Yeo Mi Eul pada Song Ju. “Bagus sekali.” kata Song Ju. “Aku akan mengantarnya.

Kalian tunggu saja disini.” Song Ju mengantar Yeo Mi Eul ke kamar Geum Wa. Saat Yeo Mi Eul sedang mengobati Geum Wa, Song Ju berjaga di luar. Do Chi melaporkan pada Young Po bahwa ia kehilangan Yeo Mi Eul. Young Po marah dan memukul Do Chi. Yeo Mi Eul selesai mengobati Geum Wa. Geum Wa belum juga sadar. Song Ju mengantarkan Yeo Mi Eul kembali. Di tengah perjalanan, Young Po dan pasukannya mengepung mereka. “Lama tidak bertemu.” kata Young Po. “Dulu aku takut menatap matamu.

Tapi sekarang, aku yang memegang takdirmu.” “Hanya Tuhan yang bisa menentukan takdirku.” kata Yeo Mi Eul tanpa rasa takut. “Kau pikir aku takut dengan kata-katamu?” tanya Young Po, tertawa. “Aku bukan lagi Young Po yang kau kenal.” “Kau masih Young Po yang sama. Kau bodoh dan menyedihkan.” Young Po marah dan mengarahkan pedangnya pada Yeo Mi Eul. “Jika kau membunuhku, awan hitam akan menyelimuti takdirmu.” kata Yeo Mi Eul. “Kau pikir aku takut padamu?!” seru Young Po.

Ia mengangkat pedangnya. “Tunggu!” seru Dae So dari belakang mereka, berjalan mendekat. Ia bertanya alasan Yeo Mi Eul datang ke istana, dan Yeo Mi Eul menjawab bahwa ia ingin mengobati Geum Wa. Dae So ingin bicara berdua saja dengan Yeo Mi Eul, dan menyuruh semua pengawal pergi, termasuk Song Ju.

Dae So mengatakan pada Yeo Mi Eul, jika memang Yeo Mi Eul ingin mengobati ayahnya, maka seharusnya is bilang pada Dae So. Dae So dengan senang hati akan menerima Yeo Mi Eul. Dengan sinis, Yeo Mi Eul berkata bahwa ia sudah melakukan semua yang ia bisa untuk menyelamatkan Geum Wa. Kini ia hanya bisa menyerahkan semuanya pada takdir. Kini, Ma Ri, Oyi, Hyeopbo akan menjalankan misi penyelamatan Mo Pal Mo. Mereka meminta kerjasama Mu Song untuk menyampaikan hal tersebut pada Mo Pal Mo. Mereka akan menyelamatkan Mo Pal Mo malam ini. Di pihak lain, Dae So memerintahkan Na Ru untuk menjemput Yeon Ta Bal dan So Seo No ke istana karena ia ingin bicara dengan mereka. Yeon Ta Bal dan So Seo No curiga dan khawatir, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi kecuali memenuhi permintaan Dae So. “Aku ingin So Seo No menjadi istriku.” kata Dae So setelah Yeon Ta Bal dan So Seo No menemuinya di istana. “Jika kau dan So Seo No menolakku, aku akan menarik semua kebaikan hati yang sudah kuberikan pada kalian.

Aku akan mencabut izin perdaganganmu di BuYeo dan juga memulangkan para pandai besi kami yang saat ini ada di GyehRu.” “Perjanjian antara BuYeo dan GyehRu dibuat oleh Yang Mulia.” kata So Seo No menjawab ancaman Dae So. “Aku tidak akan menerima permintaan pernikahan dengan kondisi seperti itu.” Dae So tertawa. “Akulah yang memegang kunci segalanya. Kau tidak punya kekuatan untuk melawanku. Jika kau tidak menerima permintaanku, maka aku tidak akan memaafkanmu dan semua kelompok Yeon Ta Bal.” Kondisi menjadi sangat sulit dan berbahaya bagi GyehRu. Selain dipojokkan oleh BuYeo, mereka juga didesak oleh Song Yang karena Song Yang mengumpulkan semua ketua klan untuk berunding. Ada kemungkinan mereka akan menyerang GyehRu. So Seo No menangis. Ia sangat tertekan. Di satu sisi, ia harus menyelamatkan klannya, namun di sisi lain, ia tidak ingin menikahi Dae So. Oo Tae mendatanginya. “Nona, ini saatnya untuk mengeluarkan Mo Pal Mo.” “Aku mengerti.” kata So Seo No seraya menghapus air matanya. Ma Ri, Oyi dan Hyeobpo menyusup ke bengkel pandai besi untuk menyelamatkan Mo Pal Mo. So Seo No dan Oo Tae menunggu di luar.

Anak buah So Seo No akan mengantar Mo Pal Mo ke GyehRu. “Ayo ikut dengan kami!” ajak Mu Song. “Kami harus tetap tinggal untuk melindungi Nyonya Yoo Hwa.” kata Oyi. “Kita akan bertemu lagi jika ada kesempatan.” kata Ma Ri. Dae So merah besar mengetahui Mo Pal Mo menghilang. Ia memerintahkan Na Ru agar menangkap Mo Pal Mo bagaimanapun caranya.

Na Ru bergegas menemui orang yang paling ia curigai, tentu saja, mereka adalah Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo. “Kemana kalian membawa Mo Pal Mo?” tanya Na Ru, mengarahkan pedang pada mereka. “Apa maksudmu?” tanya Ma Ri, berbohong. “Kami sejak tadi di sini melakukan tugas kami.” “Kalianlah satu-satunya orang yang bisa membawa Mo Pal Mo keluar!” kata Na Ru. Song Ju tiba-tiba muncul. “Mereka memang melaksanakan tugas. Aku melihat mereka.” katanya. Na Ru sedikit curiga, kemudian berbalik. Memerintahkan pasukannya mencari Mo Pa Mo ke seluruh penjuru kota.

Dae So menjemput Seol Ran ke BuYeo untuk dinikahi. Tanpa Dae So ketahui, Yang Jung dan Seol Ran membuat rencana untuk mengambil alih BuYeo ke tangan mereka. So Seo No berpikir bagaimana cara yang paling tepat untuk menyelesaikan masalahnya. Ia memanggil Oo Tae. “Kakak, aku… ingin menikah denganmu.” kata So Seo No tiba-tiba. “Jika kau tidak menerima permintaanku, maka aku harus menjadi selir Pangeran Dae So.” “Kembalilah ke GyehRu.” Oo Tae menyarankan. “Jika Pangeran Dae So menikah putri Yang Jung, maka BuYeo dan Han akan menjadi sekutu.

Hal itu akan membuat GyehRu diasingkan.” So Seo No menjelaskan. “Jika aku sudah menikah, maka Pangeran Dae So tidak akan bisa berbuat apa-apa padaku. Saat ini Pangeran Dae So sedang menjemput putri Yang Jung. Ini adalah kesempatanku satu-satunya.” Oo Tae berpikir. Ia merasa tidak pantas mendampingi So Seo No. Namun akhirnya Oo Tae setuju. Oo Tae sebenarnya mencintai So Seo No. Sayong tahu hal itu. Ia berkata pada So Seo No, hal yang telah diputuskannya ini sangat tidak adil bagi Oo Tae, karena semua orang tahu bahwa di hati So Seo No hanya ada Pangeran Jumong. “Aku akan melupakan Jumong.” janji So Seo No. “Mulai saat ini, aku hanya akan menyukai Oo Tae. Aku akan melupakannya.

Aku akan melupakan sepenuhnya. Apa gunanya mengingat seseorang yang telah mencampakkan dan meninggalkan aku?!” So Seo No menangis. Yeo Mi Eul telah kembali ke GyehRu. Mo Pal Mo dan Mu Song juga sudah ada di sana. Mo Pal Mo menangis, memandang pedang yang sudah dibuatnya khusus untuk Jumong. “Dimana aku bisa menemukan Tuanmu?” tanyanya pada si pedang. “Kau tidak memiliki Tuan.” “Bagaimana dengan aku?” tanya Mu Song. “

Berikan! Pangeran Jumong adalah satu-satunya Tuan untuk pedang ini!” seru Mo Pal Mo. Dae So dan Seol Ran sampai ke BuYeo. Para pejabat menyambut mereka. Setelah itu, Dae So dan Seol Ran menikah. Sebagai ibu mertua, Wan Ho menasehati Seol Ran agar bisa menjadi istri yang baik bagi Dae So dan mempelajari semuanya mengenai BuYeo karena Seol Ran akan menjadi Ratu BuYeo berikutnya. Perdana Menteri meminta Dae So agar membebaskan Yoo Hwa. Dae So setuju.

Na Ru melaporkan mengenai pernikahan So Seo No dan Oo Tae. Ia bergegas ke kediaman GyehRu. Dae So sangat marah. “Aku sudah memperingatkanmu, apa yang akan terjadi bila kau menolakku!” bentak Dae So. “Aku akan menunjukkan padamu harga yang harus dibayar karena sudah mempermainkan aku!” Begitu dibebaskan, Yoo Hwa langsung menjenguk Geum Wa. Tabib mengatakan bahwa Geum Wa sudah bisa bernafas dengan mudah, namun ia tidak bisa menjanjikan apa-apa.

Melihat Geum Wa membuat Yoo Hwa merasa sangat sedih. Ia menyentuhh tangan Geum Wa. Beberapa saat kemudian, mata Geum Wa terbuka. “Yang Mulia!” panggil Yoo Hwa. Di GyehRu, Putri Bintang berdoa untuk mencari petunjuk.

Tiba-tiba ia merasakan sesuatu. Putri Bintang membangunkan Yeo Mi Eul. “Ada apa?” tanya Yeo Mi Eul, terkejut. “Aku bisa melihat Burung Berkaki Tiga lagi!” kata Putri Bintang, kemudian pingsan.

sumber:

http://princess-chocolates.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: