Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis JUMONG EPISODE 61

pada 3 April 2010

Baginda Geumwa sangat marah dan menyuruh Naru dan songju menangkap mereka kembali apapun yang terjadi.jadi permaisuri Cs berjalan kaki mulai fajar sampai petang di belakang mereka prajurit mengejar dengan mengikuti jejak kaki mereka.pelayan permaisuri meminta mereka segera sembunyi karna ada suara  kuda dari jauh jadi mereka berempat sembunyi di semak-semak belukar.mereka mendengar percakapan Naru dan Songja bahwa mereka akan menjaga di perbatasan karna itu satu-satunya cara menangkap mereka karna pasti permaisuri berniat pergi ke  Gyeru dan mereka harus melewati Jolbon.sehingga mereka hanya akan menunggu di perbatasan.

Di istana Ratu memberitahu Daeso bahwa permaisuri melarikan diri,Ratu mengatakan kenapa tidak dari dulu membunuh mereka,Daeso menjawab itu karna baginda menjadikan Yesoya dan Yuri sebagai jaminan agar Jumong dan tentara damul tidak menyerang Buyo.Ratu cemas akan hal itu.

Permaisuri Yeehwa dan Yesoya tiba di perbatasan dan mereka menyadari perbatasan dijaga dengan ketat,mereka mencari-cari dimana perbatasan yang penjagaannya kurang ketat.namun semua gerbang  di jaga dengan ketat.permaisuri mengatakan mereka akan menunggu malam tiba,saat permaisuri menunggu tiba-tiba rombongan tuan Cheon lewat,permaisuri menghadang dan mengatakan mereka lari dari istana Buyo dan meminta pertolongan untuk melepaskan mereka dari perbatasan.

Yuri disembunyikan di dalam tumpukan gandum sementara Ia dan yesoya berjalan di samping gerobang itu,Sambil berdoa semoga mereka bisa melintasi perbatasan tetapi di perbatasan Julbon mereka dihentikan oleh prajurit?prajurit bertanya mengapa Ia ke Jolbon padahal baru-baru ini dari Buyo,Tuan Cheon mengatakan Ia ada urusan Di Jolbon.prajurit bertanya pada Dia apakah selama dalam perjalanan Ia tidak bertemu dengan beberapa orang perempuan ada di antaranya mengendong anak kecil.Tuan Cheong  diam  saja.setelah prajurit mendengar jawaban tuan Cheon mereka mau membiarkanya lepas namun tiba-tiba datang Naru dan Songju menghentikan mereka.

Naru bertanya mau kemana?kepala prajuit mengatakan mereka hendak ke Jolbon,Naru menarik pedangnya dan menusuk satupersatu gandum yang ada di gerobang,permaisuri  dan yesoya tampak cemas.permaisuri berteriak untuk berhenti,Naru menyuruh prajurit untuk menurunkan sisa gandum di atas gerobak tampaklah yuri yang sangat ketakutan.Naru tersenyum menang tapi permaisuri dan yesoya menangis diam-diam.

Naru menyuruh membawa mereka termasuk tuan Cheon ke istana,Di istana Yeongpo melihat Tuan Cheong dikawal ke istana Ia tampak terkejut.Songju melapor pada baginda bahwa permaisuri hendak melarikan diri lewat perbatasan kemudian baginda bertanya mengapa tuan Cheon  ada di sini,tuan Cheon mengatakan mereka bertemu di sekitar perbatasan dan wanita ini memohon untuk ikut jadi saya membiarkanya,Baginda dengan suara keras berkata bagaimana mungkin orang yang baru kau kenal mau mempertaruhkan nyawamu,Kau pasti kaki tangan Jumong.

Permaisuri mengatakan mereka tidak mengenal tuan Cheon tapi baginda sudah terlanjur marah dan menyuruh prajurit untuk menyiksa tuan cheon sampai mengaku.dan seret kedua wanita ini jadikan tahana rumah.Ketika Yesoya di seret keluar untuk di bawah kekediamanya Ia bertemu dengan Seolrang.Seolrang menamparnya dan berkata kau akan mati tapi engkau akan mati di Buyo sebagai sandera.

Baginda memanggil permaisuri ke kamarnya.di kamar baginda bertanya mengapa permaisuri tidak percaya padanya,Ia telah berjanji akan mengembalikan Yesoya dan Yuri bila waktuny a sudah tepat,Baginda bertanya mengapa permaisuri telah berubah?tetapi permaisuri menjawab yang telah berubah adalah Baginda sendiri.Baginda mengatakan Ia menahan istri serta anak Jumong di sini karna Jumong kelak akan menyerang  Buyo,tapi permaisuri menjawab Jumong tidak akan pernah berniat menyerang Buyo Jumong hanya berniat membantu rakyat Buyo menemukan Negara Jaeson tua dan Jika Buyeo bergabung bersama tentara damul untuk menghancurkan bangsa Han. Tetapi Baginda merasa tersiksa saat ini Buyo sedang di ambang kehancuran ini semua  kaena perbuatan nya.

Baginda mengatakan lebih baik membunuhnya dulu jika permaisuri berniat meninggalkanya barulah mengirim yesoya dan Yuri ke Jumong dengan mata berkaca-kaca baginda mengatakannya namun permaisuri sudah ngotot dan tegas akan keputusannya.

Nar u terus menyiksa tuan Cheon(disini benar2 kasihan loh tuan cheon),Tuang Cheon terus menyangkal bahwa Ia tidak ada hubungan dengan pangeran Jumong,Yeongpo dari jauh mengawasi Ia bertanya pada Majin apa yang akan terjadi jika tuan Cheon memberitahu Naru tentang catatan Jaeson tua,Majin mengatakan pangeran tidak perlu kwatir semua itu akan hilang bila Tuan Cheon  mati.Yeongpo setuju dan menyuruh Majin untuk membunuh tuan Cheon,Yeongpo dan Majin mendekati Naru dan berkata tqampaknya kau susah membuatnya mengaku biar Majin yang mencoba menyiksanya kemudian Naru nmembiarkan majin bertanya.ketika Ia bertanya pada Tuan Cheon dan Ia menyangkalnya lagi majin segera memukulkan tongkat tepat di wajah Tuan Cheon dan membuatnya mati,Naru tampak terkejut dengan kejadian tersebut.

Sementara itu Jaesa Cs tiba dari tugasnya dan mengatakan Jolbon di jaga ketat oleh tentara.Jumong sedang rapat bersama dengan Oh-Ma-Yeop ketika Jaesa datang melapor ,Bahwa baru-baru ini Ia mendapat kabar permaisuri dan nyonya Yesoya tertangkap ketika mereka hendak melarikan diri tapi gagal.Jumong terkejut begitu susahnyakah untuk bertemu dengan keluarganya.

Malam harinya jumong berada di kamar saja merenung sedangkan anak buahnya di luar menunggu berita.HYeopo mengatakan jika saja mereka di beritahu tentang pelarian ini dan mereka akan menunggu di luar istana tentunya sekarang panglima bisa berkumpul dengan keluarganya.Ohyi bertanya-tanya apakah harus menyerang Buyo dulu baru menyerang Songyang ketika mereka berdebat soseono  bersama Sayong datang untuk mendiskusikan  masalah mereka tetapi anak buah Jumong mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara.dan Hyeopo member tahu apa yang terjadi pada permaisuti dan nyony Yesoya.tengah malam Soseono melihat Jumong dari kejauhan.IA merasa sedih melihat Jumong amat terpukul dengan kejadian tadi.begitupun di istana Buyeo permaisuri dan Yesoya  bersedih dalam kamar mereka masing-masing.

Daeso bertemu dengan Songyang.kata Daeso baginda Geumwa meminta bantuanya untuk menyerang Gyeru, saat ini Biryu sakan mengirimkan tentara 300, Songyang menjawab dalam hal ini tentu Ia akan membantu tapi saat ini  Dia meminta maaf dan tidak dapat menyetujui permintaan tersebut saat ini  Songyang tidak mempunyai uang untuk member makan sukunya sendiri.Daeso  tampak marah sekali.

Di Buyeo menteri  Budeukbul menyamar sebagai rakyat biasa dan mendengar rakyat berkata satu dengan yang lainya untuk pergi meninggalkan Buyeo saja menuju ke Gyeru di sana ada panglima Jumong dan mereka tidak akan kelaparan.Budeukbul melaporkan hasil temuanya itu pada Baginda dan menteri Jaeboo mengatakan saat ini mereka banyak kehilangan rakyat yang tiap hari berbondong-bondong pindah ke Gyeru dan kepala Heukuchi mengatakan hal yang sama.

Pangeran Daeso tiba  dan melapor pada Baginda bahwa Ia membawa kabar buruk,Songyang tidak mau member kita gandum.DAeso keluar dan Naru datang membawa penduduk yang hendak pindah ke Gyeru,Daeso mengatakan bagimana kalian bisa mengaku sebagai orang buyeo bila susah bengini sudah ingin lari lebih baik aku membunuh kalian.pada saat yang genting itu baginda raja tiba dan menghentikan Daeso,Daeso mengatakan mereka hendak melarikan diri ke Gyeru.Baginda meminta mereka untuk bertahan dan tidak meninggalkan Buyeo mereka mengatakan sebenarnya mereka juga tidak ingin meninggalkan Buyeo tapi untuk tetap bertahan hidup mereka harus mencari makanan.

Sementara di Gyeru,orang-orang Buyo yang datang  mereka semua kelaparan,Mudeok membawa makanan,mopolmo dan musong membantu membagi-bagikan makanan untuk mereka.Mopolmo memohon pada Musong untuk menampung pengungsi dari Buyo tapi Yeonhaeryeong  mereka tidak bisa memberikan milik rakyat Gyeru.saat itu Jumong  datang mopolmo memberitahukan Jumong tentang kejadian tadi.Jumong pergi mememui Soseono dan Yeontabal.Jumong mengatakan para pengungsi tidak mempunyai tempat lain untuk pergi,Soseono mengatakan Ia mengerti kesulitan mereka tapi Dia tidak dapat memberikan simpana  gandum yang akan di pakai nanti bila prajurit akan berperang dengan Songyang.Jumong meminta mereka percaya padanya dan membiarkan para pengungsi di berikan makanan,Mereka menyetujuinya.makanan pun di bagikan buat pengungsi.

Jumong berkata pada Soseono dan Yeontabal bahwa Ia ingin menundukkan Jolbon tampa perang,Ia mengatakan meskipun Jolbon di huni opleh lima Negara-negara kecil tapi pada dasarnya mereka semua satu darah dan bagaimana mungkin harus berperang tapi soseono mengatakan jika  kita tidak menyerang Songyang akan sulit menundukkan yang lainnya.kemudian Jumong berbicara berdua saja dengan Yeontabal dan bertanya tentang masing-masing kepala suku yang ada di Jolbon.

Yeontabal mengatakan ada  Gwan-na,Hwan-na dan Yeon-na.kepala suku Gwan-nalah yang berselisih dengan Songyang cukup  lama namun akhirnya menyerah pada songyang karna tidak punya pilihan,kepala suku Hwan-na orang tidak berambisi,Ia hanya mengiginkan sukunya aman sedangkan kepala suku Yeon-na adalah orang yang setia pada Songyang.

Jumong  menyusun rencana kemudian memanggil soseono dan Mari Cs beserta beberapa prajurit.malam harinya Jumong beserta Mari cs ke kepala suku Gwan-na dan menangkapnya.Jumong berkata Ia tahu kepala suku menyerah pada Songyang karna terpaksa dan seandainya Songyang  menang dalam perang ini pastilah Ia akan di jajah oleh bangsa Han bagaimana kalau kepala suku bergabung dengan kami.J umong merendahkan dirinya di depan kepala suku Gwan-na dan mengatakan kita akan membangun  sebuah bangsa baru bersama.setelah istirahat siang Jumong membawa kepala suku Gwan-na di padang yang luas dan memberinya petunjuk  tentang apa yang harus ia lakukan.kepala suku terdiam Jumong ingat kata Soseono apakah ini akan berhasil dan Jumong yakin Ia akan berhasil.selanjutnya kepala suku yang lainya juga akhirnya memberikan kekuasaanya pada Jumong.akhirya Jumong berhasil bmenyatukan mereka tampa harus berperang tinggal bagaimana dengan Songyang.

Di Biryu Mari dan Jaesa tiba mereka memberitahukan Songyang bahwa panglima Jumong tidak ingin orang Jolbon saling perang yang Ia inginkan adalah membangkitkan kembali kemuliaan dari Jaeson tua dan Ia ingin membangunnya bersama Songyang tapi Songyang mencemohkan mereka berdua dan menyuruhnya  kembali ke Gyeru dan katakana pada Jumong Ia tetap akan berperang dengan Jumong dan menghancurkan mereka semua.

Songyang datang ke Hyento memohon pada Yangjeon untuk memberinya tentara,Yangjeon bertanya mengapa Ia harus membantunya sedangkan KAu sendiri tidak bisa mencegah kepala suku yang lain bergabung dengan Jumong.Yangjeong berdiskusi dengan menterinya.menterinya berkata Songyang  bukanlah orang yang mudah menyerah pada tentara Damul tuan tidak perlu kwatir,menteri pergi menemui songyang dan mengatakan mereka tidak bisa memberinya lagi tentara dan menyuruh Songyang kembali saja kerumahnya.Di Biryu  Sayong mengutus orang untuk mengatakan bahwa Ia ingin bertemu dengan panglima Jumong berdua saja. Soseono dan Mari Cs melarang Jumong kesana kata mereka Sayong bukan orang yang dapat di percaya.tapi Jumong berkata Rakyat Biryu adalah rakyatnya juga jadi Ia harus merangkulnya.Jendral Haemuso pernah berkata padanya ‘’Seseorang tidak dapat besar jika Ia tidak mampu melindungi orang-orang yang berada di dekatnya dan Ia tidak akan mampu membangun sebuah bangsa atas darah saudara-saudaranya Jika kehendaknya sama seperti langit maka surge tidak akan meningalkanya.Dan Iapun pergi sendirian menemui Songyang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: