Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong episode 63

pada 6 April 2010

Dalam  istana yang baru.Ohyi mencurigai Bubunno sedangkan Bubunno mempunyai tugas berat yaitu Ia harus membunuh Jumong kalau tidak keluarganya yang akan binasa.tengah malam Ia telah menyelinap di sekitar tempat itu dan Ia kemudian berada di depan kamar Jumong.Bubunno sudah bersiap-siap,Ia sudah menarik pisaunya tiba-tiba Soseono datang bersama Sayong.Jumong terbangun dan menyuruh mereka masuk,Bubunno menyarungkan pisaunya dan pergi sementara  Soseno melapor bahwa  pedagang  yang pergi ke Negara Haeng telah di tangkap dan di bunuh,Jumong bertanya mengapa para pedagang di tangkap dan di bunuh,Sayong mengatakan ini  perbuatan dari bangsa Han yang telah bersatu dengan Buyeo.Jumong terkejut mendengar berita itu,Soseono mengatakan Buyeo telah bersatu dengan Han dan mereka telah menyerang  Negara-negara tetangga dan target utamanya adalah Jolbon.

Pagi berikutnya Songyang datang bersama pemimpin bangsa kecil,mereka semua tampak  marah dan bertanya apakah mereka akan mendapat kesulitan dari penyatuan ini.Pemimpin-pemimpin Kwatir masa depan bangsa mereka setelah Buyeo bersatu dengan Han.dan sekarang Buyeo telah menyerang Negara  tetangga.Soseono mengatakan saat ini mereka dapat menggunakan  perdagangan jalur garam untuk mengirim barang dan berjualan .Jumong mengatakan Ia akan memikirkan jalan keluarnya dan meminta  agar para pemimpin tidak usah kwatir.

Songyang angkat bicara dan mengatakan untuk bisa mencapai  bangsa Gosan untuk mencari garam kita harus melewati bangsa seosan tetapi mereka tau bahwa bangsa seosan berada di bawah kekuasaan Bangsa Han dan Buyeo.Songyang mengatakan rute menuju  bangsa  Gosan  telah diblokir,apa gunanya  garam itu jika ada di sana sedangkan mereka tidak bisa kemana-mana.

Para pemimpin Kwatir Jolbon akan jatuh cepat ketangan bangsa Han  karena mereka tidak bisa mendapatkan barang dan makanan.Songyang mengigatkan Jumong akan janjinya pada mereka.dan mengatakan jika   krisis ini tidak di selesaikan segera mereka  tidak dapat menjamin tindakan mereka.Songyang mengatakan pada Yeontabal bahkan Bogok-jeo telah jatuh.Yeontabal  mengatakan jika mereka terus berbagi pasokan makanan dengan pengungsi maka persediaan makanan mereka tidak akan  bertahan lama.Ia meminta Jumong memikirkan masalah ini.

Di Buyeo Baginda raja Geumwa bersama perdana menteri Yangjeon mengadakan pertemuan dengan para bangsa-bangsa kecil yang mendukung Buyeo dan Han.menteri Buduekbul memperkenalkan mereka antara lain:dari bangsa Okje,Eumnu,Sookjeo,Haeng-in,Seon-mi-jok,Heuk-seon,Malgajok,Seosan jok,Yeanbaek,Soosan.tapi  baginda bertanya mengapa tidak ada utusan dari Mawu.menteri mengatakan Mawu masih tidak mau takluk dengan mereka.

Baginda mengutus ketua Heukchi untuk membawa pasukan ke Mawujok untuk memaksa kepala sukunya mau bekerja sama dengan Buyeo kalau Ia tidak mau lebih baik bunuh saja.Menteri Yangjeon memperingatkan para utusan bahwa mulai sekarang mereka harus patuh pada Buyeo dan Han.Baginda memperingatkan mereka barang siapa yang bekerja sama dengan Jolbon,mereka  adalah bangsa pertama yang diserang oleh Buyeo dan Han.tidak lama setelah pertemuan itu Yangjeon,Seolrang dan Daeso merayakan penyatuan mereka,Yangjeon mengatakan tidak lama lagi  Jolbon akan jatuh.Daeso menyetujui perkataan merteanya dan berkata pula mereka akan kekurangan bahan pangan dan akan kelaparan.kita harus menyusun rencana untuk memyerang mereka segera.Yangjeon setuju dan memberitahu Daeso bahwa yang berjasa atas semua ini adalah putrinya yaitu Seolrang.Dialah yang meyakinkan saya untuk membantumu.Daeso melihat Seolrang dan mengucapkan terimah kasih.Daeso bertemu Naru dan bertanya bagaimana dengan Bubunno  apakah sudah ada kabar?Naru menjawab belum.Daeso menyuruh Naru untuk mencari informasi Bubunno melalui mata-mata yang di kirim ke Jolbon.

Di Jolbon mata-mata yang dikirim Daeso telah bertemu dengan Bubunno.Ia bertanya pada Bubunno mengapa belum membunuh Jumong.kata Bubunno belum tapi saat ini dia telah menjadi orang kepercayaan Jumong.dan menunggu kesempatan yang baik.mata-mata memperingatkan Bubunno untuk tidak macam-macam karna keluarganya masih ada di Buyeo. Sementara itu Mopolmo,Gyepil dan Mudeok terus menyalurkan makanan buat para pengungsi.ketika seorang pemuda berhasil mencuri uang Gyepil.mereka menangkapnya dan pemuda itu melemparkan bedak kearah  Musong.Ia hamper berhasil kabur ketika Mopolmo menangkapnya dan memeriksa tas laki-laki tersebut di dalamnya Ia temukan  Bubuk Bakguk.Mopolmo bertanya bagaimana Ia tau tentang bubuk ini,pemuda itu diam saja tak berkata apa-apa.Saat itu Gyepil tiba dan menyuruh orang memasukkan anak-anak ini ke penjara tapi Mopolmo melarang mereka dan meminta mereka pada Gyepil agar bekerja padanya biarlah saya yang mengawasi mereka kata Mopolmo.Gyepil mengeluh kemudian menyetujuinya,Mopolmo membawa kelima anak-anak itu .

Jaesa mengatakan pada Jumong Jika memang tidak ada jalan lain lebih baik kita menyerang suku yeona terlebih dulu.Jumong mengatakan pasukan yang di pimpin Bubunno belum siap(eh sekarang di jumong bubunno jadi jendral juga loh) saat ini.Jumong mengatakan yang harus mereka lakukan saat ini adalah bagaimana caranya ke Gosang untuk mendapatkan garam.Jumong mengatakan pada Soseono  untuk menghubungu Baemang apakah Ia dapat membawa garam pada mereka.sedangkan Sayong mengatakan Ia mempunyai rencana sendiri,Hyeopbo mendengarnya dan Ia shock membayangkan Sayong membahayakan jiwanya.

Malam harinya para penjaga bercakap-cakap,Bubunno mendengar percakapan mereka ,mereka mengatakan amat mengkwatirkan  masa depan mereka  salah satu mengatakan mereka harus percaya pada panglima Jumong,tepat saat itu Jumong  lewat,penjaga mengatakan pada Jumong meskipun saat ini di Jolbon lagi krisis tapi saya percaya Tuan akan melepaskan kami dari krisis ini.Jumong menaruh tanganya di pundak penjaga itu dan menanyakan kabar anaknya  dan Ia menjawab Baik-baik saja tiba-tiba salah satu temanya mengatakan saat ini istrinya sedang hamil lagi.Jumong mengatakan ketika anak kedua lahir Ia akan memberinya nama lagi jadi Ia harus memberitahukannya kalau istrinya sudah melahirkan.penjaga itu mengucapkan terimah kasih pada Jumong.Bubunno yang ada di situ dian saja.kemudian Jumong bertanya padanya bagaimana dengan pekerjaannya ini apa Ia kerasan atau tidak,dan mengapa Ia tidak pulang untuk beristirahat ?Bubunno mengatakan Ia kerasan dengan pekerjaannya ini,IA lebih senang di sini karna tidak akan ada yang menunggunya di rumah,salah satu penjaga mengatakan Bubunno tampan Ia khwatir karna sampai saat ini Dia belum menikah.Ia meminta Jumong untuk mencarikan Bubunno istri.Machoon saj yang tidak tampan bisa dapat istri berkat bantuan tuan Jumong apalagi Dia.Jumong mengatakan Ia akan berusaha mencarikan Bubunno calon istri.kemudian Jumong meninggalkan mereka .Bubunno bertanya pada penjaga yang anaknya bdi beri nama oleh Jumong.Betulkah  Jumong yang memberikan nama pada putranya? Penjaga menjawab Ia,penjaga lain berbicara pula bahwa  semua anak-anak yang lahir di kamp pengungsian Jumonglah yang memberikan nama.dan mereka akan tetap setia pada Jumong dan percaya padanya.

Mata-mata Buyeo melapor pada Daeso.Ia mengatakan Bubunno belum melaksanakan siasatnya tapi sekarang Dia telah menjadi orang kepercayaan Jumong.Daeso bertanya bagaimana keadaan Jolbon,mata-mata menjawab saat ini di sana mereka berantakan di samping itu  Biryu dilanda hujan terus menerus .Daeso mengatakan dalam kasus ini mata-mata harus ke Biryu  dan menyebarkan fitna bahwa Biryu mendapat hukuman dari langit karna bersatu dengan Jumong.ketika mata-mata pergi Daeso mengatakan  pada Naru Ia akan melakukan apapun agar Jolbon musnah.saat ini mereka pasti sedang berusaha keluar ke Gosan.pastikan bahwa  garam gosan tidak akan sampai ke Gyeru.

Jadi Naru membawa beberapa pasukan untuk mengawasi  rute perjalanan menuju Gason.mereka semua bersembunyi,tengah malam lewatlah rombongan Sayong bersama Baemang ketika hendak lewat Naru bersama pasukannya menyerang rombongan Sayong.dalam waktu singkat Naru membunuh Baemang  beserta anak buahnya ,Sayong melarikan diri dengan kuda kembali ke Gyeru.ketika tiba di sana Ia memberitahukan Jumong bahwa  mereka di hadang di tengah jalan dan barang mereka disita,Baemang mati di bunuh  sama pasukan Han dan Buyeo.saat ini Han dan Buyeo  sedang menunggu jatuhnta Jolbon ke dalam perangkap mereka dan memusnakan mereka.

Jaesa bertanya apakah ini berarti mereka tidak ada jalan lain lagi.Jumong duduk berpikir dan mengatakan satu-satunya jalan yang ada adalah menuju keselatan tapi mereka mengatakan itu mustahil,Soseono menyatakan walaupun mustahil tidak ada salahnya kita coba.sementara itu Ohyi terus gelisah mengingat Bubunno entah kenapa kayaknya Ia mengenal muka Bubunno.jadi Ia mengawasi Bubunno ketika berlatih dan mengatakan  pada Hyeopbo dan mookgok  kalu memang dia dari okjeo mengapa cara memegang pedangnya mirip prajurit Buyeo,Hyeopbo  mengatakan tidak perlu khwatir tentang hal itu,tapi Ohyi di dalam hati masih meragukan keterangan Bubunno.Malam harinya Bubunno kembali menyelinap ke kamar Jumong sementara itu Ohyi jalan-jalan sambil berpikir tentang Bubunno kemudian bertanya pada penjaga kemana Bubunno,penjaga menjawab tadi ada disini tapi sekarang tidak tau kemana.

Ohyi tiba-tiba khwatir tentang itu kemudian Ia berlari ke kamar Jumong.Di dalam kamar Bubunno melihat Jumong sudah tertidur lelap ,Ia  memakai kain penutup wajah dan akan menebas Jumong dengan pedangnya tiba-tiba Jumong menangkisnya.Bubunno langsung melarikan diri  Jumong mengejarnya dan akhirnya mereka berduel.Ohyi tiba disaat itu Jumong telah membuat Bubunno bertekuk lutut.Ohyi membuka kedok Bubunno.mereka berdua kaget.

Bubunno di bawah ketengah halaman,Soseono tiba dan bertanya apa yang terjadi Ohyi memberitahu bahwa Bubunno telah tertangkap basah ingin membunuh Panglima.Ohyi bertanya Bubunno berasal dari mana?Bubunno menjawab Ia berasal dari Okjeo.Ohyi terus mendesak Bubunno sampai pedang Ohyi menempel di leher Bubunno.akhirnya Jumong sendiri yang bertanya pada Bubunno siapa yang menyuruhnya? Bubunno menjawab Ia adalah suruhan dari pangeran Daeso yang menyuruhnya membunuh Jumong.Ia masuk sebagai pengungsi ,Ia adalah komandan asisten dalam istana dari pangeran daeso.semua yang ada terkejut.Bubunno meminta Jumong untuk membunuhnya saja Jumong terdiam beberapa saat ,tapi sebelum saya mati ada hal yang ingin saya sampaikan pada Tuan.

Belum lama ini Ia telah pergi ke gunung Bongae atas perintah  Daeso ketika Ia melihat Jumong dan tentara Damul  bergerak menuju Gyeru,Ia membunuh beberapa tentara Damul dan menyelinap masuk ke perkemahan Jumong dan Ia amat tersentuh dengan apa yang terjadi antara Jumong dan tentara Damul ada ikatan yang sangat kuat.kini Ia datang lagi dengan niat membunuh Jumong tetapi sebagai bawahannya Ia tulus menghormati Jumong.Seandainya langi mengizinkanya bertemu pertama kali dengan Pangeran Jumong bukan pangeran Daeso mungkin hidupnya  aka berbeda.Ia datang kesini dengan niat ini karna keluarganya berada dalam ancaman pangeran Daeso.dan walaupun  ia Cuma sebentar berada di Gyeru ia amat bahagia.dan seandainya jika Ia di lahirkan kembali Ia akan melayani Jumong.

Jumong mengatakan tidak akan menghukum mati Bubunno tapi Mari mengatakan jangan percaya cerita Bubunno.Jumong meminta Bubunno untuk di lepaskan dan menyuruhnya kembali ke Buyeo tapi mari mengatakan  ketika Ia gagal membunuh Jumong pasti Ia akan di bunuh sama Daeso ,sehingga ia merasa lebih baik mati ditangan Jumong dari pada di tangan Daeso.Namun Jumong menyuruh Bubunno untuk kembali ke Buyeo dan membuat laporan bahwa  ia berhasil membunuh  Jumong,semuanya terkejut ,Bubunno berkata Kalau aku pulang ke Buyeo tampa kepala Tuan jumong Daeso akan meragukannya.

Jumong menjawab tak usah Khwatir tentang itu,biar aku yang mengatur semuanya.yang penting Kau menyelamatkan dulu keluargamu.Bubunno kemudian berlutut dan mengatakan  setelah ia menyelamatkan keluarganya Ia akan kembali mengapdi pada Jumong kemudian Ia pergi.Soseono melihat semua itu dan terharu begitupun yang lainya juga.

Di istana Buyeo,Naru mengatakan pada Daeso bahwa Bubunno telah kembali.Bubunno melapor dan mengatakan Ia telah berhasil membunuh Jumong,Daeso agak meragukannya namun Bubunno mengatakan Dia telah memastikan bahwan jantung jumonng tidak berdetak lagi,Daeso bertanya apakah Dia yakin Bubunno menjawab Ia.Daeso menyuruh bubunno pergi.Naru bertanya apakah Daeso percaya akan hal ini ?Daeso hanya menghela nafas lanjut Naru sulit di percaya Bubunno berhasil membunuh Jumong tapi Ia berhasil selamat tampa luka satupun. Daeso menyuruh Naru untuk menghubungi mata-mata yang ada di Gyeru dan untuk sementara mengawasi Bubunno beserta keluarganya.

Dalam kota Chang-Ahn Yeompo semakin tidak sabar bahwa Ia tidak dapat menemukan orang yang akan membantunya.Majin mengatakan itu semua karna citra buruk dari pangeran.di saat  yang sama menteri Hwang tiba. Yeompo mengatakan Ia mau meminta bantuan dari menteri untuk menyatukan Han dan Buyeo.menteri Hwang mengatakan saat ini Han dan Buyeo telah bersatu.Yanhjeonlah da Daeso yang membuat kesepakatan itu.mungkin pangeran belum mendengar berita ini tapi saat ini menteri Hwang mengatakan Ia akan melapor pada Kaisar untuk mengantikan Gubernur  Yangjeon.Kalau I asudah menjadi Gubernur di sana  ia akan membantu yeongpo.Yeongpo mengucapkan terimah kasih.

Soseono mengatakan pada Jumong sudah waktunya mereka berangkat keselatan,Soseono mengeluarkan peta  dan mengatakan jika pergi keselatan  melalui Eumnu ,mereka dapat mencapai suku di selatan dan  mendapatkan apa yang di perlukan Jolbon.Soseono mengatakan orang –orang di Eumnu sangat sulit tapi Jumong mengatakan kita akan mencobanya.sementara itu mata-mata Buyeo  di jolbon melaporkan bahwa jumong tidak dapat ditemukan di Jolbon.Tengah malam Jumong,Mari Cs ,Soseono,Songyang menyelinap keluar  dan meminta Yeontabal untuk tidak memberitahu siapapun tentang ini dan menyuruhnya engawasi Jolbon selama mereka pergi.

Di Buyeo Naru membawa pesan dari mata-mata yang ada di Jolbon bahwa Jumong tidak di temukan di manapun.Daeso menanyakan apakah ini berarti Jumong sudah mati.naru mengatakan tidak dapat dipastikan tapi satu hal yang pasti Jumong hilang.Saudara Ratu bertanya apakah berita itu benar?Daeso mengatakan Bubunno sudah memastikan bahwa Jumong sudah  mati tapi Ia ragu.menteri mengatakan jika jumong tidak terlihat di depan umum selama krisis di JOlbon itu berarti Dia benar-benar sudah Mati.

Daeso pergi ke Mawuryeong dan meminta petunjuk apakah Jumong benar-benar sudah mati.Mawuryeong ke kuil dan berdoa.akhirnya Ia mengatakan pada Daeso Ia tidak merasakan hawa kehidupan dari Jumong,Daeso senang sekali  dan percaya bahwa Jumong benar-benar sudah mati.Saudara Ratu memberitahukan kabar ini pada Ratu.dan mengatakan pembunuh yang dikirim Daeso untuk membunuh Jumong berhasil melakukan tugasnya.Ratu mendesah gembira dan mengatakan  Ia akan  mengunjungi Yoohwa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: