Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong episode 64

pada 7 April 2010

Permaisuri bertanya pada Yesoya apa Yuri tidak apa-apa terkurung terus di dalam kamar?Yesoya menjawab  tidak apa  karna Yuri belum mengerti,jadi Ia tidak tau apa yang terjadi.Yesoya mengatakan pada ibu mertuanya bahwa Ia bermimpi buruk,jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada JUmong.Saat itu Ratu datang dan mengatakan pada mereka bahwa mimpi Yesoya itu memang benar.Ratu mengatakan pada Yoohwa dan Yesoya bahwa Jumong telah meninggal walaupun sulit untuk mempercayainya tapi kenyataannya Ia tidak terlihat di Jolbon.Permaisuri mengatakan Jumong tidak akan meninggal begitu saja.tapi Ratu menyuruh Yoohwa untuk menerima kenyataan ini.dan berlalu pergi.Yesoya dan permaisuri menangis dan mengatakan tidak mungkin.

Sementara itu Daeso melapor pada Baginda raja dan mengatakan Jumong telah mati.pembunuh yang dikirimkannya telah berhasil membunuhnya.Baginda bertanya apakah itu benar?Benar kata Daeso dengan yakin. Baginda Geumwa tidak mengatakan apa-apa Ia hanya terdiam tidak percaya akan semua itu.(biar bagaimanapun baginda juga menyanyangi jumong).Daeso mengatakan ini adalah kesempatan yang baik untuk menyerang Jolbon,Ia akan bekerja sama dengan tentara Han menyerang Jolbon maka dari itu Aku meminta baginda mengizinkannya.Karena terpukul akan berita yang di bawa Daeso,Baginda tidak terlalu menyimak perkataan Daeso,ia mengatakan lakukan saja sesuai keinginanmu.(ternyata baginda nangis loh….makanya Ia tdk terlalu menyimak oerkataan daeso).



Di luar Jolbon.Ohyi melapor pada Jumong dan Soseono bahwa jalan menuju Okjeo telah di tutup oleh tentara Han dan Buyeo.Mari khwatir karna jalan yang harus mereka lewati telah di jaga ketat.Jumong menyuruh mereka bersiap-siap karena kemungkinan mereka akan berperang melawan tentara Yeona(tentara bangsa Han dan buyeo) yang menjaga perbatasan.malam harinya Jumong dan semuanya memakai masker dan menyerang tentara perbatasan yang jumlahnya Cuma sedikit saja.Jumong menang dan akhirnya dapat melewati perbatasan.sementara itu di Istana datang tentara melapor bahwa beberapa orang yang mengungsi dari perbatasan telah berhasil melarikan diri (maksudnya Jumong).Naru mengatakan tidak usah menyampaikannya pada pangeran, mereka Cuma para pengungsi.

Naru dan Bubunno menemui Daeso di istana.Daeso memberikan dua gulunggan pada bubunno seperti yang telah Ia janjikan bila berhasil membunuh Jumong.Gulungan pertama berisikan surat pengangkatan keluarganya sebagai bangsawan,gulungan kedua berisikan hak kepemilikan tanah(kalau sekarang sertifikat red).Naru mendesak Bubunno untuk menerimanya dan mengucapkan terimah kasih.kemudian Daeso mengangkat Bubunno sebagai komandan strategi  dan pelatihan.

Setelah berhasil melewati perbatasan Soseono berjalan kedepan bersama Sayong mencari informasi yang mereka butuhkan.di pasar Soseono mendapat informasi bila ingin ke selatan cara yang paling aman dan cepat adalah jalur laut dan mereka harus mencari seorang bajak laut yang bernama Bu-Yeom-Wui-Yang yang dapat membantu mereka berlayar ke selatan tapi tidak ada yang tau di mana tempat persembunyian mereka.Soseono mengatakan lagi mungkin  mereka bersembunyi di sekitar desa Sam-cheon,jadi mereka berpencar mencari Buwuiyeon di sekitar desa Sam-cheon.

Sementara di istana para menteri menyaksikan   administrasi Sachuldo di panggil ke ruang pengadilan.para menteri bertanta-tanya akan ada perubahan apa di istana?menteri Jaeboo bertanya ada apa pada menteri Budeukbul,Jika Ia tau sesuatu mungkin.Budeukbul menggeleng ,Ia juga tidak tahu apa-apa.Daeso memuji  administrasi manga yang telah mendidik Sachuldo dengan baik setelah kematianya.Daeso memberitahu  Sachuldo ia sedang menyiapkan tentara  untuk menyerang Jolbon dan memberitahu Baginda Geumwa sudah menyetujuinya,menteri Budeukbul mengatakan  mereka belum siap untuk berperang dan meminta Daeso untuk mempertimbangkannya lagi.Ketua Heukchi mengatakan mereka tidak cukup kuat untuk menyerang Jolbon.Daeso tertawa dan mengatakan sekarang di Jolbon pemimpin mereka sudah tiada dan saat ini adalah saat yang tepat untuk menyerang Jolbon.para menteri diam dan membisu.Daeso melanjutkan Ia telah mengirim seorang pembunuh untuk membunuh Jumong dan Ia berhasil membunuhnya.Meskipun saat ini Jolbon sangat menjaga rahasia ini.

Budeukbul bertanya bagaimana pangeran bersiap untuk berperang sementara mereka tidak mempunyai cukup tentara dan Uang.Daeso mengatakan jika para menteri mau menyisihkan sedikit harta pusaka mereka,para menteri keberatan dengan hal ini  tiba-tiba Baginda Geumwa datang dan berkata selama ini para menteri  merampok rakyat,para menteri mengatakan itu tidak benar kemudian baginda menyuruh  Songju membawa kotak dan mengatakan di dalam kotak itu tersimpan kebusukan kalian satu- persatu apakah kalian ingin aku membuka dan membacanya.Baginda mengatakan setelah mereka menang perang harta pusaka yang kalian sumbangkan akan dig anti.

Daeso menghadap Mawuyeong  dan meminta sumbangan untuk Buyeo karna selama ini Mawuyeong tidak pernah berpartisipasi,Awalnya Ia keberatan namun akhirnya Ia menyetujuinya juga.permaisuri amat  terpukul oleh berita kematian Jumong.Ia merenung apakah Jumong benar-benar telah meninggal.sementara Ia merenung,Utusan Baginda datang katanya Baginda ingin bertemu dengan permaisuri.permaisuri mengijinkannya.di dalam permaisuri bertanya pada baginda apakah  Ia mengetahui sesuatu tentang Jumong,Baginda menjawab Jumong tampaknya cerita itu memang benar,permaisuri hamper Pingsan.dan memohan pada Baginda untuyk pergi ke Jolbon dan memastikan sendiri kematian anaknya.Permaisuri meminta untuk melepaskan dia,yesoya dan yuri karna tidak ada lagi gunanya mereka jadi sandera karena Jumong sudah mati.

Baginda mengatakan saat ini Ia tidak bisa membiarkan mereka kesana karena sebentar lagi Jolbon akan di serang oleh bangsa hand an Buyeo,bagaimana  mungkin Ia membiarkan Yoohwa dan Yesoya berada dalam bahaya itu,Permaisuri amat marah dan mengatakan Baginda tidak tau bagaimana rasanya kehilangan anak,Baginda mengatakan Jumong juga adalah anakku,aku yang membesarkannya tentu aku tahu bagaimana rasanya.tapi sekarang dia telah tiada,permaisuri Akulah yang akan melindungi kalian.Permaisuri mengatakan Jika benar Baginda menganggap Jumong sebagai putra Baginda pastilah saat ini baginda mengakui keberadaan tentara yang di bangun Jumong dan mengatakan Baginda tidak usah menipu diri sendiri.Permaisuri mengatakan lebih baik aku mati dari pada tinggal selamanya di Buyeo.Permaisuri memohon untuk yang terakhir kalinya untuk melepaskan mereka tapi Baginda memegang tangan permaisuri sambil berlutut dengan mata berkaca-kaca mengatakan  Dia tidak pernah ada di dalam hati permaisuri meskipun mereka telah melewati waktu bertahun-tahun bersama.Baginda bangkit dan berkata meskipun hatimu tidak akan pernah kumiliki tapi tubuhmu tetap jadi milikku meskipun permaisuri memilih mati aku tetap tidak akan mengijinkan permaisuri meninggalkan Buyeo.baginda berlalu,permaisuri amat terpukul dan Bubunno tidak sengaja melihat keadaan permaisuri.Ia merasa sangat kasihan

Dalam Okjeo Mari cs telah menemukan kontak yang akan mempertemukannya dengan bajak laut tersebut tetapi tentara lewat mereka menghindar ke kedai the yang ada di situ Jumong meminta pada kontak tersebut untuk mempertemukannya dengan bajak laut Buwuiyeom namun kontak mereka mengatakan tidak ada yang bisa menemui Buwuiyeom kecuali dia sendiri yang datang padanya.tampa sepengetahuan Jumong cs anak buah Buwuiyeom mendengar percakapan mereka.anak buah ini segera memberitahu bahwa Jumong mencarinya.mereka kemudian menangkap Jumong Cs.Jumong berkata Ia kesini bukan untuk berperang melainkan untuk menemui Buwuiyeom jadi Jumong di kawal untuk bertemu dengan ketua mereka,tangan mereka diikat.

Setelah tiba di depan pemimpin mereka Jumong mengatakan’’aku jumong pemimpin dari tentara Damul datang untuk menemui Buwuiyeom.Buwuiyeom mendekatinya dan tertawa,Dia tidak percaya dan meminta Jumong membuktikan identitasnya,Ia menyuruh Jumong meminum seguci arak.(wow sebotol saja sudah mabuk apalagi seguci),JUmong meminumnya dan Buwuiyeom menyuruh mengikat Mari di bawah pohon di sampingnya di taruh botol arak dan menyuruh Jumong untuk memanahnya(kalau aku mari lari aja ah.org mabuk di suruh manah),Buwuiyeom mengatakan kabarnya Jumong sangat pandai memanah.Jumong agar ragu untuk memenuhi permintaan Buwuiyeom karna ini menyangkut hidupnya Mari salah sedikit mari akan mati.

Jumong meminta Buwuiyeom untuk membunuhnya saja  dari pada Ia tidak mempercayainya siapa dia  dan melepaskan anak buahnya namun Buwuiyeom bersikeras dan Maripun mendesak Jumong untuk  membuktikannya.Jumongpun akhirnya menutup matanya dan mencoba fokus seperti yang pernah di ajarkan Haemuso kepadanya dan Jumong berhasil memanah botol arak yang ada di samping Mari.Buwuiyeom  dan orang-orangnya terkejut dan menyuruh anak buahnya membunuh semuanya tiba-tiba tentara dari okjeo datang mengelilinggi para bajak laut.Buwuiyeom bertarung melawan pptentara okjeo dari belakang ada yang hendak menikamnya Jumong dengan cepat memanah dan menyelamatkan hidup Buwuiyeom(kirain jumong oleng kar4na minum seguci arak tapi kayaknya tidak tuch) dan Jumong membantu mereka,bersama-sama membasmi tentara okjeo.

Selang beberapa saat Soseono yang di kawal Sayong dan beberapa anak buah mereka menuju ke perkemahan bajak laut.tiba di depan sebuah rumah penjaga mengatakan hanya soseono yang bisa masuk ke dalam.Soseono pun masuk di dalam Ia menemui Jumong yang sudah dari tadi menunggu bersama Buwuiyeom.Jumong mengatakan Ia ingin keselatan untuk mencari baan makanan untuk Jolbon,tapi Buwuiyeom mengatakan itu mustahil meskipun Jumong telah menyelamatkan nyawanya tapi Ia tidak mau mengambil resiko seluruh  keluarga bajak laut.tapi Soseono dan Jumong  bersungguh-sungguh meminta bantuannya,Jumong berkata satu-satunya cara untuk  melawan bangsa Han adalah mereka harus keselatan mencari bahan makanan.akhirnya Buwuiyeom setuju dan akan mengantar mereka keselatan tapi meminta bayaran untuk anak buahnya yang akan meninggalkan keluarganya yang kemungkinan kecil kembali hidup-hidup(dasar ……bajak laut yang di percaya Cuma uang).


Jumong bertemu dengan anak buahnya dan berdiskusi tentang kesepakatan mereka dengan Buwuiyeom.Sayong mengatakan tidak perduli bagaimana caranya kita harus membujuk bajak laut itu,Jaesa mengatakan bagaimana mungkin dengan keadaan kita yang sekarang,Soseono mengatakan tidak perduli apa permintaan mereka yang penting kita bisa mencari bahan makanan.oleh karena itu kita penuhi saja permintaan para bajak laut itu.


Di Buyeo ,permaisuri tampak pucat dan lelah karena berlutut terus di depan kamar  baginda memohon untuk membiarkannya pergi ke Jolbon,Yesoya memintanya untuk beristirahat tapi permaisuri tidak mau dan mengatakan kalau aku tetap akan berlutut walau harus menebusnya dengan nyawa yang penting kalian berdu dapat keluar dari istana ini.di dalam Kamar Baginda tabib mengatakan permaisuri sudah berhari-hari tak makan dan minum , kalau begini terus  permaisuri akan mati,Baginda harus menghentikannya.

Sementara itu pelayan Ratu melaporkan pada Ratu bahwa permaisuri sudah 4 hari berlutut di depan  kamar Baginda tampa makan dan minum.Seolrang berkata mengapa masih menahan mereka sebagai sandera bila Jumong sudah mati,Ratu menjawabnya dengan ketus karena Baginda masih ingin memenangkan hati permaisuri.Malam harinya Yesoya menemani mertuanya  yang masih berlutut mungkin karena sudah tidak kuat lagi akhirnya permaisuri pingsan kearah Yesoya yang kebetulan Bubunno lewat dan menyuruh tentara menggangkat permaisuri ke kediamannya.permaisuri sadar dari pingsanya tabib memintanya untuk meminum obatnya tapi permaisuri mengatakan Ia sudah siap untuk mati dan menyuruh tabib pergi dari kamarnya .


Setelah kepergian tabib dan melihat penderitaan permaisuri Bubunno tidak dapat menahan diri lagi dan mengatakan yang sebenarnya bahwa pangeran Jumong masih hidup.permaisuri bertanya apakah itu benar? Bubunno mengatakan benar.ini semua Dia lakukan dan ide ini dari pangeran untuk mengirimnya kembali ke Buyeo untuk menyelamatkan keluarganya sehingga Ia menyebarkan berita ini bahwa Ia telah membunuh pangeran dan mengenai kabar bahwa pangeran menghilang di Jolbon itu semua siasat dari pangeran Jumong yang pasti saat ini pangeran Baik-baik saja.Dan Ia meminta permaisuri untuk segera sembuh dan mereka akan membuat rencana untuk kabur dari sini.setelah Bubunno menyelamatkan keluarganya Ia akan kembali ke Gyeru mengapdi pada pangeran Jumong.

Daeso mengunjungi ayah nertuanya di Hyento dan mengatakan Jumong sudah mati.Yangjeon tidak percaya akan hal itu tapi Daeso meyakinkannya bahwa Jumong benar-benar sudah mati.Daeso kemudian bertanya apakah ayah mertuanya dapat membantunya sekarang karena Ia ingin menyerang Jolbon.Daeso mengatakan Ia akan mengantikan semuanya setelah Jolbon jatuh kedalam tangannya.Yangjeon setuju.saat itu menteri Hwang tiba di Hyento,Daeso bertanya apa yang ingin dia lakukan di sini.Yangjeon mengatakan Ia ingin merebut posisiku lalu mereka keluar untuk menemui menteri Hwang dan Daeso melihat Yeongpo disana,Katanya Ia tidak berharap bertemu dengannya di sini.

Yeongpo kemudian memperkenalkan Daeso pada menteri Hwang dan mengatakan Daeso adalah saudaranya dan menteri Hwang menyapanya,menteri memuji Daeso atas jasanya yang telah menyatukan Han dan Buyeo.Yangjeon bertanya mengapa Ia ada di sini? Hwang menjawab Ia di ututs Kaisar untuk bertanya mengapa Yangjeon sekali lagi menunda persembahan untuk Kaisar Han dan mengatakan Ia di sini untuk menbantu Yangjeon.Yangjeon mengatakan Ia tidak butuh bantuanya lalu menyuruh pelayan membawa rombongan menteri hwang untuk beristirahat.

Jumong berpikir  tentang kelangsungan hidup para bajak laut ini setelah mereka akan  mengantarnya ke selatan.apa yang akan mereka lakukan akankah mereka hidup berpindah –pindah terus dan di kejar-kejar oleh tentara.akhirnya Jumong memutuskan untuk  berbicara dengan Buwuiyeum.setelah bertemu Jumong memberikan gulungan pada Buwuiyeom yang berisikan kata ‘’Gogueryeo”.Buwuiyeom marah dan mengatakan Jumong bercanda,Jumong mengatakan Ia tidak bercanda Ia menawarkan  kesempatan untuk Buwuiyeom dan anak buahnya untuk hidup normal yang tidak perlu lagi hidup sembunyi-sembunyi melaikan hidup sebagai bangsa yang baru bersama mereka.

Buwuiyeom  berpikir keras dan akhirnya menyampaikan keiginan Jumong terhadap mereka.mereka berkata meskipun untuk hidup normal menjadi impian mereka  jika mereka kehilangan hidup mereka karena status mereka sebagai bajak laut itu semua tidak ada artinya lagi.Buwuiyeom akhirnya menemui Jumong dan Soseono sambil membawa  pakaian almarhuma ayahnya,Dia mengatakan ayahnya dulu adalah seorang tentara Damul yang menjabat sebagai komandan Haemuso setelah kematia Haemuso,bentengdan tentara Damul di hancurkan dan disitu pulalah ayahnya di bunuh.Ayahnya memberikan pakaian ini  untuk Ia bisa melarikan diri dan sampai detik ini Ia tidak bisa melupaka raut wajah ayahnya saat Ia meninggal.Buwuiyeom berdiri sebelum Jumong lalu berlutut di hadapan Jumong lalu berkata Ia akan mengikuti keinginan panglima Jumong,Ia tidak akan lagi hidup sebagai bajak Laut dan Jumong berjanji akan mengembalikan kehormatan ayah Buwuiyeom.

Jumong senang akhirnya Buwuiyeom mau bergabung dengannya.Ia bersama Soseono kembali ke anak buanya dan memberitahukan Mari Cs bahwa Buwuiyeom setuju untuk  bergabung semuanya tampak senang,lalu Mari bertanya siapa yang akan pergi keselatan semua terdiam termasuk Jumong.Soseono angkat suara dan mengatakan Dai yang akan melakukan perjalanan ini( otomatis Sayong akan ikut dong dan Hyeopbo akan pisah lagi mah Sayong).Jumong mengatakan jika terjadi sesuatu pada Soseono Gyeru akan kehilangan pemimpin mereka.Soseono berkata Ia akan berhasil dan meminta Jumong untuk mempercayainya.

di luar Soseono berpikir sendirian kemudian Jumong keluar dan Soseono berbalik melihat Jumong (kok aku yach yang deg-degan),sekilas mereka saling pandang dan Jumong berjalan menghampiri  Soseono,Ia mengatakan Ia sangat gelisah mengirim Soseono melakukan perjalana ini,sebenarnya Soseono juga takut tapi Ia senang Jumong masih memikirkannya dan pasti Ia akan kembali untuk membangun bangsa yang baru bersama Jumong.(peluk kek.kok aku yang ngotot yach.abis mau pisah sich).

Di Gyeru mopolmo mengajari murid-muridnya tehnik pembuatan pedang baja,kemudian datang musong dan memberitahu Mopolmo saat ini telah beredar isu bahwa pemimpin jumong sudah mati tapi Mopolmo mengatakan saat ini mereka hanya bisa menunggu pemimpin Jumong kembali tapi Musong mengatakan mereka tidak bisa berpikir seperti itu ,para pemimpin Jolbon datang untuk bertemu dengan Jumong.Yeontabal mengatakan pada para pemimpin untuk saat ini Jumong tidak bisa di temui,mereka bertanya apakah rumor itu benar?dan mereka juga mengatakan bahkan Soseono pun menghilang,mereka meminta Yeontabal untuk mengatakan keberadaan mereka saat ini tapi Yeontabal mengatakan Ia tidak bisa memberitahukan kemana mereka pergi?            Sangyong sangat marah dan mengatakan Jumong tak bisa menepati janjinya kalau begini caranya mereka akan pergi dan mencari cara untuk menyelesaikannya sendiri.

Di Buyeo Daeso mengatakan pada Heukchi,sebelum menyerang Jolbon Ia akan bertemu dengan Songyang terlebih dahulu.Heukchi mengatakan Ia akan menunggu Daeso kembali dari pertemuannya dengan Songyang lalu menyerang.lalu Daeso bersama sekelompok tentara ke Biryu sama halnya Jumong kembali Ke Jolbon……………………..

P.s:

Tolong tulis tanggapannya yach ^_^….









Iklan

7 responses to “Sinopsis Jumong episode 64

  1. mooy berkata:

    hmmmm semakin seru neh…….
    trus ntr songyang berpihak ma daeso pa g??
    soseono nasibnya gmn???aduh penasaran….tetap semangat ya nulis sinopsis jumon…makasih..btw udah fit kah???
    (^_^)

  2. Ramod berkata:

    seneng banget rasana bisa baca sinopsis lengkap kaya gini…
    makasih banyak ya 🙂
    ditunggu postingan berikutnya 🙂

  3. Dea berkata:

    Makasih ya udah cape2 nulis bwt kt2.. Aku seneng bs tau crita jumong.. Karna indosiar nyebelin banget..jumongny kdg ada kdg enggak..bete bangeett..:-(

  4. antony berkata:

    wah…seru banget nih….
    wah terima kasih pada penulis mo buat trus sipnosisnya…bisa tolong sampai ending yaaa..
    soal sy tertolong dg adanya sipnosis ini jd penasaran trus..padahal sy punya cdnya tp ga punya waktu untuk nontonya…jd sambil kerja bisa tahu perkembangan jumong…ditungguloh episode selanjutnya…..

  5. nuryan berkata:

    wah.., wah.., makin seru aja jumong
    pantesan qu jatuh cnta sama sinopsis nya bnran degh jdi penasaran sama sinopsisnya …,

    trz pngen tahu juga nanti THE END nya ky gmn apakah cinta sejati jumong adalah shu shionno…,atawww…,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: