Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong episode 67

pada 11 April 2010

Mari bergegas melapor pada Jumong bahwa tentara Han dan Buyeo yang ada di perbatasan di tarik mundur.Mari senang dan berkata mereka telah mundur dari perbatasan Jolbon.Jumong keluar dan bertemu dengan Soseono dan bertanya apakah Ia telah mendengar berita baik ini.ini semua berkat Soseono kata Jumong.Soseono  mengatakan ini sudah kewajibanya.Jumong berkata Ia ingin berbicara berdua saja dengan Soseono kemudian mereka ke halaman.Jumong meminta izin pada Soseono untuk membantu Buyeo(tak kirain mo lamar soseono,habis minta bicara berdua saja sich),Soseono terkejut,mengapa mereka akan membantu Buyeo padahal mereka adalah musuh.Jumong berkata Ia ingin merangkul Buyeo sama seperti suku-suku lainya ketika mereka mencari kemerdekaan.Buyeo menyerang Jolbon karena ambisi Baginda Raja tetapi pada kenyataannya Rakyat Buyeo banyak yang mati kelaparan dan banyak yang meninggalkan kampung halamannya karena itu.Jumong ingin merangkul Buyeo bukan maksud apa-apa Ia hanya tidak ingin rakyat Buyeo menderita kelaparan sama seperti yang mereka alami baru-baru ini.Soseono mengatakan Ia mengerti maksud Jumong tapi Ia meragukan Raja Geumwa yang mempunyai harga diri tinggi apa mau menerima bantuan mereka.Jumong tidak pasti dengan Baginda Raja tapi Ia tidak peduli Ia akan tetap membantu Rakyat Buyeo,Soseono bungkam seribu bahasa(habis dikira mau dilamar mah jumong).aku mengerti  ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil butuh waktu untuk berpikir namun Soseono mengatakan Ia akan membantunya membujuk ayahnya dan Songyang.Jumong tersenyum dan mengucapkan terimah kasih.

Kemudian mereka memberitahu Sayong tentang rencana tersebut.Jaesa mengatakan mungkin mereka akan menafsirkan ini sebagai siasat.tapi Jumong tahu Baginda bukan orang seperti itu,Ia pasti tidak akan berpikir seperti itu.Mari setuju akan perkataan Jumong.Sayong mengatakan siapa yang akan mereka utus sebagai utusan untuk menyampaikan ini dan siapapun yang pergi pasti dalam keadaan bahaya.Soseono mengatakan Dia yang akan pergi tapi Jumong mengatakan tidak bisa jika terjadi sesuatu padanya Jolbon akan berantakan.Soseono mengatakan lebih baik dia yang pergi dari pada Jumong.

Di kediaman Soseono Gyepil bertanya mengapa Ia selalu menempatkan dirinya dalam keadaan bahaya apalagi dia tahu Daeso mempunyai perasaan khusus padanya.Sayong setuju dan mengusulkan biar dia saja yang pergi mengantikannya tapi Soseono menolak dan berkata kecuali Dai atau Jumong yang pergi barulah Buyeo akan menganggap serius tawaran mereka.Gyepil mengatakan mengapa Soseono begitu keras kepala bagaimana dengan Ohnjo dan biryu jika Ia keras kepala begini tapi Sayong mengatakan Soseono bukanlah orang yang dapat mengubah pikirannya jika Ia sudah menbgambil keputusan.

Jumong meminta maaf pada Soseono karena selalu menaruh beban berat di pundaknya tapi Soseono mengatakan Ia percaya Jumong sampai akhir.Yeontabal menyetujui keinginan putrinya.jadi Soseono dan Sayong yang pergi(akhirnya sayong ikut juga deh).Di Buyeo naro mengatakan Soseono telah tiba.Daeso keluar dan bertqanya mengapa Soseono bisa ada di sini (Dlm hati bertanya jangan2dia rindu mah aku kali)katanya Ia ada di sini untuk menyampaikan pesan Panglima Jumong.Daeso mencemoohkan dan mengatakan peranta dengan Jumong belum berakhir dan saat dia di sini berarti dia sudah siap untuk mati.Soseono mengatakan dia telah siap untuk mati dan Ia meminta untuk bertemu dengan Baginda Raja dan menatap Daeso dengan percaya diri.

Sementara itu Yngjeon bertemu Baginda dan mengatakan Ia akan kembali ke Hyento sekarang,Yangjeon khwatir akan menteri Hwang,Ia kemudian berkata pada Baginda agar tetap menjaga hubungan dengan Han,aku mengerti  maksudnya kata Baginda.Daeso datang dan mengatakan Soseono ada di sini dan hendak berbicara dengan Baginda.saat itu Soseono memberikan bungkusan pada Sayong untuk di berikan pada permaisuri sementara Ia menemui Baginda Raja.Songju  memberitahu Soseno untuk masuk ke dalam bertemu Baginda dan Sayong meminta izin pada Songju untuk bisa menemui permaisuri.Songju mengatakan tidak boleh,kalu begitu tolong berikan kain ini pada permaisuri untuk bahan membuat baju bagi Yuri karena  Jumong belum pernah bertemu anaknya dan Ia ingin memberikan sesuatu.Sayong memohon dan mengatakan demi masa lalu Ia dan Jumong.

Soseono bertemu dengan Baginda raja dan mengatakan Jumong kasihan akan nasib rakyat Buyeo yang kelaparan dan Ia tidak akn lupa utang budinya pada Baginda yang telah membesarkannya selama bertahun-tahun.Soseono mengatakan Niat Jumong murni tampa meminta apa-apa dan menyarankan Baginda menerima Tawaran Jumong.Baginda mengatakan Ia adalah orang yang menyerang Jolbon dan kini Ia  akan menerima bantuan Jolbon,Dia akn menjadi bahan tertawaan saja tapi Soseono mengatakan Jumong berkata Baginda adalah orang yang memikirkan Rakyat sebelum dirinya sehingga orang akan memujinya karena memberikan yang terbaik untuk rakyat.Baginda berkata Dia akan memikirkannya dahulu.

Kemudian Soseono  mengatakan Ia memiliki satu permintaan agar melepaskan permaisuri,Yesoya dan Yuri Baginda agak kesal dan berkata apakah karena Jumong akan membantu Buyeo sehingga Ia meminta seperti itu tapi Soseono menegaskan Jumong tidak ada sangkut pautnya dengan ini,ini murni dari dia sendiri.Baginda tidak ingin mendengar yang lainya dan meyuruh Soseono untuk pergi.Daseo dan Seolrang menemui Ratu.Ratu bertanya pada Daeso mengapa Soseono dengan membahayaka hidupnya datang ke Buyeo.Daeso mengatakan Ia tidak tahu,tapi Seolrang mengatakan pasti ada hubungannya dengan permaisuri dan Yesoya.Ratu mengatakan Jumong tidak bodoh dan tidak mungkin meminta sesuatu yang tidak akan pernah di kabulkan oleh BagindaDaeso setuju dengan perkataan Ratu.

Songju datang memenuhi panggilan Daeso,Daeso bertanya mengapa Soseono datang ke Buyeo,Songju mengatakan Soseono menawarkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan.Ratu bertanya-tanya siasat apalagi yang dilancarkan Jumong saat ini.Daeso bertanya apa tanggapan Baginda,Songju menjawab Baginda belum menanggapi.Daeso bergegas menemui Baginda dan mengatakan mereka seharusnya tidak menerima bantuan Jumong tetapi dengan alas an ini kita bisa membunuh Jumong jadi Daeso bergegas menemui Soseono dan mengatakan Baginda ingin berbicara secara pribadi dengan Jumong.

Daeso meminta Soseono  untuk kembali  ke Gyeru dan memberitahu Jumong untuk datang sendiri,Soseono menjawab tidak bisa,Daeso bertanya apakah Ia tidak percaya pada Baginda,Soseono menjawab Bukan Baginda yang Ia tidak percayai melainkan Daeso(hee  he ternyata Soseono mempunyai insting  yang bagus juga loh).Daeso bertanya Haruskah Ia meminta Baginda Raja ke Jolbon.Soseono mengatakan tidak perlu.kalau Baginda ingin bertemu dengan Jumong maka kita harus mencari tempat yang netral antara dua Negara dan Daeso setuju.

Sementara itu permaisuri mendapat kabar bahwa Soseono ada di istana,permaisuri menyuruh pelayannya untuk mencari keberadaan Soseono,pelayan keluar dan bertemu dengan Songju yang membawa kain pemberian Sayong.

Ia mengatakan ini dari Soseono untuk permaisuri agar membuatkan Yuri  baju dengan kain ini.pelayan membawanya ke permaisuri ketika menerimanya permaisuri dan Yesoya agak terharu,permaisuri meraba-raba dan kemudian ia merobek kain itu,Yesoya tampak bertanya-tanya ternyata dalam kain itu terselip peta yang dulu di gunakan Jumong untuk memnyusup masuk ke Buyeo,peta itu adalah jalan masuk ke luar yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali Jumong dan kelompok Soseono.

Ketika pelayan permaisuri melewati tempat Daeso ia tidak sengajah mendengar pembicaraan Naro dan Daeso yamg menyuruh para prajurit untuk membunuh Jumong ketika akan datang untuk bertemu dengan Baginda Raja.pelayan amat terkejut dan ia bergegas ke kediaman permaisuri dan memberitahukan rencana licik  pangeran Daeso yang ingin membunuh Jumong.Permaisuri mengatakan kepada Yesoya untuk mempersiapkan diri mereka karena mereka akan bergegas sebelum pertemuan Jumong dan Baginda Raja karena mereka harus memberitahukan informasi ini.

Sementara itu menteri Hwang mengatakan sudah saatnya Ia kembali ke  Chang-ahn,tapi Yeongpo menyuruhnya untuk tinggal lebih lama lagi tapi menteri mengatakan Ia harus kembali dan melapor pada Kaisar Han tentang Yangjeon dan meminta Yeongpo untuk mengawasi Baginda raja agar tidak berubah pikiran tentang Han.eongpo mengatakan tidak perlu Khawatir tapi setelah Itu Ia mencemaskan nasibnya jika Baginda Raja akan bergabung dengan Jumong pasti Ia akan menemui banyak kesulitan.makanya Ia berkata bahwa ia akan pergi membaqntu Daeso dalam menjalankan rencananya.Soseono tiba di Gyeru,Yeontabal bertanya bagaimana hasilnya?Soseono mengatakan Ia akan bertemu Jumong dulu baru akan menceritakan semuanya.

Semua orang masuk ke dalam tetapi Hyeopbo di luar berbicara dengan Sayong,Ia mengatakan Ia amat mengkhwatirkannya tapi Sayong menegurnya Bukanlah seorang pria jika Ia khwatir hal kecil seperti ini.Sayong berjalan menjauhinya tinggallah Hyeopbo yang terbenggong-benggong dan bertanya-tanya apakah salah kalau Ia menunjukkan rasa kepeduliannya pada Sayong.sementara Mari dan Ohyi menertawakan Hyeopbo .Soseono menceritakan semuanya pada Jumong dan Jumong berkata mereka ada harapan karena Baginda ingin menemuinya maka Ia akan menerima tawaran itu.Jumong mengucapkan banyak terimah kasih pada Soseono .Soseono mengatakan tidak perlu berkata seperti itu ,Ia hanya menyampaikan keinginan tulus Jumong pada Baginda.

Soseono memberitahukan pada Jumong bahwa di sana Ia telah diam-diam memberikan peta pada permaisuri yang dulu Ia berikan pada Jumong untuk menyusup masuk ke dalam Buyeo.Jumong terkejut dan menatap Soseono.Daeso sibuk menyusun rencananya sementara Jumong sibuk mengatur Jolbon.Mari mengatakan jika Buyeo merencanakan sesuatu pastilah mereka akan masuk perangkap dan itu amat berbahaya.Ohyi dan Moogol mengatakan mereka akn pergi meninjau lokasi pertemuan.Moogol mengeluh mengapa  mereka harus melakukan semua ini padahal Buyeo ingin menghancurkan Jolbon Mari mengatakan tidak usah memikirkan itu Jumong sudah mengambil keputusan kita harus mendukungnya.Jumong pergi keluar dan merenungi kata-kata Soseono bahwa sebentar lagi mereka pasti bisa melarikan diri dan bergabung di sini.

Di Buyeo permaisuri dengan pelayannya sedang mempersiapkan diri untuk kabur.Permaisuri berkata Ia akan ke kuil untuk menemui Mawuryeon,pelayan Kuil menjemput permaisuri  tapi di tengah jalan permaisuri mengatakan Ia lupa membawa sesuatu untuk Mawuryeong dan kembali tetapi saat yang bersamaan Baginda mendapat firasat buruk kemudian Ia meminta Songju untuk mengantarkannya pada Permaisuri tiba di kediaman permaisuri pelayan mengtakan pernaisuri ke Kuil  untuk menemui Mawuryeon.Baginda beranjak ke kuil tiba di sana Ia bertanya pada Mawuryeon  apakah permaisuri ada?Mawuryeon menjawab saya lagi menunggunya.kata baginda itu berarti dia kemana. Aku tadi Ke kediamannya kata pelayannya permaisuri sudah dari tadi pergi.Raja berpikir dan terkejut jangan –jangan permaisuri mencoba melarikan diri sementara permaisuri  menyuruh pelayannya memberitahukan Yesoya untuk bergegas pergi dari sini .

Baginda memerintahkan mencari permaisuri di mana-mana tapi permaisuri dan Yesoya sudah hilang dari istana.Daeso dan Naro datang mengatakan pada Baginda Mereka sudah melarikan diri.Baginda menyuruh Daeso untuk mencari mereka,Daeso pergi dengan Kuda sementara permaisuri hanya beralaskan dengan kaki dengan membawa Yesoya dan yuri.

semantara di Jolbon Buwuiyeom menemui Jumong.Jumong berkata pada Buwuiyeom seperti yang Ia janjikan padanya Ia akan memberikan  tanah pada rakyat Eumnu,sehingga Buwuiyeom pergi ke sana dan membawa warganya semua ke Eumnu.Buwuiyeom mengucapkan terimah kasih dari hatinya yang paling dalam dan berjanji akan mengapdi  pada Jumong.

Istirahat kemudian Lari ,itulah yang dilakukan permaisuri dan Yesoya walau mereka lelah tapi mereka terus berlari.tapi Yesoya terjatuh karena kelelahan tetapi permaisuri membantunya untuk berdiri dan meminta Ia untuk bertahan sedikit lagi(perasaan yesoya selalu aja bertahan semenjak kawin mah jumong),mereka berjalan dan tibalah mereka di kaki Gunung di sana ada perahu untuk menuju ke Jolbon.Yesoya hendak ke saan tiba-tiba Naro dan Songju datang bersama beberapa prajurit,Naru mengatakan pasti mereka menuju kesini dan masih bersembunyi di sini.Permaisuri dan Yesoya masih bersembunyi.Yoohwa mengatakan pada Yesoya agar mereka berpencar karena kalau sama-sama mereka semua akan tertangkap.Permaisuri menyuruh Yesoya kea rah lain sementara Ia bersama pelayannya tinggal di sini dan mengalihkan perhatian Naro.

Yesoya tidak mau tapi permaisuri mengatakan Harus ini demi Yuri dan Jumong,Yesoya menangis dan Yuri memanggil neneknya(aku aja yang nonton berkaca-kaca loh).Yesoya dan Yuri berlutut,permaisuri mengatakan Selamat tinggal dan berkata lagi pada Yesoya selama ini IA hanya bisa memberikan Yesoya penderitaan kelak Bila berjumpa lagi Ia berjanji akan memberikan Yesoya kebahagiaan.Yesoya menanggis dan memanggilnya Ibu,Permaisuri mendesaknya untuk pergi dengan Yuri dan pelayan yesoya.Yesoya pergi,saat itu juga permaisuri mengatakan kita juga harus pergi dari sini.tiba-tiba Naro melihat mereka dan menyuruh prajurit untuk mengejarnya,Permaisuri tertangkap dan Naro bertanya mana Yesoya jika mereka tidak kembali bersama-sama Baginda tidak akan memaafkannya kemudian Naro mencabut pedangnya menaruhnya di leher pelayan permaisuri dan bertanya pada pelayan itu mana mereka,pelayan mengatakan Dia tidak tahu dan Naro membunuhnya saat itu juga.Dia mengatakan pada Songju untuk membawa permaisuri kembali sementara Ia akan mengejar Yesoya.

Sementara Naro lewat,yesoya bergegas bersembunyi di semak-semak ketika hendak turun dari bukit itu Ia terjatuh teguling-guling,Yuri ada di atas menanggis sendiri sambil mendekati ibunya.Songju membawa permaisuri menemui Baginda,Baginda bertanya mengapa Ia melakukan ini padahal Ia sudah memperlakukan mereka dengan baik dan telah berjanji suatu hari akan melepaskan mereka.Permaisuri menatap Baginda dan berkata Baginda akan mengembalikan aku setelah membunuh Jumong.Daeso terkejut dan Baginda berkata apa maksud dari permaisuri?Permaisuri bertanya apakah Baginda benar-benar tidak tahu ada rencana untuk membunuh Jumong yang begitu tulus ingin membantu Buyeo,apakah Baginda dapat berdiri di hadapan langit dan orang-orang tampa merasa malu.Baginda berkata Ia tidak pernah merencanakan Hal itu,tapi permaisuri mengatakannya walaupun Baginda tidak merencanakanya tapi membiarkan itu terjadi dan tidak melakukan apa-apa dan seandainya Jumong menyerang buyeo Akulah yang berdiri di garis depan untuk menghentikanya.tapi Baginda berkata Jumong Adalah orang yang akan membangun kemuliaan Jaeson tua dan  dalam melakukannya pasti ia akan menghancurkan Buyeo.Permaisuri mengatakan apakah Baginda ingin melupakan perjuagan Baginda bersama Haemuso ataukah Baginda hanya memanfaatkan Haemuso saja?Baginda kelihatan tampak marah sekali dengan perkataan permaisuri di depan menteri-menterinya,lanjut permaisuri mengatakan Ia tidak akan pernah percaya lagi pada Baginda dan berjalan meninggalkan Baginda.

Baginda menyuruh permaisuri untuk berhenti dan mencabut pedang lalu berdiri di depan permaisuri.Baginda mengatakan Aku pernah berkata padamu kalau ingin meninggalkan Buyeo kau harus mati,permaisuri mengatakan Walaupun tubuhnya ada di Buyeo tapi arwahnya ada bersama Jumong dan Haemuso,permaisuri melanjutkan jalannya  dan Baginda dengan amat marah menusuk permaisuri semua orang yang ada di situ terkejut.Permaisuri jatuh ke depan Baginda,Baginda memelukkya barulah Ia sadar dan menyesali perbuatanya.permaisuri berkata Baginda amat kasihan kemudian meninggal,Baginda berbisik mengatakan Ia salah dan meminta permaisuri untuk membuka matanya berulang kali tapi sia-sia.permaisuri benar-benar sudah tiada.Baginda tidak memperyacainya,Ia memeluk permaisuri sambil menangis di sertai tawa( seperti udah mau gila).

Yuri mendekati Ibunya,berusaha untuk membangunkannya,ketika Yesoya sadar Ia memeluk dan mencium Yri dan berusaha untuk menenangkannya kemudian Ia berusaha bangkit untuk melarikan diri lagi  tapi ternyata kakinya terkilir dan Ia terjatuh duduk kembali.saat yang sama menteri Hwang lewat beserta rombongannya untuk kembali  ke Hyento.sementara prajurit beristirahat mereka menemukan Yesoya dan Yuri dan membawa mereka ke hadapan menteri Hwang.menteri Hwang bertanya Siapa dia.(seandainya di buyeo selalu ketemmu mungkin Ia akan mengenali Yesoya).Yesoya menjawab Dia hanyalah warga yang melarikan diri dari Buyeo karena kelaparan.Hwang bertanya lagi mana ayah anak itu,ayahnya meninggal waktu melintasi perbatasan.menteri Hwang kemudian memberikan Yesoya makanan dan minuman serta menyuruh prajuritnya untuk membawa mereka ke Hyento,Yesoya memohan untuk melepaskan mereka tapi menteri Hwang berkata tidak ada yang akan membantu seorang wanita yang membawa anak jadi Ia akan membawanya ke Hyento.Di Jolbon,Mari mengatakan sudah saatnya mereka pergi menemui Baginda Raja.Jumong mengucapkan perpisahan pada Yeontabal sedangkan Ia meminta Soseono melayanin Jumong dengan Baik tiba-tiba Ohyi dan Moogol  datang berkata saat ini mereka tidak bisa menemui Baginda.Mari bertanya mengapa.Ohyi menangis dan berkata permaisuri tewas di tangan Baginda ketika hendak melarikan diri,Nyonya Yesoya dan tuan Muda Yuri juga meninggal.Semua terkejut termasuk Jumong.

P.s

Maaf  baru  posting lagi,soalnya mau selesaikan Jumong eps.68 jadi agak lama dan buat teman2 makasih udah koment di sini ^_^………………………


One response to “Sinopsis Jumong episode 67

  1. antony mengatakan:

    sediiih….ibunya jumong tewas oleh baginda….jd maraaah besaaar…..rrrrhg!!…jumong harus bales neeeh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: