Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong episode 70

pada 12 April 2010

Jumong berpikir sendirian tentang perkataan Yeongpo.apakah Ia harus menyerang Buyeo dan melupakan Hyento kemudian menyerahkan tahta Buyeo pada Yeongpo.Jaesa memberitahu Mari dan Soseono  mereka tidak boleh mempercayai  Yeongpo begitu saja.Namun Mari berkata mereka tidak akan  bisa menganbil resiko kehilangan Yesoya dan Yuri lagi.tapi Sayong berkata Ia tidak mempercayai kata-kata Yeongpo mungki Ia hanya mengertak saja.tapi Soseono ragu dan berkata bagaiman kita yakin Yesoya dan Yuri meninggal sedangkan kita tidak pernah menemukan tubuh mereka dan jika memang ada harapan untuk menemukan mereka kita harus mengambil kesempatan itu.

Tapi Sayong menjawab walaupun harapan itu ada tapi kita tidak boleh menukarnya karena permintaan Yeongpo itu tidak masuk akal untuk kita penuhi,Soseono kemudian pergi menemui Jumong dan berkata Jika ada kesempatan untuk menemui mereka ambillah kesempatan itu.Aku akan mendukungmu.Jumong kemudian menemui Yeongpo.Yeongpo bertanya apakah Jumong sudah mengambil keputusan dan Ia berkata lagi Ia tidak senang mengunakan Yesoya dan Yuri sebagai sandera(anak ama Bapaknya sama aja yah.)untuk memenuhi keinginannya tapi  jika Jumong menolak toh nantinya Jumong sendirilah yang menjadi salah satu pembunuh isteri dan anaknya.Mari marah dan menghunuskan pedangnya ke leher Yeongpo,Majin jelaslah ketakutan sekali.Jumong berkata pada Yeongpo dulu Ia bersekongkol dengan  Daeso membunuh ayahnya dan sekarang Yeongpo  menggunakan Isteri dan anaknya untuk mencapai keinginanya itu adalah perbuat yang sangat rendah.tapi bagi Yeongpo itu adalah kesempatan yang di berikan oleh langit dan mengatakan Jumong untuk berhenti berbicara panjang lebar dan Cuma menjawab iya atau tidak(dasar manusia licik).

Jumong berkata Ia akan menyetujui keingina Yeongpo tapi Ia akan memastikan apakah Yesoya dan Yuri benar-benar masih hidup.Jaesa bertanya di mana mereka,Yeongpo berkata mereka ada di dalam Hyento dan bertanya apakah Jumong yang akan pergi sendiri.Jaesa berkata Jumong tidak dapat kesana karena sekarang situasinya tidak memungkinkan sehingga Mari yang akan kesana dan Yeongpo tinggal di Gyeru.Soseono setuju dan bertanya pad Yeongpo apakah Ia setuju.Yeongpo menyetujui.Yeongpo berbicara pada Majin berdua.meskipun nanti Ia akan menjadi Raja Buyeo(yakin sekali Ia akan jd raja) tapi Ia juga berniat menaklukkan Jolbon jadi tidak apa-apa Ia tinggal disini untuk melihat-lihat situasi di Jolbon dan menyuruh Majin mengantar mereka ke Hyento untuk memastikan Yesoya dan Yuri masih hidup dan meminta Majin untuk berhati-hati.

Mari kemudian bersiap-siap untuk pergi,Moogeok memberikan Mari senjata rahasia untuk berjaga-jaga dan Mari meminta pada Jaesa meskipun Jumong tidak memperlihatkannya tapi Ia tahu Jumong amat menderita saat ini dan meminta Jaesa untuk menjaga Jumong sewaktu Ia pergi.Mari dan Majin berangkat  ke Hyento.sementara di Hyento menteri Hwang amat marah pada penjaga karena tidak bisa menemukan Yesoya dan Yuri.Ia menyuruh mereka mencari lagi dan harus mendapatkannya karena kalau tidak Ia akan membunuh mereka semua.sementara Yesoya panic ternyata Yuri demam.

Di Buyeo,Budeukbul membujuk Baginda untuk membantu Hyento ketika di serang Jolbon tapi Baginda berkata Ia tidak akan  ikut terlibat sambil tertawa.Ratu bertanya apa yang bisa mereka lakukan?Mawuryeong berkata Ia sudah memohon pada langit untuk menyembuhkan Baginda tetapi kayaknya langit tidak mau membantu(Baginda seharusnya di bawah ke psikolog biar di periksa.he..he..).Saat yang sama penasehat Ratu datang dan melapor bahwa Yeongpo ada Di Jolbon mata-mata mereka yang lapor.Ratu bertanya apa Daeso tahu Yeongpo ada di sana,Iya jawab penasehat.Ia meminta penasehat memanggilkan Daeso.sementara itu Daeso bertanya pada Naro  apa yang dilakukan pangeran Yeongpo di Jolbon?Naro menjawab Yeongpo adalah orang yang ingin menjadi raja sehingga untuk mewujudkan mimpinya itu tentu Ia memerlukan sekutu tidak terkecuali Jolbon.Daeso menyuruh Naro beserta beberapa prajurit untuk pergi ke Jolbon dan membawa Yeongpo kembali Ke Buyeo.

Sementara  Naro pergi Daeso sedang rapat dengan menteri-menterinya dan telah memutuska bahwa Ia dan Heukchi akan memimpin tentara sebanyak 500orang menuju benteng Hyento.yah mereka akan membantu Hyento.Menteri Jaeboo mengatakan setuju tapi apa perlu Daeso sendiri yang memimpin?para menteri menyetujui perkataan menteri Jaeboo dan Daeso berkata terimah kasih telah mengkhawatirkannya walaupun saat ini posisinya tidak harus pergi membantu Hyento tapi Ia harus menginggat pemimpi Hyento adalah mertuanya sendiri.Budeukbul  meminta Heukchi untuk memilih prajurit terbaik untuk menjaga Daeso.

sementara di Gyeru Jaesa datang menghadap Jumong dan membawa ramuan bergisi untuk Jumong.Ia meminta Jumong untuk beristirahat tapi Jumong mengatakan tidak perlu khawatir terhadapnya tapi Jaesa berkata Dia tahu bahwa Jumong banyak mengeluarkan air mata di dalam dan menyesal tidak dapat berbagi derita dengannya.Ia sudah terlalu banyak menderita.Jumong  berkata Jaesa adalah orang yang paling mengerti dirinya,kemudian Jumong berkata walaupun ibu dan yang lainya sudah pergi tapi aku merasakan roh mereka di sisiku.

Jumong berkata Ia harus memastika benar apakah  isterinya dan anaknya benar-benar masih hidup sehingga Ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka.dan meminta Jaesa untuk tetap fokus pada Hyento.sementara itu pelayan Yeongpo melapor bahwa mereka tampaknya akan membuat beberapa senjata di pabrik besi.Yeongpo pergi kesana untuk melihat-lihat.Mopalmo dan Musong melihatnya dari Jauh.Mopalmo bertanya untuk apa Ia datang kemari?Yeongpo mengatakan Ia ingin melihat-lihat tapi Mopalmo mengusir Yeongpo dan tidak memngisinkannya mendekat tapi Yeongpo mengatakan sekarang mereka berteman dan meminta Mopalmo membuatkannya pedang.Mopalmo berkata Ia akan membuatkan peti mati Yeongpo saja dan meninggalkan Yeongpo,Musong mendekat dan berkata  Mopalmo selai pandai membuat pedang Ia juga pandai membuat peti mati(he..he rasakan sekarang yeongpo).Yeongpo marah dan pergi meninggalkan mereka.

Saat itu Majin dan Mari tiba di Hyento,Majin menyuruh Mari menunggu sementara Ia pergi menemui Yesoya dan Yuri.Majin ke anak buahnya dan mereka melapor bahwa Yesoya dan Yuri telah melarikan diri sewaktu mereka memanggil tabib karena anak kecilnya sakit.Majin terkejut lanjut anak buahnya sekarang mereka lagi mencarinya tapi rasanya sulit menemukan mereka.Majin memerintahkan semuanya untuk tetap mencari mereka sementara Ia kembali menemui Mari yang sedang menunggu.tiba di sana Majin mengatakan ada sesuatu jadi mereka harus menunggu dulu tapi Mari mendesak Majin dan berkata Ia harus melihatnya sekarang.Tapi Majin memperigatkan sekarang Ia ada di Hyento dan menyuruh anakbuahnya untuk membunuh Mari.Mari di keroyok tapi akhirnya berhasil kabur dengan senjata rahasia yang di berikan oleh Mookgeok tapi Ia terluka di lengan.

Sementara di Gyeru Yeongpo berhenti dan mengeluh pada Chansoo,bahwa tidak begini caranya memperlakukan orang yang menolong mereka namun Jaesa datang dengan penuh kemarahan  dan menghunuskan pedang keleher Yeongpo Jumong datang dan bertanya apa yang terjadi.Mari terluka  dan Nyaris hampir tidak dapat kembali ke sini jawab Jaesa.Yeongpo terkejut.dan Hyeopbo membawa Mari keluar.Yeongpo mengatakan semua ini tidak benar dan Hyeopbo membentaknya menyuruh diam.Kata Mari  Ia tidak menjumpai Yesoya maupun Yuri semua itu hanya tipuan dari Yeongpo(tobat kena batunya)Yeongpo berkata pasti ada yang tidak beres dan saat yang bersamaan Yangtak datang membawa pelayan Yeongpo dan menunjukkan peta yang menggambarkan  situasi Jolbon.Soseono amat marah dan mengambil pedang dan membunuh pelayan Yeongpo(ternyata Soseono berdarah dingin juga yah….)Yeongpo berteriak,Sayong berkata mereka tidak perlu menunggu lebih lama lagi(wah tambah lagi nih seorang manas-manasi soseono)dan Jaesa berkata mereka harus memenggal kepala Yeongpo.Soseono mendesak Jumong untuk mengirim kepala Yeongpo ke Buyeo(aku Cuma mau tertawa melihat ekspresi yeongpo yg ketakutan,salah sendiri pake ancam-ancam jumong).

Tapi Jumong masih bersabar dan menyuruh mereka semua pergi dan meninggalkan Yeongpo bersamanya,Yeongpo ingin berteriak  tapi Jumong melarangnya untuk mengucapkan sepatah katapun,Yeongpo khawatir akan kelangsungan hidupnya dan Ia gemetar.Jumong berkata mengapa Kau menggunakan perasaan bersalahku yang tidak bisa melindungi isteri dan anakku,Yeongpo Cuma bisa berlutut dan memohon hidupnya pada Jumong.Jumong berkata ini adalah akhir dari kita jika kita bertemu lagi maka aku tidak akan menganggap engkau saudara lagi.Jumong kemudian menyuruhnya pergi dan Yeongpo bergegas melarikan diri sementara Jumong masuk keruangannya dan melihat sepatu yuri kemudian menangis sendiri(pdhal dia nggak tahu saat ini yuri dan yesoya benar2 msh hidup)

Sementara  di tempat perbudakan,mereka semua ketakutan tapi salah satu dari mereka berkata mereka harus berjuang untuk hidup mereka tapi Ohyi dan Moogol menenangkan mereka dan berkata mereka tidak bisa melawan tampa senjata dan meminta mereka untuk beristirahat selagi mereka bisa.sementara di luar Moogol berkata pada ohyi,Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi sebaiknya mereka melarikan diri saja tapi Ohyi berkata Ia tidak akan pergi sekarang karena masih banyak yang tertinggal dan Jumong tidak megiginkan itu terjadi.Ohyi berkata pada Moogol untuk bersiap-siap mati untuk melindunggi yang tersisa.

Dangseon melapor pada Yangjeon bahwa Daeso bersama Seolrang beserta  Prajurit Buyeo ada di sini.Yangjeon keluar menyambut mereka.Daeso berkata Buyeo ada di sini untuk membantu Hyento kemudian Heukchi berkata prajuritnya ada di perbatasan menjaga.Yangjeong sempat khawatir karena pasukan dari Yeodong belum datang lalu menyuruh mereka masuk tapi di dalam Ia marah dan berkata mengapa Daeso hanya membawa 500orang tentara saja.apa Ia bercanda.Jawab Daeso saat ini Buyeo  tidak dalam keadaan yang baik untuk membantu.Yangjeon berkata tidak peduli betapa sulit keadan mereka  setidaknya Buyeo bisa membawa  30ribu tapi ini Cuma membawa 500orang saja,ini sangat menggelikan (kalau aku Daeso mending pulang aja ah,sudah capek-capek bawa bantuan eh malah nggak dihargai).

tapi Seolrang menjelaskan  karena Keadaan Baginda saat ini sulit itupun membawa 500orang  membutuhkan perjuagan.Yangjeon berkata Ia akan menyingkirkan Jumong dan memusnakan Jolbon.Daeso setuju dengan perkataan Yngjeon kemudian Ia mempunyai strategi untuk merekrut tentara dengan mengatakan menawarkan harta dan gadis-gadis ketika mereka memusnakan Jolbon tapi Yangjeon mengatakan menteri Hwang  mungkin tidak akan setuju dengan strategi itu lanjut Daeso jika Yangjeon kalah dalam perang ini tentulah yang merasa beruntung adalah menteri Hwang dan saat ini mereka kekurangan orang jika tidak memakai strategi itu bagaiman amemenagkan peperangan akhirnya Yangjeon meyetujui usul Daeso.

Sementara itu di luar Hyento Ma-Jae-Mook dan Hyeopbo telah tiba untuk memeriksa Ohyi dan Moogol.Mookgeok yang paling terakhir keluar dan berkata sudah tidak ada lagi yang tersisa di tempat para budak.Mari berkata pada mereka Ia dan Mookgeo akan menyusup ke kota dan mereka pun menyamar memasuki pusat kota dimana Ia melihat seorang prajurit menempelkan pengumuman tentang perekrutan prajurit  yang embel-embelya mereka akan mendapat harta dan gadis-gadis Jolbon jika mereka mendaftar menjadi prajurit.keduanya kemudian kembali ketempat perbudakan dinama mereka semua sudah berkumpul.Mari berkata sudah tidak bisa menunggu lagi atau para budak akan di bunuh kemudia Ma-jae-mook dan Hyeopbo kembali ke Gyeru sementara Ohyi dan Moogol bersama para budak di  dekat Hyento menunggu.

Mari Cs melapor pada Jumong dan Soseono tentang temuan mereka selama ke Hyento.Soseono mengatakan akan sulit menyelamatkan para budak jika mereka di kawal ketat seperti ini,Hyeopbo berkata mereka tidak bisa membiarkan Ohyi dan Moogol seperti itu  dan mendesak Jumong mengambil keputusan sekarang.sementara Yangjeon lagi berdiskusi dengan Daeso.Katanya Ia merencanakan akan  menempatkan para Budak di garis depan.Daeso menyetujui ide itu dan berkata Jumong tidak akan tega membunuh para Budak yang Dia tahu mereka adalah sisa-sisa penduduk Jaeson tua.Jumong berkata Ia akan  menyerang   tempat perbudakan dan melepaskan mereka setelah itu Ia bersama yang lainya akan menyerang dari belakang tapi Jaesa tidak menyetujuinya dan mengatakan Biarlah saya yang menjalankan tugas itu dan Tuan yang memimpin pasukan utama tapi Jumong berkata yang akan memimpin pasukan utama adalah Soseono Dan Songyang serta Bubunno,Mari mencoba membujuknya lagi  tapi Jumong berkata Tubuhnya sekarang bukan miliknya sendiri melainkan milik Rakyat jadi tidak usah mengkhawatirkannya dan menyuruh Mari dan Jaesa menyiapkan pasukan.

Mopalmo dan Musong membantu Jumong memakaikanya baju perang.dalam Hati Jumong berkata ayah aku gagal melindunggi orang-orang yang aku sayangi tapi aku berjanji akan menyelamatkan sisa-sisa rakyat Jaeson Tua yang telah menderita di siksa oleh Han.Jumong sudah siap untuk berangkat perang tapi sebelum pergi mereka semua sembahyang dulu memohon agar langit berpihak pada mereka.Di Hyento Dangseon melapor bahwa Jumong sudah meninggalkan Jolbon.Yangjeon mengatakan ada tiga jalan untuk bisa masuk ke Hyento dan mereka harus menjaganya.Jumong berjalan bersama tentaranya .Dia tahu bahwa semua jalan ke Hyento telah di jaga oleh tentara yang jumlahnya sepuluh kali dari tentaranya.Akhirnya Ia berkata kita akan menyeberang ke gunung Soomak.Mari mengatakan jalan menuju kesana  sangat sulit dan berbahaya.Dan para komandan semua setuju untuk tidak melintasi gunung Soomak tapi Jumong mengatakan ini adalah satu-satunya jalan untuk bisa ketempat para budak-budak.sementara itu di dekat Hyento para penjaga mulai mengikat para budak, termasuk Ohyi dan Moogol dan tentara menyeret mereka semua untuk pergi ke kota.kebetulan di saat yang bersamaan tentara Jumong tiba dan membebaskan para budak dan Ohyi serta Moogol bergabung dengan mereka.mereka semua bertarung dan akhirnya tentara Hyento kalah.Ohyi mendekati Jumong dan menyeruhkan inilah tuan Jumong.dialah yang telah   membebaskan mereka dari perbudakan.semua orang bersorak-sorak kemudian Jumong berkata Ia akan menyerang Hyento dan meminta mereka untuk membantunya.semua setuju dan berjalan menuju Hyento.

Sementara itu, Yangjeon mengatakan mengapa para tentara yang membawa budak-budak lama sekali.Daeso berkata Ia akan kesana tapi tiba-tiba datang Dangseon melapor bahwa Jumong telah membebaskan mereka dan saat ini Jumong telah menuju kemari dengan para budak-budak.Mereka telah menyisir sepanjang Hyento.Yaqngjeon bertanya bagaimana mungkin itu terjadi?Daeso kecewa dengan berita itu dan Ia tidak tahu harus menjalankan rencana apa?sementara Mari menuju ke tentara Soseono dan mengatakan Tuan Jumong sudah membebaskan para budak dan telah bergerak di dalam kota.Soseono menyeruhkan pada tentara Damul untuk menyerang dari Luar sementara Jumong sudah menyerang dari dalam.Mereka semua maju menyerang Hyento.

P.s

tolong beri koment yach untuk perkembangan Blok ini dan makasih sebelumnya^-^……………….

Iklan

3 responses to “Sinopsis Jumong episode 70

  1. antony berkata:

    kira2 jumong bisa bunuh yangjeon n daeso gak ya?….yang penting siih daesonya aja yg mati…hehehehehe…

    • avrilend berkata:

      Kalau Daeso mati,itu sama aja Jumong habis karena sebenarnya inti ceritanyakan Daeso ama Jumong dan Soseono yang lainya sebagai Bumbunya..^_^……………………….

  2. hafizh berkata:

    Kalo yangjeong bakalan mati di tangan jumong, tapi daeso gak bakalan mati karna daeso jadi sekutunya jumong..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: