Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong Episode 71

pada 13 April 2010

Dalam benteng tentara sudah mengalahkan tentara yang di dalam benteng.Jumong meminta Ohyi dan Moogol untuk mengawasi benteng agar tidak ada yang melarikan diri.sementara pelayan menteri Hwang melapor dan berkata Kota sudah di kuasai oleh JUmong.menteri bertanya bagaimana mungkin itu terjadi.Pelayan mengatakan Jumong menyuruh anak buahnya menyusup ke pemukiman para budak dan membuat para budak bersekutu dengannya dan menyerang Hyento dari arah dalam sehingga pelayan mendesaknya untuk melarikan diri.Hwang mengatakan Ia akan berkemas dan masuk kedalam mengambil dokumen yang amat penting entah apa isinya.

Saat yang bersamaan Haochen melapor pada Seolrang umtuk berkemas dan melarikan diri sekarang juga.sementara Jumong beserta penggikutnya berhasil mengalahkan para tentara yang di dalam benteng kemudian Ia berkata pada para budak dan memperkenalkan dirinya bahwa Ia adalah putra dari Jenderal Haemuso yang berusaha selama hidupnya untuk menyelamatkan issa-sisa dari tentara Damul yang masih ada.dan Hari ini Ia datang untuk membebaskan mereka  dan bersama tentara Damul yang sekarang mereka akan menyingkirkan Han  dari tempat mereka dan tidak akan lagi hidup di bawah penindasan Han.dan para budak bersorak.

Selagi menteri Hwang mencoba melarikan diri Ia di tangkap  oleh Ohyi dan Moogol.pelayan Hwang di bunuh.menteri Hwang di tangkap bersama pejabat lainya.Ohyim membawa mereka ke penjara ketika rombongan mereka bertemu dengan para Budak,para budak meminta Ohyi untuk membunuh para pejabat yang telah membuat mereka menderita.Ohyo menenangkan mereka dan berkata Aku tahu mengerti penderitaan kalian tapi Tuan Jumong meminta agar para pejabat ditangkap hidup-hidup.dan membawa menteri Hwang dan pejabat lainya pergi

.salah satu tentara Damul melapor bahwa Ia melihat beberapa penduduk Hyento hento melarikan diri dengan kuda.Ohyi dan Moogol menyusul mereka dan di dalam rombongan itu terdapat seorang perempuan.setelah berhasil mengejar mereka Ohyi memerintahkan untuk berhenti sementara Moogok menyuruh mereka membuang senjata.ketika Ohyi mendekati rombongan pengungsi itu

.Ohyi menyuruh perempuan itu membuka cadarnya dan betapam terkejutnya Ia ketika melihat siapa perempuan itu ternyata Ia adalah Seolrang putrid Gubernur Hyento.Moogol mengatakan mereka dapat tangkapan yang besar.Ohyi mengatakan wanita yang berdiri di depanku ini kata mata-mata kita di Buyeo telah membuat Nyonya Yesoya banyak menderita.Ohyi mwengatakan Ia akan membuat Seolrang menderita tapi Seolrang berkata berhenti mengejeknya dan kalau ingin bunuh lebih baik bunuh saja.Ohyi menampar Seolrang.Haochen tidak bisa berbuat apa-apa Ia hanya bisa melihat majikannya di tampar.lalu Ohyi membentak Seolrang untuk menutup mulutnya dan menyuruh para prajurit untuk membawa mereka pergi.

Solrang di bawah kehadapan Jumong.Seolrang berkata Jumong tidak mempunyai tata karma dengan mengikatnya seperti ini.Dia adalah istereri Daeso yang tidak lain adalah kakak Jumong sendiri.(baru sekarang ngaku sama jumong kalau mereka masih iparan dasr Seolrang).Ohyi membentaknya untuk tutup mulut(ohyi nih kalau ama seolrang darah tinggi juga yach….).dan mendesak Jumong untuk membunuh Seolrang saja.Jumong menyuruh anak buahnya melepaskan Tali Seolrang dan berkata Ia akan memperlakukannya dengan Hormat(salut ama Jumong padahal Ia tahu Kalau Seolrang tuh suka jahat sama isterinya kalau aku Jumong,pasti  Seolrang sudah kusiksa habis…he..he).Jumong meminta anak buahnya membawa mereka ke penjara.

Moogol meminta pada JUmong agar para pejabat Hyento di bunuh oleh para budak yang telah membuat mereka menderita tapi Jumong menyuruh Jaesa membawa para pejabat ke penjara dan menanyakan identitas mereka satu persatu(seperti punya KTP nggak yach mereka).tapi para budak meminta pada Jumong untuk membiarkan mereka membunuh para Pejabat,Jumong berkata Ia juga mempunyai keinginan yang sama tapi pada akhirnya nanti para pejabatlah yang akan menyelamatkan mereka.menteri Hwang terkejut dengan perkataan Jumong dan para  budak  berkata mereka percaya pada Jumong dan akan menunggu saja.

Jumong berkata pada tentara mereka.Mereka telah bekerja keras telah menaklukkan benteng Hyento ini baru permulaan dan mereka akan terus berusaha mengusir bangsa Han dari tanah mereka.sementara itu di Luar benteng Hyento tentara Yangjeon melapor bahwa benteng Hyento telah jatuh.Yangjeong bertanya bagaimana mungkin ini terjadi.apakah mereka  menyerang Hyento dengan kekuatan utama tentara Damul.Tidak  kata prajurit Jumong hanya memimpin sebagian dan sisanya adalah para budak sedangkan pasukan utama masih berada di medan perang.Yangjeon amat marah dan Daeso bertanya apa yang terjadi dengan Isterinya?tentara itu meminta maaf dan berkata tidak ada yang berhasil kabur dari Hyento dan saat ini Ia tidak tahu keberadaan Seolrang.

Yangjeon bertanya pada menterinya mengapa mereka tidak memikirkan kemungkinan itu.Heukchi bertanya pada mereka apa yang akan mereka lakukan?apakah mereka akan kembali menyerang Hyento(markasnya sudah diduduki oleh jumong rek )atau mereka akan tetap melanjutkan peperangan melawan Jolbon disini.Naro berkata mereka harus melawan tentara Damul yang utama kemudian baru merebut kembali Hyento tapi dongseon tidak sependapat iya berkata mereka lebih baik kembali dan menyelamatkan Seolrang,Heukchi berkata jika mereka kembali tentara Damul akan menyerang markas mereka yang disini.Yangjeon dan Daeso tidak dapat berkata-kata.

Sementara itu Mookgeo melapor pada Soseono bahwa benteng Hyento sudah mereka taklukkan.Soseono sangat senang dengan berita ini kemudian Ia melanjutkan bahwa Jumong akan menunggu di gunung Cheon-soo.Soseono menyuruh Mookgeo untuk melapor padanya bahwa tentara Jolbon telah siap berperang tinggal menunggu perintah saja darinya,Mari dan Mookgeo kembali ke Jumong.Sayong berkata pada Soseono  sekarang mungkin Yangjeon amat pusing memikirkan apaka Ia harus kembali ke Hyento atau tetap  tinggal di markas.Soseono bertanya pada Buwuiyeom berapa banyak tentara yang ada di  cheon-hyeo?,Buwuiyeom mengatakan sekitar 500o orang,Soseono memberitahu ayahnya jika Yangjeo meninggalkan markasnya dan kembali ke  Hyento itulah saat bagi mereka untuk bergerak tapi Yeontabal berkata di sana ada Daeso dan ayah rasa Daeso tidak akan membiarkan itu terjadi jadi lebih baik kita hati-hati dan lagian ada Jumong yang menjaga di gunung Cheon-soo dengan pasukan.mereka dapat menyerang musuh dari segala arah.

Soseono menyuruh Sayong untuk memberitahu Songyang untuk menyiapkan tentara,Yeontabal memperingatkan Soseono bahwa yangjeon bisa saja berpura-pura meninggalkan markasnya menuju ke Hyento tapi  rencana yang sebenarnya adalah menyerang markas Jolbon.dan oleh karena itu Soseono tetap harus berhati-hati.Gyepil datang.Soseono bertanya mengapa Ia ada di sini seharusnya Ia di jolbon.Gyepil berkata Ia ada di sini untuk mengantarkan bahan makanan untuk mereka,Soseono mengucapkan terimah kasih dan bertanya keadaan anak-anaknya.Gyepil berkata tidak usah Khawatir justru anaknya yang sulunglah yang mengkhawatirkannya(kalau tdk salah namanya Biryu).Gyepil berkata Ia harus hati-hati karena Wootae  sudah tiada dan meminta Sayong untuk menjaga Soseono

Yeongpo tiba di Buyeo Majin menyambutnya.Yeongpo marah pada Majin dan bertanya apa yang terjadi.Majin menhawab tidak tahu.saat itu menteri datang dan bertanya padanya apa yang Ia lakukan di Jolbon?yeongpo hanya menjawab Ia hanya ingin menyelamatkan Buyeo.dalam Kuil Mawuryeong Ia berdoa memohon agar pangeran Daeso dan tentaranya bisa pulang dengan selamat karena Ratu memintanya untuk memdoakan Daeso.penasehat Ratu datang dan berkata Yeongpo telah tiba.Ratu meminta agar Yeongpo menemuinya.

Di kediamannya Ratu, Yeongpo menjelaskan kedatangannya ke Jolbon bahwa Dia hanya menawarkan perdamaian pada Jumong.Ratu bertanya apa kata Jumong?Yeongpo  berkaya Jumong tidak mengatakan apa-apa.Ratu kemudian melanjutkan saat ini orang berpikir bahwa Yeongpo menghianati Buyeo.dan Ratu memperingatkan Yeongpo  untuk menjaga kelakuannya selama  Daeso pergi  atau Daeso tidak akan memaafkannya jika Ia berhianat.Saat it Budeukbul mendapat berita bahwa Hyento sudah jatuh,Ia kemudian melapor pada Baginda(sekarang Baginda asyi dengan dunianya sendiri)bahwa sekarang keadan Daeso dan Yangjeon dalam keadan berbahaya Baginda harus mengirim bantuan tentara lebih banyak lagi kesana?Baginda berkata Jika Daeso dalam bahaya Baginda yakin Daeso mampu melarikan diri maka Dia tidak akan mengirim pasukan lagi.

Baginda berkata Jumong berhasil merebut benteng Hyento itu memang sudah kehendak langit dan jika mereka berusaha menghentikannya mereka pasti tidak akan berhasil karena langit berpihak pada Jumong sehingga Baginda meminta pada Budeukbul untuk memikirkan  cara menyelamatkan Buyeo.kemudian Baginda tertawa(wah tambah parah nih lebih baik cepat2 di bawah ke RSJ saja).Ohyi,Mari dan Moogol meliahat dari jauh perkemahan musuh untuk memastikan bahwa musuh tidak melakukan pergerakan apapun.kemudian mereka melapor pada Jumong bahwa mereka belum melakukan pergerakan apapun.Jumong berkaya Ia akan ke pangkalan militer mereka untuk berdiskusi dengan yang lainya.Jumong tiba Soseono menyambutnya  dengan senang.di perkemahan Jumong berkata pad aSoseono dan Yeontabal bahwa Yangjeon akan menyerang perkemahan mereka tapi Ia akan berusaha membuat Yangjeon masuk perangkap mereka.

Sementara itu Mopalmo,Chansoo,Musong sedang terburu-buru membawa bahan makanan dan  bahan peledak ke perkemahan,Jumong bertemu dengan mereka dan mengucapkan terimah kasih atas bantuan mereka dan Musong beserta Yeongharyeon membagikan dagin pada tentara.sementara di markas  militer Hyento para prajurit hanya diberi kentang saja(pantas kalah kurang gizi sih coba lihat tentara jumong makan daging boo).Yangjeon melihat Daeso dan berkata mereka harus mundur,Daeso menegur Yangjeon  dan berkata mengapa sekarang Ia begitu lemah dan berkata dengan tegas bahwa mereka akan menyerang pasukan utama Jolbon.pada  saat bersamaan pelayan Yangjeon datang membawa surat dari Jumong,Yangjeong membacanya dan Ia amat marah dan memaki-maki Jumong.

Daeso membaca surat itu dan berbunyi demikian  Yangjeon Damul telah  menguasai benteng Hyento,putrinya serta menteri-menteri ada dalam tahanan dan meminta Yangjeon untuk menyerah sekarang jika Ia tidak mau menyerah maka Damul akan mengusir mereka dari kampung halaman mereka sendiri setelah membacanya Daeso amat marah dan berkata  mengapa kau begitu senang dihina seperti ini,tapi Yangjeon menjawab jika mereka menyerang markas tentara Jolbon,Seolrang dalam bahaya.

Daeso berkata Jumong tidak akan membunuh para tahanan dan Aku punya ide untuk menjebak Jumong kemudian mereka berdua pergi ke markas tentara Jolbon.Mari melihat mereka dan bergegas melapor pada Jumong.Mari berkata pasukan Yangjeong telah meninggalkan markas dan sedang menuju kemari.

JUmong bertanya ada berapa orang,Tidak semua tentara pergi ada sebagian yang menjaga markas jawab Mari dan yang pergi bersama Daeso dan Yangjeon bukanlah pasukan utama mereka.Jumong menyuruh Mari untuk menyiapkan tentaranya juga.Jumong kemudian pergi ke tentaranya dan mengatakan saat yang ditunggu telah tiba tentara Yangjeon sedang menuju kemari sehingga Dia yang akan bertemu dengan mereka dan memerintahkan Bubunno dan Buwuiyeom untuk menyiapkan pasukan kedua sementara Soseono dan yang lainnya akan melihat dari jauh.

Kelompok Yangjeon dan kelompok Jumong saling berhadapan di tempat terbuka.Daeso meminta Yangjeon untuk maju,Yangjeon maju dan Jumong juga maju dan berteriak serang tapi ketika pertempuran berjalan Daeso menyuruh Naro untuk mundur,Jumong berkata jangan biarkan mereka lolos dan mengejar mereka.Yangjeon memandang puas karena Daeso mulai berhasil membawa Jumong keperangkap mereka.Di  lembah Cheon-hyeop pasukan Hyento sedang mempersiapkan perangkap dan ketika seorang pasukan memberitahu Bahwa JUmong sedang berlari ke arah sini mengejar Daeso.Jenderal tersebut memerintahkan pasukannya untuk menyiapkan panah dan memanah Jumong dan pasukannya ketika lewat.oleh karena itu Daeso berlari bersama pasukannya kea rah lembah tapi belum sampai di lembah Jumong menghentikan pasukannya dan berbalik pergi.Daeso yang tidak mengetahui ini terus berlarih kea rah lembah dan menyuruh mereka bersiap tapi tunggu punya tunggu yang ditunggu kok tidak muncul.Naro mendekat untuk membantu tapi Daeso takut untuk mendekat tapi berkata orang-orang Yangjeon pasti akan berusaha membawa pasukan Jumong kembali keperangkap mereka.

Sementara itu pasukan kedua yang dipersiapkan Jumong.di pimpin oleh Bubunno dan Buwuiyeom menyerang Yangjeon,Yangjeon melarikan diri kelembah sementara pasukan yang ada dilembah mendengar derap kaki kuda bersiap untuk memanah,saat mereka semua menunggu Jumong kembali ke markas militernya sedangkan Yangjeon mundur kembali juga ke markasnya.Di markas Yangjeon berkata lebih baik sekarang mereka menyerang Benteng Hyento saja sambil menunggu bantuan dari Yeodong tapi dongseon datang dan melapor pasukan Yeodong dalam perjalanan kesini tapi mereka harus berbalik kembali karena benteng mereka juga di serang oleh Malga dan hyonnu.Yangjeon amat kebingungan Ia keliar berteriak dan menyuruh menteri menyiapkan pasukannya Ia akan menyerang benteng Hyento dan menyuruh pasukan sisa untuk berjaga-jaga di markas.

Sementara di lembah Cheon-Hyeop jenderal Hyento berseru pada pasukan untuk memasang panah api tapi komandan datang dan berkata Jumong tidak akan tertipu dua kali namun Jumong bersama pasukannya datang tengah malam di saat pasukan Hyento sedang beristirahat,Jumong dan pasukannya mulai menyerang mereka dan membantai habis seluruh pasukan yang ada di lembah.di saat yang bersamaan datang  seorang prajurit dan melapor pada Soseono dan berkata Pasukan Yangjeon menuju ke benteng Hyento namun pasukan utama masih ada di markas  militer.Sayong berkata Dia ada untuk mencegah mereka menyelinap saat itu utusan dari Jumong tiba dan berkata Jumong telah berhasil menyerang lembah dan akan mengejar mereka yang melarikan diri.Soseono menyiapkan pasukannya untuk membantu Jumong.

Yangjeon,Daeso dan tentara mereka bersiap menyerang Hyento kemudian Jumong datang dari arah yang berlawanan karena mengejar tentara yang berusaha melarikan diri,akhirnya mereka bertemu dan terjadilah perang.Dongseon dan penasehat Yangjeon di bunuh oleh tentara Damul,Jumong melihat Yangjeon dan mendekatinya tapi  Ia sudah mau melarikan diri bersama Daeso dan Naro.mereka Naik ke atas kuda dan mulai melarikan kudanya Jumong mengambil busur dan memanah Yangjeon.panah tepat kena Yangjeon dan Ia terjatuh dari kuda,Daeso hendak kembali menolong Yangjeon tapi Naro menahannya kemudian mereka melanjutkan pelariannya.ketika  mereka Jauh,Daeso turun dari kudanya dan Ia amat marah karena seluruh pasukannya mati dibantai tentara Damul.

pagi hari Jumong berdiri di hadapan Yangjeon yang terluka dan berkata Kau lahir sebagai putra Gaemak tapi menjual diri pada Han dan menjadi antek mereka tapi aku akan memberikanmu satu kesempatan untuk menebus kesalahanmu yaitu berjuang  melawan  Han tapi Yangjeon berkata Ia tidak akan mengemis pada Jumong.Jumong memenuhi keinginan Yangjeon dengan membunuhnya.dan setelah membunuhnya Jumong mengangkat pedangnya keatas langit untuk menyatakan bahwa mereka telah menang.para tentara bersorak untuk kemenangan mereka.

Iklan

2 responses to “Sinopsis Jumong Episode 71

  1. antony berkata:

    hidupp.jumoong….!!..berhasil jg membunuh tentara han…kira2 jumong mo nyerang chang ann ga ya?….biar ga ada serangan balik….hehehehe…sayang daeso..selamaaat..rrrgggh..o iya…istrinya kan msh di hyento berati bisa dibunuh krn selalu menyiksa ibu, istri dan anaknya jumong….oiya..kabar istri dan anaknya bgmn ya?…

    • avrilend berkata:

      tidak kayaknya tapi saat ini Jumong lagi sibuk membangun negara.berita isteri mah anaknya nanti di episode 74 baru ada beritanya.baca aja terus sinopsisnya and makasih komennya ^_^……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: