Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong Episode 79

pada 22 April 2010

Pabrik besi benar-benar terbakar dan tidak ada yang selamat.Jumong kesana dan bertanya apak Yuri benar-benar masih ada di dalam.Mopalmo menjawab Iya.Jumong panic dan berusaha masuk kedalam api tapi Ia dihentikan oleh Mari cs.Sayong melapor pada Soseono bahwa pabrik terbakar dan yuri ada didalamnya.Soseono bergegas ke pabrik disana tinggal puing-puing .

Dia melihat Jumong yang jatuh berlutut tampak pucat.Soseono bertanya pada Jumong mengapa ini terjadi?tapi Jumong diam saja justeru Mopalmo yang menjawab sambil berlutut bahwa semua ini adalah salahnya dan meminta agar Ia dibunuh saja.Jumong menguatkan hatinya dan meminta pada Jaesa untuk mengurus pemakaman Yuri.Jumong amat terpukul dan Ia berusaha menyeret dirinya kembali ke kamarnya.

Soseono meminta ohyi untuk menyelidiki siapa dibalik semua ini?Ohyi dan Mookgeo mulai menyelidiki dan mereka menemukan bahwa penjaga luar instana tidak memiliki luka pisau pada mereka.Ohyi bertanya pada Mookgeo apakah ini sama akan apa yang Mookgeo kira.jawab mookgeo sulit untuk menemukan yang seperti itu di masa yang sekarang sedangkan  Jaesa bertanya pada Musong apakah mereka menemukan tubuh Yuri,Jawab Musong sangat sulit membedakannya karena tubuh mereka semua hangus dan rusak tapi moogol berteriak menyuruhnya tetap mencari.Musong juga teriak meminta Moogol untuk menyelidiki siapa dalang dari semua ini.Mari menegur mereka untuk tidak berkelahi,saat yang bersamaan Mogool melihat pangeran Yuri keluar dari semak-semak sambil membawa  salah satu pelaku yang membakar pabrik tersebut.

Mereka kaget dan bergegas menghampiri Yuri,Yuri hanya tersenyum melihat mereka(coba dia tahu bahwa semua org panik akibat ulahnya yah eh malah muncul sambil senyum-senyum…).Hyeopbo melapor pada Jumong bahwa Yuri  masih hidup.Jumong keluar tak percaya dan mendekati Yuri.Jumong memegang kedua pipi Yuri kemudian bertanya apa yang terjadi?Yuri meminta maaf karena membuat Jumong khawatir.ketika Ia melihat api mulai berkobar,Ia  melihat salah satunya dan mengejarnya,akhirnya Ia menangkapnya dan mendapat informasi bahwa dibalik penyerangan ini semua adalah bangsa Han.

Jumong mengadakan Rapat darurat bersama menteri-menterinnya.Dalam rapat Jaesa menyalahkan Chansoo karena Ia adalah kepala keamanan di istana dan meminta Jumong untuk menghukum Chansoo dan Jumong memerintahkan agar Chancoo di penjara.Mari kemudian berkata saat ini mereka harus mengawasi di perbatasan dan membatasi orang yang keluar masuk sebelum perang dengan Han karena mereka mencegah para pembunuh dan mata-mata Han,Jumong setuju dengan Mari.

Pangeran Onjo dan Biryu melihat chansoo di bawah oleh prajurit,Onjo berkata apa yang akan terjadi dengan paman Chansoo?karena kelalaian Paman chansoo sekarang mereka kehilangan pabrik dan seluruh pandai besi mereka.Onjo berkata lagi sekarang semua orang di istana memuji pangeran Yuri kalau bukan Dia mereka pasti tidak tahu siapa dalang semuanya itu.(kayaknya sdh mulai terjadi perpecahan nih).saat itu Yuri datang,Onjo terkejut.Biryu bertanya pada Yuri apakah Ia baik-baik saja?Yuri balas Ia baik-baik saja.Biryu berkata lagi jika terjadi sesuatu pada Yuri,Ayahanda akan amat terpukul.Yuri berkata sekarang Ia akan bersikap seperti seorang Pangeran.

Yeoncharyeong menemui Ratu Soseono,Ia meminta agar Soseono berbicara pada Raja Jumong untuk membebaskan Chansoo.Soseono marah dan berkata kita akan pergi berperang dan sekarang pabrik besi kita terbakar,orang-orang pandai besi kita mati semua,sekarang bagaimana kita membuat senjata untuk berperang?dan ini semua kelalaian Chansoo dan Ia pantas dihukum.yeonchaeryeong terkejut akan penolakan Soseono.Soseono menyuruh Bibinya untuk kembali saja ke kamarnya.

Mopalmo melapor pada Jumong bahwa masalah terbesar mereka adalah seluruh pandai besi mereka tewas dan sangat susah mencari orang yang mempunyai pengalaman selama 10 tahun.Jaesa berkata ini yang diinginkan Han sebenarnya.Hyeopbo menawarkan diri untuk bekerja di pabrik tapi Mopalmo mencemookannya dan berkata tidak semua orang bisa bekerja di pabrik besi meskipun ingin(he…he….Hyeopbo di tolak mentah2 padahal tampangnya itu garang loh).Jumong bertanya apakah dengan meminjam pandai besi dari Buyeo itu akan membantu mereka?Mopalmo menjawab mungkin saja.dan Jumong memerintahkan Mari dan Jaesa untuk membawa garam dan obat-obatan dan meminta pandai besi Buyeo  untuk belajar di Goguryeo.JUmong meminta Mopalmo untuk memakamkan yang sudah mati dengan layak dan mengurus mereka yang masih hidup.

Sementara itu Jaesa mengaku pada mari bahwa dulu Ia tidak mengerti mengapa Raja ingin membantu pengembanggan senjata Buyeo sekarang barulah Ia mengerti dan seandainya Raja Daeso tahu Ia pasti tidak akan membiarkan pandai besinya untuk belajar  di Goguryeo.mereka harus pergi sekarang dan harus secepatnya keluar dari Buyeo.sementara di benteng Yodong para pembunuh kembali dari misi mereka dan melapor pada Hwang  bahwa pabrik besi dan hampir semua pandai besi Goguryeo tewas semua.Hwang merasa amat puas dan memberikan  50 unit sutra.Hwang berkata pada para menteri dan jenderal  mereka harus menggunakan kesempatan ini menyerang Goguryeo dan mengembalikan kemulian Han.

Yeongpo tiba di Buyeo.Daeso memintanya untuk berhenti membuat ibu mereka Khawatir.Yeongpo berkata Ia akan menyerahkan seluruh hartanya untuk digunakan oleh Buyeo,Daeso berkata apa yang telah Ia sepakati tetap akan terlaksana.Yeongpo pergi dengan penuh kemarahan.Daeso bertanya pada Budeukbul bagaimana tentang pertemuan mereka.Budeukbul berkata Baik seperti yang mereka perkirakan.Daeso berkata Ia akan menggunakan Han dan Goguryeo demi keuntungan Buyeo.saat itu Naro datang melapor bahwa utusan Goguryeo telah tiba.

Jaesa dan Mari menghadap pada raja Daeso yang dihadiri  oleh para menterinya dan berkata mereka datang untuk memenuhi perjanjian mereka dan Raja Jumong  telah mengirim garam dan obat-obatan untuk Buyeo.Daeso mengucapkan terimah kasih kemudian Ia bertanya tentang pengembangan senjata mereka

.Mari dan Jaesa tampak sedikit khawatir walaupun itu Cuma akal-akalan mereka.Budeukbul bertanya apakah mereka akan membatalkan perjanjian itu.(ternyata ada org yg masuk perangkap juga toh..)Mari berkata jika memang Buyeo ingin mengirim pandai besi mereka sekaranglah saat yang tepat dan Daeso memerintahkan agar para pandai besi mereka  pergi ke Goguryeo untuk belajar mengembangkan senjata mereka.setelah itu di luar Mari dan Jaesa tertawa bahwa mereka telah berhasil menipu Daeso(he…he… salut  ama mereka berdua)Mari kemudian berkata mereka harus buru-buru meninggalkan Buyeo sekarang sebelum Daeso mengetahui yang sebenarnya.

Sementara Yeongcharyeong menemui anaknya di penjara.Ia berkata ini adalah bukti bahwa Raja tidak memperhatikan orang Gyeru dan Ia bersumpah akan melakukan sesuatu.kemudian Ia menemui Yantak dan menyusun sebuah rencana kemudian Yantak berkata ini terlalu berhaya dan jika ketahuan mereka akan berakhir.Yeongchaeryeong mengatakan bahkan jika mereka tidak melakukannya tinggal menunggu waktu saja mereka akan hancur.sementara itu Jaesa dan Mari tiba di goguryeo mereka membawa  para menteri dan pandai besi dari Buyeo disertai Naro.para pandai besi terkagum-kagum melihat istana Goguryeo yang begitu besar dan indah(ternyata mereka udik juga yah….).

Para menteri Buyeo tiba di dalam dan bertemu dengan Jumong.mereka bertanya keadaan Raja Jumong dan mereka telah membawa para pandai besi mereka untuk belajar tehnik rahasia pembuatan baja.Jumong berkata Dia akan  memenuhi janjinya pada  Buyeo.Naro berkata bahwa Buyeo akan mengirim tentara dan kuda untuk membantu  Goguryeo dalam menghadapi Han.

Jumong meminta pada Sayong untuk menyiapkan pesta penyambutan kedatangan Oraang –orang Buyeo dan Sayong segera mempersiapkannya.Naro berbalik dan hendak pergi ketika Ia melihat Yuri  berdiri di antara menteri Goguryeo dengan pakaian yang amat berbeda dan Naro terkejut(dlm hati nao bertanya apa yang yuri lakukan di sini yah….).Naro meminta salah satu prajuritnya untuk mencari informasi dan betapa terkejutnya Dia ketika prajurit itu melapor bahwa Yuri adalah putra Raja Jumong yang ternyata masih hidup.

Mopalmo melapor pada Jumong bahwa pandai besi dari Buyeo semuanya amat berpengalaman dan terampil sehingga mereka dapat bantuan besar dalam rangka membuat senjata.Mari berkata itu sudah kehendak langit untuk mengalahkan Han.sedangkan di Buyeo Heukchi berkata jika pandai besi mereka dapat belajar tehnik rahasia pembuatan baja maka itu amat menguntungkan bagi mereka.

Budeukbul setuju itulah mengapa Goguryeo cepat menjadi bangsa yang kuat dan berkembang karena persenjataan mereka lebih maju.Daeso senang mendengar itu semua.(padahal seandainya Ia tahu yg sebenarnya Ia pasti tdk akan sesenang itu…he..he…mereka semua kena tipu yah…).tidak lama pengawal melapor bahwa gubernur Hwang  datang.

Daeso menemuinya dan bertanya pada Hwang apa yang membawanya kemari?Hwang berkata Yodong sudah siap berperang dan tentara sebanyak 20.000 dari Chang-Ahn akan dikirim untuk membantu Yodong.Daeso bertanya apakah benar Chang-Ahn sudah mengirim tentaranya.Ia  jawab Hwang .Budeukbul berkata jika Yodong telah bersiap menyerang Goguryeo sementara pasukan dari chang-Ahn belum tiba?Hwang mengatakan  tidak perlu khawatir.Heukchi bertanya mengapa Hwang bisa seyakin itu?Hwang berkata baru-baru ini Dia telah mengirim pembunuh untuk membunuh para pandai besi dan menghancurkan pabrik dan Ia menyatakan tidak peduli goguryeo betapapun bekerja kerasnya untuk membuat senjata mereka tidak akan mampu membuat senjata sewaktu berperang dengan Han.

Daeso tampak kecewa(he…he.. akhirnya sadar juga dia…) .setelah itu Daeso merasa di tipu oleh orang-orang Goguryeo dan Ia berteriak mengatakan apa yang di lakukan mata-mata kita di Goguryeo mengapa mereka tidak  melaporkan peristiwa ini?heukchi berkata karena pandai besi mereka sudah di sana mereka tidak dapat memintanya kembali

.Budeukbul berkata pada Daeso anggaplah ini hal yang baik dan Daeso terkejut.bahwa ini kesempatan mereka melihat Goguryeo dan Han bertempur.kemudian Naro datang dan melapor bahwa anak yang memenangkan pertarungan dan telah di angkat menjadi pengawal pribadinya ada di Goguryeo dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa Dia adalah Yuri yang tak lain dan tak bukan anaknya Jumong dengan Yesoya  dan ternyata mereka berdua masih hidup.Daeso benar-benar terkejut dan sangat marah(yah kalau marah bisa menyebabkan stres dan gangguan jantung

Karena Daeso kerjanya terkejut terus sih…).

Yeongpo minum-minum ketika Majin datang dan mengajaknya keluar.di luar Yeongpo melihat altar dan Mawuryeong bersama dengan Seolrang dan Ia berkata Ia akan bergabung dengan mereka.selanjutnya Mawuryeong,Seolrang dan Yeongpo semuanya berlutut.Mawuryeong mulai upacaranya dan meminta langit untuk membunuh Jumong yang akan menyusahkan Buyeo.Yeongpo juga berdoa seperti itu tiba-tiba angin kencang dan kilat menyambar Mawuryeong.Seolrang dan Yeongpo takut lalu Ia menyuruh Majin untuk melihat keadaan Mawuryeong,Majin mendekat dan memeriksanya kemudian Majin berkata Dia sudah mati.

Yeongpo jelas saja melarikan diri secepat kilat.Haochen meminta Seolrang untuk meninggalkan tempat itu tapi dia terlalu terkejut.berita kematian Mawuryeong akhirnya sampai juga pada Ratu Wonhu.pelayan mengatakan Dia mati di sambar petir karena mengadakan upacara menggutuk Jumong atas permintaan Seolrang Ratu bergegas menemui Daeso dan bertanya apakah Dia tahu yang terjadi ?”Iya” jawab Daeso dan Ratu wonhu mengatakan meskipun Ia amat membenci Jumong tapi meminta Daeso untuk  tidak pergi melawan Jumong lagi karena Dia dilindunggi oleh langit.Daeso berkata pada Ratu agar tidak khawatir dan Dia tidak akan binasa dengan mudah.

Di Goguryeo.Mopalmo mengawasi pembuatan senjata.Jaesa dan Mookgeo datang memeriksa para pekerja dan bertanya tentang pembuatan Bom.Mopalmo mengatakan semuanya lancer.mereka berdua melapor pada Jumong dan berkata pandai besi dari Buyeo telah bekerja dengan baik.Buwuiyeom melapor juga bahwa tentara mereka telah ada di perbatasan bersiap untuk menyerang benteng Yodong.Jumong meminta mari untuk mengirim pesan pada Haeng-in dan Bu-gok untuk mempersiapkan tentara Yeong-na.Mari mengatakan Dia akan tapi tiba-tiba Yuri angkat bicara dan berkata Han telah membunuh pandai besi mereka dan menurutnya mereka juga harus membunuh pandai besi mereka.Ohyi setuju.

Yuri berkata lagi dari temuannya Chang-ahn mengirim tentara dan dipimpin oleh saudara hwang yaitu  Hwang jaseong ,Jumong dengan seksama menyimak perkataan Yuri.Yuri berkata jika Jumong memberinya sekelompok tentara maka Ia akan pergi membunuh  Hwang-jaseong itu.Jumong memuji Yuri dan berkata  Dia akan pergi pada misi ini.pangeran Biryu marah(kayaknya sdh ada benih2 kebencian dlm diri Biryu pd yuri nih…..) .Sayong berkata ini amat berbahaya Jaesa setuju dengan Sayong dan berkata biar Ohyi saja yang melakukannya.Jumong berkata Dia tidak akan menarik kembali perkataanya dan meminta Ohyi menyiapkan keberangkatannya.

Yeonchaeryeong dan Yantak melihat kesempatan ini.yeonchaeryeong dan yantak mengunjunggi Biryu(kayaknya rencanannya sdh mau mulai dijalankan nih) dan berkata cara Raja memandang yuri dan Biryu amat berbeda.Biryu bertanya apa maksudnya?Yeonchaeryeong berkata bahwa ada rumor yang menyatakan setelah Yesoya sehat kedudukan Ratu akan diberikan padanya dan Yuri otomatis akan menjadi putra Mahkota dan ini akan mengancam kedudukan Biryu di masa yang akan datang(dasar emang orang yah kalau udah niat jahat semuanya diputar balikkan yg kasihan Biryu yg masih polos tdk mengerti politik adu domba)

Biryu kaget mendengar semua itu.Dia tahu bahwa ibunyalah yang membantu Jumong membangun Negara ini masak Jumong akan melakukan semua itu?Yantak berkata bukan Jumong yang akan melakukannya tapi Ibunya sendiri yang dengan ikhlas menyerahkan semuanya itu.apakah Biryu akan tinggal diam saja kalau itu terjadi?

Pangeran pergi menemui Ibunya dan berkata ada yang ingin Ia tanyakan pada Ibunya.bahwa di sekitar istana telah beredar isu bahwa setelah Yesoya pulih dia akan di angkat menjadi Ratu.Soseono menjawab Dia tidak tahu Biryu mendapat informasi itu dari mana tapi soseono mengatakan kalau memang itu terjadi dia akan menyetujuinya.Biryu terkejut dan bertanya apa yang akan terjadi pada Dia dan Onjo.

Soseono menjawab  mereka tidak perlu khawatir selama mereka bisa melayani Raja dengan baik.Biryu berkata Ia tidak akan tinggal diam dan walaupun Yuri anak Jumong,Dia tidak akan membiarkan Yuri menjadi putra Mahkota.kemudian Biryu pergi.Soseono memanggilnya sementara di luar Yantak dan Yeonchaeryeong melihat Biryu kelura dan tampak marah.mereka saling tersenyum puas.

Sementara Jumong,Yuri dan Ohyi serta beberapa tentara  menyerang saudara Hwang yang sedang mengadakan perjalanan ke benteng Yodong.dan di saat tentara Chang-ahn lewat Jumong beserta anak buahnya mengadakan serangan dadakan. Saudara Hwang hampir saja membunuh Yuri tapi Jumong menolonngnya dan sebagai gantinya saudara Hwanglah yang terbunuh.sementara di benteng Yodong datang prajurit melapor pada Hwang bahwa tentara chang-Ahn telah diserang oleh goguryeo.gubernur Hwang panik dan bertanya keadaan kakaknya bagaimana?tentara mengatakan DIa sudah mati dan yang melancarkan serangan ini adalah Raja Jumonmg sendiri.

Sementara di Goguryeo.Soseono sedang merenunggi kata-kata Biryu tak lama pelayan melapor bahwa Yesoya telah siuman.Soseono pergi menemuinya.ketika tiba di kamar Yesoya.Yesoya berusaha untuk bangun  tapi Soseono melarangnya dan berkata Ia amat bersyukur karena Yesoya sudah mulai agak baikan.pelayan meninggalkan mereka.Soseono duduk di samping Yesoya dan  berkata Ia meminta maaf karena Dialah penyebab semua beban ini.Soseono meminta Yesoya  untuk tidak berkata seperti itu.kemudian Soseono melanjutkan Ia berterimah kasih karena sekarang Ia telah siuman pasti Raja amat senang mendengar ini.

Yesoya memanggil Soseono ratu dan Ia akan pergi dari sini setelah Ia baikan.Dia hanya ingin Yuri menemui ayahnya sebelum Ia meninggal dan keberadaannya disini pasti membuat Raja dan Ratu dalam kesulitan dan Ia akan pergi.Soseono mengatakan Dia adalah isteri pertama Raja Jumong dan berhak mendapatkan kedudukan Ratu,Yesoya mengatakan  bahwa Dia tidak dapat.saat itu pengawal datang melapor bahwa Jumong telah kembali.

Soseono bertanya apakah Yesoya mampu untuk keluar?kalau mampu kita sama-sama menyambut kedatangan Raja.Jadi dengan bantuan pelayannya Yesoya berusaha bangun dan bersama-sama Soseono menjemput Jumong di depan gerbang.Jumong dan Yuri masuk dan melihat Yesoya sedang menjemput mereka.keduanya hanya memandang Yesoya dan tidak memperdulikan Soseono jadi salah tinggkah.Jumong mendekati Yesoya dan Yuri pun begitu.Biryu melihat semua itu dan Ia tampak kesal.

Jumong dan Yesoya berbicara berdua dikamar Jumong.Jumong  mengucapkan terimah kasih pada Yesoya karena telah membesarkan Yuri seperti itu.Yesoya menjawab Dia tidak melakukan apa-apa.Jumong berkata Yuri telah membantunya dalam mengalahkan Han,Yesoya tersentuh dan Jumong memegang tangan Yesoya dan berkata Dia akan membayar semua penderitaan yang telah Ia alami bersama Yuri dengan sisa hidupnya(lalu Soseono mau di kemanakan dong…).Jumong tetap memegang tangan Yesoya.

Sementara Yantak mendapat berita bahwa Jumong dan Yuri akan ke perbatasan dan ini kesempatan mereka untuk membunuh mereka dan menjadikan Biryu satu-satunya pewaris Raja.Biryu agak ragu dan takut tapi tidak bisa menolak jadi mereka menjalankan rencana dan mengumpilkan pasukan sementara Jumong dan yuri bersiap-siap ke perbatasan.Yantak memberitahu tentara mereka jika mereka berhasil maka Ia akan memberikan sejumlah kekayaan pada mereka.sementara Yeontabal memberitahu Soseono bahwa yantak dan Yeonchaeryeong telah membawa tentara dan Kuda.entah apa maksud mereka tapi kayaknya mereka akan melakukan kudeta.Soseono terkejut dan bertanya mana Jumong?jawab Yeontabal Ia sekarang ke perbatasan.Soseono meminta pada ayahnya untuk menyiapkan kuda dan tentara.

Jumong bersama yuri sedang dalam perjalanan menuju ke perbatasan sementara Biryu dan pasukannya juga berangkat menuju perbatasan  .Soseono dalam perjalanan bersama dengan  Sayong dan Ayhnya untuk  mencegah pemberontakan itu(kasihan Soseono selagi Ia membereskan masalah ini Jumong malah sedang asyi dengan Yuri)……

Jangan lupa untuk membaca episode selanjutnya yah ^_^………………………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: