Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Jumong Episode Final

pada 5 Mei 2010

Di  Jumong ke luar ke halaman Istana sebagai  pemimpin mereka dan bertanya pada semuanya apakah mereka siap untuk beramngkat dan mereka semua berkata Ia. Jumong meminta Mari untuk memimpin mereka keluar. Mari berkata sebelum mereka pergi Dia akan menangkap mata-mata Han yang ada di Goguryeo dan meminta Moogol untuk menangkap mereka. Moogol dan Bubunno  beserta bersama para prajurit menangkap para mata-mata Han dan memasukkan mereka ke dalam penjara. Setelah itu mereka semua berangkat menuju medan pertempuran.

Sementara itu di istana Goguryeo Soseono bertanya pada Mopalmo dan Musong tentang perlengkapan senjata mereka. Musong menjawab mereka sudah menyiapkannya dan telah mengirimkanya juga ke Buyeo beserta pandai besi mereka. Yeontabal berkata keberhasilan perang terletak dari suplai,jika suplai tidak datang tepat waktu maka akan terjadi masalah yang amat serius. Soseono setuju dan memerintahkan Sayong untuk melipat gandakan pengawal yang akan membawa suplai ke peperangan. Sedangkan dalam Yodong benteng,Hwang memerintahkan prajuritnya untuk menyerang perbatasan Buyeo. Salah satu komandannya berkata jika mereka pergi menyerang Buyeo dan Goguryeo datang menyerang bagaimana? Hwang berkata tidak mungkin terjadi karena mata-mata kita mengatakan Goguryeo dalam sebulan ini tidak berencana menyerang Yodong dan selagi mereka belum menyerang kita menyerang Buyeo lebih dulu. Semua komandan Hwang memuji rencana Hwang yang amat Jenius.

Di Buyeo dalam Rapat Daeso mengumumkan bahwa Ia akan bergabung dengan Goguryeo untuk menyerang Yodong. Semuanya terkejut.Yeongpo bertanya apakah Dia akan benar-benar melakukannya. Daeso menjawab di masa lalu Dia bekerja pada Han demi bangsa mereka tapi kini Han adalah Musuh Buyeo dan mereka harus menghancurkan Han dan membalas dendam atas kematian Baginda Geumwa. Yeongpo berkata jika bergabung dengan Goguryeo itu berarti mengaku kalah pada Jumong tapi Daeso menegaskan dalam rangka menghancurkan Han Dia bersedia bergandengan tangan dengan siapapun. Daeso meminta Yeongpo untuk membantunya kemudian Naro datang melapor bahwa perbatasan mereka telah di serang oleng pasukan Yodong.Saat itu Daeso langsung mengingat percakapanya dengan Jumong yang mengatakan bahwa Yodong akan menyerang Buyeo yang pertama dan Goguryeo akan menyerang Yodong dari belakang.

Para menteri panik dan meminta pada Daeso untuk melakukan sesuatu karena kalau tidak mereka akan HancurDaeso meminta mereka untuk tenang dan berkata Dia dan Jumong sudah mengatur siasat untuk menghadapi serangan ini. Daeso kemudiamn meminta Heuckhi untuk menyiapkan tentara mereka untuk berangkat. Haochen melapor pada Seolrang bahwa Raja Daeso hendak pergi berperang dan meminta Ratu Seolrang untuk mengantarnya tapi Seolrang tidak mau dan berkata bagaimana mungkin aku pergi mengantarnya ketika dia bersekutu dengan Jumong tapi Haochen memberitahu pada Seolrang untuk berpikir betapa saat ini Raja Daeso amat menderita di dalam hatinya ketika harus mengalah pada Jumong,akhirnya Seolrang mau keluar untuk mengantar Daeso pergi berperang. Daeso dan Yeongpo menghadap Ibu mereka dan Ratu meminta mereka untuk kembali dengan selamat. Daeso melihat Seolrang dan  Seolrang dengan mata agak berkaca-kaca berkata pada Daeso untuk kembali dengan selamat.

Dalam kamp Militer Goguryeo, Daeso baru tiba dan Ia disambut oleh Jumong. Daeso mengatakan apa yang Jumong perkirakan ternyata benar saat ini pasukan Yodong telah menyerang perbatasan Buyeo melalui Seonmu. Jumong berkata saat ini Han tidak sadar bahwa Goguryeo dan Buyeo akan menyerang mereka.sementara Han eokus menyerang perbatasan Buyeo Goguryeo dan Buyeo akan menyerang benteng Han Goyeon.  Budeukbul mengatakan benteng Han Goyen merupakan pusat dari bangsa Han kalau bentengnya jatuh itu akan menjadi pukulan yang amat hebat buat han. Jumong setuju dan memerintahkan Goguryeo dan Buyeo untuk menyerang benteng han Goyeon. Daeso berkata Dia akan berusaha.

Sementara itu gubernur Hwang berpesta merayakan kemenangannya, tiba-tiba datang prajurit melapor bahwa benteng Han Goyeon telah kalah. Hwang bertanya bagaimana mungkin dan prajurit mengatakan Goguryeo dan Buyeo bersatu menyerang benteng tersebut. Hwang amat marah.para jenderal berkata dari informasi mata-mata kita yang mengatakan bahwa Goguryeo tak akan menyerang Han selama sebulan adalah tipu muslihat Jumong dan mungkin mata-mata kita sudah ditangkap. Hwang memerintahkan prajuritnya untuk member laporan pada tentara utama tapi prajurit itu belum ada berita dan Hwang mengirim kembali lagi untuk memberitahukan kepada Chang-ahn bahwa mereka juga dalam bahaya. Kemudian Hwang memerintahkan pasukannya untuk kembali ke benteng Yodong.

Bubunno melapor pada Jumong bahwa Hwang telah kembali ke benteng Yodong.Jumong mengumpulkan semua jenderal dan Daeso. Dia berkata Han akan fokus melindunggi Yodong sekarang dan itu tak akan mudah bagi kita untuk memenangkan pertempuran. Semuanya terdiam kemudian Daeso berkata Yodong masih memiliki banyak tentara dibandingkan mereka yang telah bergabung, di tambah lagi pasukan bantuan dari Chang-ahn akan tiba akan sulit bagi mereka untuk menaklukkan Yodong sehingga mereka harus menyerang Yodong sebelum prajurit bantuan datang. Jumong setuju kemudian Budeukbul berkata strategi terbaik adalah menimbulkan kepanikan dalam Yodong dan menyerang dalam 3 atau 4 tahap. Jumong setuju dan berkata Dia dan Daeso yang akan menyerang tahap pertama dengan memakai bahan peledak dan memicu kepanikan dalam benteng Yodong. Ohyi akan memimpin kelompok kedua dan menyerang secara langsung.

Pertempuran pun terjadi. Jumong membuat Yodong panik dengan memakai bahan peledak, banyak dari prajurit Yodong yang mati sewaktu serangan Jumong. Hwang panik dan komandanya memintanya untuk melarikan diri Mogool melihatnya dan berteriak mengejar Hwang yang lari dengan sekelompok prajurit begitupun Mogool yang mengejar dengan beberapa prajurit juga.Hwang melarikan diri dan baru melewati beberapa meter tentara bantuan Han tiba dan mulai memanah tentara yang mengejar Hwang yang bersama Mogool, satu persatu mereka jatuh. Moogol mengangkat tanganya untuk menghentikan pengejaran tetapi tentara bantuan yang berbalik menyerang mogool. Semuanya dibantai habis dan tinggallah Mogool yang dikelilingi oleh tentara Han. Hwang mendekatinya dan meminta Moogol untuk menyerah tetapi Mogol malah teriak, Ia meminta Hwang untuk diam dan mulai melawan tentara Hwang.

Moogol melawan habis-habisan tapi tentara Han terlalu banyak dan akhirnya Dia terkena tikaman dan jatuh ke tanah. Ia tetap berpenganggan pada tombak dan meneriakan nama Hwang dengan penuh kebencian. Hwang meminta anak buahnya untuk memenggal kepala Moogol. Prajurit bersiap memenggal kepala moogol, Jumong dan prajuritnya tiba dan memanah prajurit tersebut. Hwang kaget dan naik kekudanya melarikan diri. Jumong dan Ohyi mendekatinya dan memeluknya. Moogol memanggil kakak pertama pada Ohyi dan Memanggil Jumong sebagai Raja Dan Ia berkata Ia ingin membunuh Hwang dan membawanya pada Jumong tapi Ia tidak berhasil, Ia meminta maaf karena itu tapi Jumong mengatakan tidak apa-apa. Moogol kembali melihat pada Ohyi dan berkata terimah kasih untuk semuanya dan meminta maaf. Ohyi meminta Moogol untuk beristirahat saja dan jangan banyak bicara karena Ia tidak akan mati tapi Moogol meninggal dalam pelukan Jumong dan Ohyi, Baik Jumong maupun Ohyi tidak percaya kalau Moogol sudah tiada(disini adeganya sangat menyedihkan loh….). Mereka berdua berteriak dan berusaha membangunkan Moogol tapi moogol tetap tak bangun dan tak bernafas. Jumong bangkit dan berteriak marah.

Di kamp militer Yodong. Hwang tersenyum dengan puas karena bantuan dari Chang-Ahn telah tiba. Komandan dari Chang Ahn meminta maaf karena datang terlambat tapi Hwang mengatakan tidak apa-apa karena sekarang mereka dapat mengalahkan musuh. Hwang memerintahkan para prajurit untuk menyiapkan makan malam dalam rangka menyambut tentara bantuan.sementara di Goguryeo Soseono, Sayong dan beberapa prajurit yang lain sibuk mengobati tentara yang terluka. Mopalmo dan Musong membagi-bagikan pedang pada prajurit.

Hari berikutnya Jumong bersama Yuri, Biryu, Daeso dan Jenderalnya sedang berperang untuk yang kedua kalinya dalam peperangan Jumong jatuh dari kudanya. Biryu membantu Yuri ketika Yuri dikepung oleh prajurit Yodong. Ohyi Jaesa, Bubunno, buwuiyeom dan Naro terus berusaha melawan dengan gagah berani. Hwang bergabung dan ikut bertempur.Mari melihatnya dan memberitahukannya pada Jumong.Jumong ingin pergi menghadapi Hwang tapi Jaesa mencegahnya dan berkata biar Dia yang membalaskan dendam moogol tapi Jumong berkata tidak dan biar Dia sendiri yang membunuhnya kemudian Ia mendekati Hwang. Dalam beberapa pertempuran akhirnya Hwang kalah dan mati di tangan Jumong.

Jenderal yang melihatnya panik dan berteriak untuk mundur tapi Daeso berteriak untuk tidak membiarkan seorang pun lolos. Setelah semuanya Jumong dan Daeso berdiri melihat prajurit han telah terbantai Habis. Jumong mengangkat pedangnya dan berteriak hidup Goguryeo begitupun dengan Daeso berteriak untuk Buyeo semua bersorak gembira.kemudian Jumong mengucapkan terimah kasih pada Daeso yang mau sama –sama membasmi Han tanpa bantuannya Goguryeo mungkin tidak akan menang. Dan berkata lagi malam ini akan diadakan pesta kemenanggan.para pelayan menyiapkan banyak anggur dan daging untuk prajurit. Selama pesta berlangsung Yuri mengucapkan terima kasih pada Biryu yang telah menyelamatkannya dari medan pertempuran tetapi Biryu berkata Yurilah yang telah menyelamatnya sejak pertama kali mereka bertemu kemudian Biryu berkata pada Yuri untuk menemui Raja dan mengucapkan selamat.

Pangeran Biryu dan Yuri datang menemui raja Jumong dan mengucapkan selamat kepada ayahhanda mereka. Jumong menjawab bahwa Dia bangga melihat mereka berjuang dalam melawan Han karena mereka adalah calon pemimpin masa depan Goguryeo dan Jumong meminta para pangeran untuk pergi berbagi kemenangan dengan tentara-tentara mereka.kedua pangeran setuju dan Jumong mengangkat cangkirnya untuk bersulang. Daeso yang melihatnya agak jauh merasa senang terus Dia berkata lagi hari ini adalah hari kemenanggan satu-satunya dalam hidupnya dan ini semua karena Jumong.Budeukbul berkata tidak dan seperti perkataan Jumong tadi tampa bantuan Buyeo mereka tidak akan menang. Daeso berkata tampa bantuan dari Budeukbul Ia tidak akan mungkin menghilangkan kebencianya pada Jumong. Budeukbul mengatakan agar Raja Daeso jangan berputus asa kompetisinya dengan Jumong baru di mulai.

Jumong pergi keluar dari perayaan dan Dia memeganng dadanya yang sakit, Soseono bertanya apakah Dia baik-baik saja atau Ia akan memanggil tabib saja tapi Jumong berkata Dia baik-baik saja dan berkata pada Soseono bahwa Ia telah bekerja keras selama ini. Soseono mengucapkan selamat pada Jumong tapi Jumong malah berkata ini semua berkat bantun Soseono namun Soseono berkata semua ini dia lakukan karena Ia ingin melihat Jumong mencapai ini semua. Soseono berkata lagi sejak pertama kali Ia bertemu dengan Jumong Ia terus melihat hanya padanya walaupun takdir mereka berdua pernah bengkok karena waktu dan saat Jumong membangun Damul dan Ia membangun Jolbon dan saat pendirian Goguryeo hingga saat ini Soseono hanya melihat padanya dan tak pernag meragukan Jumong sedikitpun.Jumong tersentuh dan menyebut Soseono sebagai isterinya. Soseono berkata Rakyatnya sedang menunggunya dan meminta Jumong untuk kembali ke Goguryeo untuk berbagi dengan mereka,Jumong menatapnya dan mengangguk. Soseono menunduk dan kelihatan amat sedih.

Jumong,Soseono serta para prajuritnya kembali ke Goguryeo. Ketika mereka tiba di istana mereka disambut oleh Yesoya, Yeontabal, Onjo dan Gyepil untuk menyambut mereka.Jumong diperiksa oleh tabib dan Jumong meminta tabib untuk tetap diam tentang lukanya.sementara itu Soseono bertemu dengan pemimpin Gyeru dan berkata Dia ingin meninggalkan Goguryeo dengan orang-orang Jolbon. Gyepil bertanya-tanya mengapa mereka harus meninggalkan Gyepil sementara mereka nyaman disini? Soseono berkata bukanlah perkara mudah mengajak orang-orang jolbon pindah keselatan dan meminta ayahnya untuk membujuk mereka.Gyepil berkata bahwa ini tidak masuk akal.  Sayong bertanya apakah ini dikarenakan adanya Yesoya dan Yuri atau apakah raja Jumong yang ingin mengusirnya keluar tapi Soseono mengatakan bukan karena itu  lalu Sayong bertanya mengapa Dia ingin pergi sekarang?jika Raja memang bermaksud mengeluarkannya maka Dia akan mengumpulkan orang-orang Jolbon untuk membantunya. Soseono meminta Sayong untuk berhenti.Gyepil berteriak.Soseono berkata Dia akan membuka jalan bagi putra-putranya tapi Gyepil berkata jalan untuk putranya adadi Goguryeo namun Soseono mengatakan Dia tidak ingin anak-anaknya berebut tahta karena selatan besar dan Luas,disanalah tempat yang bagus untuk membangun Negara baru dan dengan demikian Ia akan membantu Onjo dan Biryu membangun kerajaannya sendiri dengan ambisi mereka masing-masing.

yeontabal berkata Soseono sudah merencanakan ini ketika mengirim kedua pangeran keselatan.Soseono berkata Dia tahu ini sulit tapi ini adalah cara agar mereka dapat bertahan hidup,yeontabal mengatakan amat berat hatinya meninggalkan Goguryeo  karena disini Dia telah menghabiskan sisa hidupnya tapi karena Dia menghormati keinginan Soseono maka Dia akan melakukannya.

Soseono kemudian memanggil putra-putranya. Soseono berkata bahwa sekarang Dia akan meninggalkan Goguryeo.  Onjo terkejut dan melirik pada Biryu. Onjo bertanya bagaimana dan mengapa? Biryu berkata apakah mereka akan ke selatan dan Soseono mengatakan Iya bahwa Raja Jumong telah mencapai keinginannya sekarang Dia ingin agar anak-anaknya pergi mencapai impian mereka sendiri yaitu membangun Negara mereka sendiri. Soseono berkata seseorang harus menempuh jalan gelap untuk membangun sesuatu yang baru tapi Dia percaya bahwa mereka dapat mencapai itu.Biryu berkata Dia akan ikut dan Onjo juga mengiyakan. Setelah mereka pergi Soseono hendak menangis.

Raja Jumong dan anak buahnya pergi ketanah baru yang mereka peroleh setelah menjatuhkan Yodong. Ohyi mengatakan tanah ini terdiri dari ratusan mil dan Mari berkata  ini adalah kesempatan besar bagi mereka.Jumong melihat sekelilingnya lalu menyentuh tanah dengan tangannya kemudian Ia kembali ke istana.Sayong menemuinya dan berkata Ratu sedang menunggu dikamarnya. Jumong kekamarnya  dan berkata pada Soseono bahwa Dia telah melihat tanah yang mereka peroleh dan akan menyuruh orang-orangnya ke sana.

Soseono tersenyum dan menuangkan anggur untuknya.Jumong meminum anggur yang dituangkan oleh Soseono. Soseono kemudian berkata Dia percaya bahwa nasibnya sangat dalam dengan Jumong, Dia tersenyum dan melanjutkan perkataanya dulu sewaktu pertama kali bertemu dengan Jumong Dia memanggilnya dengan sebutan Bodoh, Jumong tersenyum mengingatnya(penulis juga mengingatnya tapi kok rasanya jadi sedih yah…).saat itu Dia tidak perlu menyembunyikan perasaannya dan saat itu adalah saat yang paling bahagia dalam hidupnya.

Jumong berkata walaupun saat itu takdir mereka sempat terputus (yah  kalau Soseono merit ama Daeso ceritanya akan lain dong…) tapi Jumong percaya saat itu adalah saat yang membahagiakan untuknya juga.Soseono menangis dan berkata bahwa Dia tahu Dia akan selalu ada dalam hati Jumong dan itu sudah membuatnya sangat bahagia tapi sekarang semuanya akan dia kubur kedalam dasar hatinya dan berniat meninggalkan Goguryeo(percakapanya kok  jadi mellow begini yah…pasti sedih bacanya deh).Jumong terkejut dan bertanya  mengapa dia akan pergi? Soseono menatapnya dengan sangat dalam dan berkata sekarang Dia ingin hidup untuk Biryu dan Onjo.Dia akan membantu mereka untuk membangun kerajaan baru dan Dia akan membawa orang Jolbon menuju Selatan.Jumong memintanya untuk berubah pikiran tapi Soseono berkata dimasa yang akan datang Dia akan tersiksa  atas hubungan Biryu, Onjo dan Yuri dan Dia ingin melindungi dirinya dan putra-putranya (sayang yah nggak ada anak ama Jumong coba kalau ada Soseono pasti tidak akan meninggalkan Jumong dan tdk akan ada  kerajaan  Baekje).Soseono menangis.Jumong memanggilnya istriku tapi Soseono malah melihat kebawah dan tak bergeming dengan keputusanya.Soseono kemudian pamit keluar.dikamarnya Jumong merenungi kata-kata Soseono dan kembali lukanya terasa nyeri begitu pun Soseono dikamarnya diam-diam menangis karena Ia tidak akan lama lagi berada di sini.

Keesokan harinya Hyeopbo bertanya pada Sayong apakah benar Ratu akan meninggalkan Goguryeo?Ya jawab Sayong.hyeopbo berkata bahwa ini tidak masuk akanl dan meminta Sayong untuk menghentikannya tapi Sayong berkata itu sudah keputusan Ratu dan tidak dapat digangu gugat.Hyeopbo bertanya jika ratu pergi apakah Dia juga akan pergi(sebenarnya intinya Cuma itu tapi ingin bertanya langsung tidak enak jadi berputar-putar dulu deh..)Sayong menjawab harus.Hyeopbo amat putus asa tapi Sayong berkata biarpun dia meninggalkan Hyeopbo nasib mereka belum berakhir dan sampai mati dia tidak akan melupakan Hyeopbo.Hyeopbo menangis,Sayong meliriknya dan matanya juga mulai berkaca-kaca(kasihan  hyeopbo yang tidak akan pernah sampai tua sama-sama Sayong).

Yuri menceritakan pada ibunya Yesoya tentang keputusan ratu yang akan meninggalkan Goguryeo dan walau pun para penasehat dan menteri mencoba untuk menghentikannya tapi Ratu tetap bulat pada keputusanya.Yesoya bergegas keluar  untuk menemui Soseono tapi di jalan Dia bertemu dengan Soseono yang berkata padanya bahwa a di luar terlalu kencang tidak baik buat kesehatan Yesoya.Yesoya bertanya apakah Dia akan benar-benar pergi?Ya jawab Soseono.Yesoya berkata bahwa itu tidak bisa dan Dia bersama Yuri akan pergi sebagai gantinya.Soseono mengatakan Dia pergi bukan karena Yesoya atau Yuri.Soseono berkata lagi Dia mendengar bahwa pada hari dimana Ia dan Jumong menikah Yesoya datang bersama Yuri untuk menemui Jumong tetapi Saat mengetahui bahwa Jumong menikah lagi Yesoya langsung pergi bersama Yuri.Soseono tahu bahwa selama ini Yesoya amat menderita dan Dia telah merasa bahagia sekaranglah saatnya bagi Yesoya untuk berada disisi Jumong untuk membantunya dan Dia akan pergi  tampa perlu khawatir lagi.Soseono meminta Yesoya untuk menjaga Raja baik-baik.

Soseono berkata pada Yesoya.Dai adalah orang yang sangat berambisi dan Dia pergi untuk mewujudkan mimpinya yang lain sehingga Yesoya jangan menyalahkan diri sendiri karena hal ini.yesoya menangis dan Soseono memegang tanganya dan menghiburnya.sementara itu di istana para menteri sedang mengadakan rapat dengan Raja.Mari dan Ohyi meminta Raja Jumong untuk menghentikan Ratu yang telah lama melayani Raja.Jumong berkata Dia berpikiran sama dengan menterinya dan berkata pada Yeontabal jika mereka ingin pergi karena takut akan ada masalah dalam istana karena perebutan tahta.Jumong menjamin itu tidak akan terjadi dan meminta Yeontabal untuk percaya padanya.jumong meminta pada Yeontabal untuk membujuk Ratu agar berubah pikiran.Yeontabal tidak dapat berkata apa-apa kemudian Soseono muncul dan berkata Dia tidak akan berubah pikiran.Soseono melanjutkan bahwa dia pergi untuk membantu Biryu dan onjo membangun Negara baru dan Ia meminta pada Raja Jumong untuk menyetujuinya.Jumong tidak dapat berkata apa-apa dan melirik Soseono.

Sementara itu Daeso sedang mengadakan upacara suci untuk menghormati dewa.Dalam Doanya Daeso memohon agar para Dewa menolongnya dalam membangun Buyeo dan Dia akan mengikuti keinginan Kaisar terdahulu.Daeso kemudian melihat orang-orangnya dan berkata sekarang mereka akan membangun pasukan yang kuat yang dapat mengalahkan Goguryeo dan Han.sementara di Goguryeo jumong meminta Hyeopbo untuk membawa Mopalmo padanya.Mopalmo menghadap Jumong dan Jumong berkata pada Mopalmo bahwa Dialah satu-satunya yang percaya padanya sewaktu Dia masih menjadi Pangeran yang belum ada apa-apanya dan sekarang Dia berada disini karena Mopalmo percaya padanya bahwa Dia mampu untuk itu.mopalmo berkata pada Jumong bahwa dialah yang percaya padanya dan jika bukan karena Jumong maka Dia tidak akan mampu menciptakan senjata baja dan baju baja.

Jumong berkata Dia tahu kesetiaan Mopalmo dan Dia mempunyai permintaan yang sulit untuk Mopalmo.sebagaimana Mopalmo tahu bahwa Ratu bertekad untuk meninggalkan Goguryeo dan sekarang Dia akan menghormati keinginannya (walau pun sebenarnya agak terpaksa Sih…).Jumong meminta agar Mopalmo ikut dengan Ratu,Mopalmo menangis karena terkejut.Jumong melanjutkan bahwa saat ini yang paling membutuhkan pertolongan Mopalmo sekarang adalah Ratu yang ingin membangun Negara baru.Mopalmo menangis dan berkata bahwa Dia tidak ingin meninggalkan Raja dan ingin melayani Jumong sampai mati tapi Jumong berkata jika Mopalmo mau membantu Ratu maka Dia tidak akan khawatir lagi dan meminta untuk melindungi Ratu.Mopalmo berkata jika itu memang keinginan Jumong maka Dia akan menerimanya.Jumong kemudian membantu Mopalmo untuk berdiri dan mengucapkan terimah kasih pada Mopalmo yang terus menangis.

Hari keberangkatan Ratu.Jumong telah mengumpulkan prajurit-prajurit yang terlatih untuk melindungi Ratu ketika Soseono keluar Jumong berkata bahwa Dia telah mengumpulkan prajurit yang terampil yang ada di goguryeo untuk melindunginya di dalam perjalanan kemudian Jumong memanggil Mopalmo keluar dan berkata bahwa Mopalmo akan menemani Soseono.soseono mengatakan bahwa Dia tidak bisa karena Dia tahu betapa pentingnya Mopalmo untuk Raja.Jumong berkata Mopalmo telah mengembangkan alat-alat pertanian yang akan membantu Soseono mengola lahan di selatan.Soseono tidak dapat berkata apa-apa lagi.kemudian orang-orang jolbon mulai berjalan yang di pimpin Soseono.ketika Soseono telah meninggalkan goguryeo Jumong menaiki bukit dengan kudanya  dan melihat kepergian Isteri dan Anak-anaknya.lukanya mulai terasa sakit lagi dan untuk sesaat Jumong menangis dan hendak pergi kearah mereka tapi Dia berhenti karena lukanya mulai benar-benar terasa sakit.

Jumong terus berperang dengan Han dan Dia sampai mati akan melawan Han sementara Biryu akan membangun kerajaan Michuhol dan Onjo akan membangun kerajaan Wiryeseong di Hanam dan akhirnya mengubahnya menjadi Baekje.sementara nasib buruk daeso dan Jumong akan terus berlangsung untuk waktu yang lama.Daeso  pada akhirnya akan di bunuh oleh cucu Jumong yang bernama Daemushin,setelah kematian Daeso kerajaan Buyeo jatuh.tidak lama setelah kepergian Soseono Jumong menyerahkan tahtanya pada Yuri dan Dia meninggal di usia 40 tahun.

P.s.

Terimah kasih buat teman-teman yang membacanya dan yang telah memberikan komen buat penulis.saya berharap semua menikmatinya  ^-^………


One response to “Jumong Episode Final

  1. yasni febriana mengatakan:

    sedih banget ineh cerita aku baca 2 hari sampai lupa tdur sama makan. sedih banget.. bacanya nagis terus dan ada saat dimana dialog 3 teman jumong yg lucu banget tanpa menont film nya aku bisa tau dan membayangkan film itu gimana karena cerita yg disajikan begitu jeas thanks ya da muat tulisan tentang ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: