Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Episode 10 The Legend

pada 31 Mei 2010

Di dalam Hwa Cheon, Yon Garyeo dan  Daejangro berbicara. Mereka membahas tentang cahaya yang menyilaukan di  Daejasung dan menghilangnya Dam Deok. Yon Ga Ryeo bertanya apakah motif yang sebenarnya dan Daejangro mulai curiga bahwa Damdeoklah Raja Jusin yang sebenarnya.ayah Hogae berkata  “Apa yang kau ucapkan, sekarang Hogae adalah Raja Jushin, raja yang kita telah tunggu selama ribuan tahun itu adalah Hogae. Daejangro berkata bahwa  kelompok  Hwa Cheon telah menunggu selama 2.000 tahun dan tidak mungkin  menjadi salah … pada dasarnya Daejangro tidak terlalu yakin apakah HogAE benar-benar Raja Jushin yang sebenarnya  atau apakah itu Dam Deok. Ayah hogae  menyadari bahwa ia tidak dapat benar-benar percaya pada  Daejangro.

Hogae  bermimpi tentang  cahaya menyilaukan lalu Ia  terbangun dan  ketakutan. Dia tampak frustasi lalu Dia meninggalkan ruaganya dan bertemu dengan Kiha yang mengancamnya dengan pedang di leher Hogae dan bertanya apakah Hogae berhasil membunuh Damdeok.Hogae balik bertanya bagaimana kalau Ia berhasil membununh Damdeok apa yang akan Kiha lakukan?kiha menjawab bahwa Kiha akan membalaskan dendam Damdeok padanya.lalu Hogae bercerita pada Kiha tentang Ia melihat cahaya itu dan Ia tidak bisa bergerak sama sekali.lalu Ia bertanya pada Kiha apakah Kiha yakin bahwa Dialah Raja jusin yang sebenarnya.lalu  Ia menantang Kiha untuk menusuknya untuk membuktikan jika Ia benar-benar pemilik Jujak maka Ia tidak akan mati karena empat dewa adalah penjaga Raja Jusin jadi Kiha tidak dapat membunuhnya jika Ia benar-benar Raja Jusin yang sebenarnya  lalu Ia merobek bajunya dan berteriak:’’di sini …..disini tepat di hatiku ……tusuk……lakukan.

Sedangkan di kamp  suku Chorn, Tidak semua orang yang mati  sedang dikremasi. Mereka tertutup dengan tombak dan perisai kemudian bendera hitam suku mereka. kepala suku  menyalakan api lalu ia berteriak: mereka adalah para pejuang pemberani dari suku  Chor untuk melindunggi Raja-raja Jushin yang telah mati ..,
Dam Deok juga terbangun kaget dan ketakutan … (kayaknya dia juga habis mimpi jelek nih…) Dia melihat sekitar ruangan lalu Ia  melihat pedang Jumong, dan kemudian ia ingat apa  yang terjadi. Dia berjalan keluar dan membuka salah satu  pintu tapi  dihentikan oleh Sujini  yang berkata bahwa keluar dari ini adalah cara lain lalu Ia berkata bahwa bahwa Ia yakin ketika Damdeok terbangun  Dia akan keluar makanya Ia menunggunya disini lalu Ia menyarankan pada Damdeok untuk berbicara dengan para tetua di desa Mool Geo karena mereka tahu banyak dan banyak hal yang tidak bisa lepas dari mata mereka.

Para murid raja bertanya pada Damdeok bawa Damdeok ingin kemana?damdeok menjawab bahwa Ia akan kembali ke istana.mereka melarang Damdeok ke istana karena ada isu yang mengatakan bahwa Damdeok telah membunuh Raja  dan telah bersekongkol dengan suku chorn untuk menyewah seorang pembunuh untuk membunuh Raja.Damdeok berkata mengapa bisa jadi begini sedangkan Hyeongo berkata bahwa Damdeok menculik ketiga anak kepala suku dan mengancam Raja untuk menobatkanya sebagai Raja tapi Raja tidak mau dan Damdeok membunuh ayahnya sendiri.Hyeongo berkata lagi untuk membenarkan cerita itu Damdeok harus mati tapi sekarang Ia masih hidup dan cerita itu dapat ia sangkal.Hyeongo berkata pada Damdeok bahwa dialah Raja Jusin yang sebenarnya. Dam Deok bertanya: “Mengapa? Kenapa kau terus memanggilku Raja?”,dia tidak ingin menjadi raja.

Damdeok  menolak untuk percaya dan berkata ia harus melihat ayahnya dengan mata sendiri,Hyeongo  berkata pada  Dam Deok bahwa Raja sudah mati, dibunuh oleh Ki Ha, yang memiliki kelompok  HwaCheon .
Dam Deok berkata pada Hyeogo “Jangan panggil saya sebagai raja,”Tetapi Hyeogo berkata: “Kau masih belum tahu benda surgawi ,kami tidak melayani Raja dari Goguryeo … melayani Raja Jusin.

Lalu Dam Deok menjadi sangat gelisah dan berteriak pada  Hyeongo,Ia  mengatakan bahwa ia  ingin sendiri untuk  sementara dan gara-gara Ia  semuanya meninggal gara-gara melindunginya.Dia ingin meninggalkan ayahya, negaranya dan tinggal  damai dengan istrinya. Bagaimana bisa ia menjadi raja,? Lalu ia mengatakan kepada Hyeongo  untuk menemukan seseorang  untuk menjadi raja dan meninggalkan dia sendiri dan kemudian ia berjalan pergi dengan marah.Damdeok betul-betul sedih,Dia merasa bersalah  karena menyebabkan kematian begitu banyak orang.Sujini segera mengikutinya dan Hyeongo tidak dapat menghentikannya.
Di dalam ruang doa di  Shindang, ayah Hogae  datang untuk mencari Pendeta Tinggi. Dia bertanya apa yang diinginkannya? Pendeta tinggi  mengatakan padanya agar tidak khawatir, Raja telah meninggal, orang-orang sedang berduka dan para pemimpin dari 3 suku tidak menyerang lagi.tapi ayah Hogae berkata bahwa sekarang Dia akan berjuang untuk menjadikan Hogae sebagai Raja dan meminta pendeta tinggi untuk bekerja sama denganya dan kalau Ia tidak mau ayah Hogae akan menyerang Shindang.
Seorang penjaga istana dan Jojojdo  muncul di istana.. Semua orang sedang menunggu  ke-3 kepala suku  berteriak dan ingin tahu di mana Dam Deok berada.ayah Hogae bertanya apa yang terjadi disini penjaga menyalahkan Jojodo dan menjelaskan mengapa Ia tidak membuka pintu gerbang pada Damdeok sewaktu berada di Daejasung sementara Jojodo mengatakan bahwa pedang telah diberikan pada Damdeok,ayah Hogae bertanya pedang apa?Jojodo menjawab  bahwa itu adalah Pedang Jumong.semua orang tampak terkejut mendengar hal ini kemudian ayah Hogae mengatakan bukan pedang Jumong yang ada di Taesill?lalu ayah Hogae meyakinkan semua orang yang hadir bahwa Damdeoklah yang membunuh Raja lalu semua menteri dan kepala suku mulai teriak dan bertanya dimana Damdeok berada dan Damdeok harus menjawab semua pertanyaan ini.sementara ayah Hogae memberikan saran pada menteri dan kepala-kepala suku agar Damdeok dilucuti posisinya sebagai Putra Mahkota  dan urusan Negara ditangani oleh 5 suku sampai Damdeok ditangkap dan kita mengetahui kebenaranya (padahal dia sdh tau yg sebenarnya dasar licik….)lalu ayah Hogae bertanya apakah ada yang keberatan dengan saran yang diajukan dan perlahan-lahan tapi pasti semuanya akhirnya setuju.akhirnya surat penangkapan Damdeok dikeluarkan dan diumumkan sebagai tersangka dalam pembunuhan Raja.

Di kota Rakyat berbicara tentang hal ini dan mereka mengatakan bahwa putra mahkota harus dihukum karena telah membunuh Ayahnya sendiri.mereka semua membicarakan Damdeok(ternyata bapak2 bisa gossip juga yahhh)dan tak menyadari bahwa Damdeok ada disitu mendengar pembicaraan mereka.Damdeok sedang berjalan menuju istana di ikuti dari belakang oleh Sujini.Damdeok meminta Sujini untuk kembali ke Desanya tapi Sujini menjawab Dia sendiri sebenarnya sedang bertanya-tanya mengapa Dia mengikuti Damdeok tapi Dia sendiri tidak tahu jawabanya mengapa(he…he… lucu..lucu jadi sepanjang jalan sujini tinggal bertanya-tanya mengapa Ia mengikuti Damdeok)lalu sujini berkata lagi bahwa Dia mengerti mengapa Damdeok tidak ingin Ia ikut karena Damdeok takut Dia akan terbunuh seperti yang lainya.lalu sujini bertanya kamana Damdeok hendak pergi apakah akan kekuil dimana ayah Pangeran ataukah akan ke kediaman Yon dimana disana ada perempuan itu?lalu Sujini berkata lagi karena Ia tidak pernah ke kuil lebih baik aku ke tempat perempuan itu saja tapi saya apakah Damdeok tidak apa-apa kalu aku membawa Kiha kemari karena kata Guru saya Kiha adalah kaki tangan Hwacheon  dan Ia akan membunuh saya terlebih dahulu kemudian membunuh Damdeok.mereka juga mengatakan bahwa Kihalah yang membunuh Ayah Damdeok.
Damdeok marah tentang tuduhan ini. Dia berkata ” Anda dan guru Anda, saya tidak percaya bahwa , KiHa adalah yang membunuh ayahnya dan Ia percaya pada Kiha kemudian ia berjalan pergi sementara Sujini  tampak begitu kecewa dan bahkan sedikit sedih mendengar hal ini.

Joomochi dan orang-orangnya berjalan ketika ia melihat Dalbee (perempuan yang suaminya dibunuh oleh Sar Ryangtapi Joomochi melihatnya dan Bason sedang memasak walaupun Ia bukan koki yang mahir buktinya Ia sendiri hampir muntah setelah mencicipi masakanya sendiri.^-^………. Bason(anak ba)mengeluh pada Joomochi karena makan sedikit(yah iyalah…..rasanya tdk enak)dan berkata bahwa Joomochi itu manusia.(jelas ini menjelaskan bahwa Bason adalah hewan itulah sebabnya Ia makan sangat banyak.he…) Bason  ke Delbee untuk memberikan  makan  tapi Delbee diam saja.Joomochi marah karena Delbee tidak mau makan kemudian Joomochi mengambil tempat nasi dari Bason dan berkata bahwa orang yang igin mati tidak boleh makan.saat mereka berdebat nasi Jatuh kemudian Delbee bangun dan mengambil bola-bola nasi itu walaupun kotor ia memakannya.Joomochi dan bason kaget.Delbee meminta air tapi air mereka sudah habis kemudian Joomochi pergi megambila air.seseorang dari desa Sujini tiba dan memberitahukan apa yang terjadi pada Bason.Ia memberitahu  apa yang terjadi di Daejasung tentang putra mahkota yang diserang dan memberitahukan bahwa  putra mahkota dan Sujini menghilang.Bason mengkhawatirkan sujini.

Sementara DamDeok tiba di Shindang dan dihentikan oleh penjaga:’’ Dia mengatakan  ayah saya disini saya ingin melihatnya.’’sementara Sujini berhasil menyelinap masuk ke kediaman Yon dan menemukan kamar Kiha.Sujini berdiri diluar dan Ia mendengar percakapan antara Kiha dan Daejangro.
Ki Ha mengatakan tidak ada gunanya Daejangro  melakukan semua inikarena  DamDeok tidak ingin menjadi raja. Daejangro mengatakan bahwa Ia mempunyai   alasan untuk itu . Kiha sudah  bosan dan  ia akan melarikan diri.
Ki Ha mengatakan dia akan kembali, dia membuat janji dengan Hogae  dan ia telah  datang kembali. Daejangro berteriak bahwa hatinya tidak kembali … Kemudian  Kiha berkata bahwa semua orang mati karena dia. Tapi Daejangro mengatakan semua ini terjadi karena Kiha mencintai Damdeok.

Sementara Di dalam kuil  di ruang doa, Pendeta Tinggi bersyukur karena  DamDeok masih  hidup.Saryang dan Daejangro keluar dan berjalan melewati Sujini yang tertuduk kemudian Saryang berhenti dan berbalik sementara  Sujini mendekati kamar Kiha lalu Ia berkata bahwa Ia membawakan teh untuk anda.Kiha berbalik,Sujini mempersilakan Kiha untuk meminum Tehnya sebelum dingin.Kiha menemukan catatan kecil dan berkata pada Sujini terimah kasih.Sujini berkata aku khwatir anda mungkin tidak menyukainya tapi Kiha berkata betapa Ia amat menghargainya
SuJini kemudian  keluar dari ruangan Kiha , yang diamati oleh Daejangro dan Sar Ryang, Saryang berkata bahwa gadis itu  berada di permainan Kukkyu dengan putra mahkota.

Dam Deok berdiri di depan peti mati Raja . Pendeta Tinggi berkata pada  Damdeok bahwa Raja  ditemukan di dalam Taeshil. Lalu Damdeok ingat apa yang ayahnya katakana  kepadanya saat ia masih kecil bahwa ia berasal dari darah kerajaan. Ia juga ingat ayahnya mengatakan bahwa ia tidak tahu siapa dia dan bahwa berapa banyak orang telah menunggunya. Lalu Pendeta Tinggi mengatakan bahwa salah satu wanita yang sedang menjaga di luar selamat. Penjaga yang terluka parah dibawa masuk Dia mengatakan bahwa malam itu, mereka datang ke Shindang, mereka menjaga di luar dan hanya Ki Ha dan Raja berada di dalam ruangan. Pintu terbuka dan ia melihat Ki Ha membunuh Raja  dengan pedang. Setelah mendengar ini, Dam Deok sangat, sangat marah dan mulai berjalan keluar kamar. Saat ia berjalan keluar, Pendeta Tinggi berseru kepadanya, menyuruhnya untuk tidak datang kembali karena negara sekarang dibawah komando Yon. Dengan begitu, Dam Deok dapat bertahan hidup. Dalam kemarahan dan frustrasi, Damdeok memukul pilar dengan pedang dan pilar retak.wow….

Sujini dan Dam Deok sedang menunggu.Damdeok tenggelam dalam pikiran tentang apa yang prajurit itu katakana.sementara  Ki Ha meninggalkan rumah dan hendak naik ke kuda, ia dihentikan oleh Daejangro, yang bertanya kemana Kiha akan pergi? Daejangro bertanya apakah Kiha  akan memberitahu yang sebenarnya? Bahwa ia bersama-sama dengan Raja di Taeshil pada malam hari itu? S Kemudian Ki Ha menyuruhnya menyingkir dari jalanya  dan Daejangro menyingkir walaupun Kiha agak terkejut juga tapi Ia tidak tahu bahwa Daejangro melakukan semua ini  karena Daejangro sudah menyusun rencana bersama Saryang. Damdeok melihat Ki Ha  ke arah mereka … dan tiba-tiba ia diserang. Dia melihat pasukan  Hwa Cheon  datang kepada mereka dari  segala penjuru. Sepertinya Ki Ha telah membawa mereka ke sana.

Sujini mulai  memanah mereka.Damdeok menatap Kiha seolah dalam matanya bahwa Ia ingin mendengarkan penjelasan Kiha dan Kiha ingin pergi ke Damdeok untuk menjelaskan semuanya tapi Kiha dihentikan oleh Saryang.Kiha amat sedih dan Ia mengundurkan dirinya  dan memberikan ruang buat Damdeok dan Saryang (mengapa tidak Ki Ha bergabung dalam perkelahian itu? Mengapa ia hanya berdiri di sana, mengawasi kekasihnya diserang? Padahal Dia pandai berkelahi dan Saryang tdk mungkin menyakitinya ataukah Dia benar2 sdh terpengaruh oleh Daejangro Atau dia merasa mungkin akan sulit untuk menjelaskan kepada Dam Deok semua yang telah terjadi? Atau dia mengharapkan Dam Deok untuk pergi dan menyelamatkannya dari Sar Ryang, karena akan berarti bahwa Dam Deok masih peduli padanya dan kepercayaan nya? Hmm … Aku ingin tahu ..)

Sujini terluka, Damdeok ragu-ragu … dia terbelah antara ingin pergi ke Ki Ha atau ke Sujini.sujini hampir saja  dibunuh tapi Damdeok menyelamatkannya.Kiha amat sedih menyaksikan semuanya sementara Damdeok pergi meninggalkan Kiha untuk mencari tempat mengobati Sujini.Kiha hanya melihatnya ditengah turunnya hujan seolah-olah Kiha merasa bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk mereka bertemu.9sedih juga padahal mereka saling mencintai)
Di desa Geomool,seorang yang lebih tua  melakukan akupuntur dan mengeluarkan Racun dari tubuh Sujuni. Orang tua tersebut mengatakan pada Hyeongo bahwa Sujini akan baik-baik saja dan Hyeongo  menghela napas lega.


Damdeok duduk di luar ruangan, sedih dan cemas. Hyeongo mengatakan kepadanya bahwa ia akan baik-baik saja tetapi racun yang masih bermasalah dan bukan luka-lukanya. Dam Deok terus memandangi pedang ….

Dam Deok merawat Sujini namun ketika Sujini sadar Damdeok hanya bisa berkata ‘’kau masih hidup’’?(dasar…..)dan berkata bahwa  Dia mengira Sujini akan mati tapi Sujini berkata bahwa Ia tidak akan  mati begitu mudah.
Lalu Dam Deok berkata: “Saya sudah bilang sebelumnya, bahwa saya percaya pada Kiha dan kami telah berteman sejak aku berusia sebelas tahun,Suzini mengatakan bahwa kepercayaan adalah ibu penipuan. Dan kemudian Damdeok berteriak:’’hei’’dan Suzini segera menjawab bahwa namanya Sujini. ^ ^

Dam Deok sangat menyesal. Karena kesalahannya, ia hampir meninggal, ayahnya dan orang-orang di Daejasung terbunuh. Dam Deok mengatakan bahwa gurunya percaya bahwa dia adalah raja karena cahaya dari benda surgawi mereka. Apakah dia percaya juga karena gurunya bilang begitu?
Lalu Suzini bangkit dan menunjukkan luka-nya. : Dia benar-benar malu melihat tubuh Sujini tapi Sujini sama sekali tidak malu……..^-^

Sujini berkata pada Damdeok bahwa sejak kecil setiap kali Ia terluka,Ia akan sembuh setelah satu malam tapi karena racunnya  maka lukanya belum sembuh dan Sujini meminta agar Damdeok tidak perlu terlalu mengkhwatirkannya Lalu Sujini berkata bahwa Dia harus seperti Raja karena Jika Ia menjadi Raja mungkin orang yang akan mati lebih banyak dari saat Jika perang pecah, dan ia berteriak “serangan”, semua prajurit gagah berani akan mengikuti perintah-Nya, dan mereka bisa terbunuh. Dan ia akan sedih dan akan menangis karena perintah-Nya menyebabkan banyak kematian begitu? Dia berkata, oleh karena itu, ia berpikir raja harus sembuh dari sakit setelah satu malam … tak peduli betapa buruk. Dan kemudian dia harus berdiri lagi dan mengatakan: “Ikuti aku, aku Raja.”

Dam Deok menatapnya, dengan  agak geli. (mungkin tidak ada yang pernah berbicara dengannya begitu terus terang sebelumnya, seperti orang normal dan bukan sebagai putra mahkota),Sujini menyadari bahwa ia mungkin telah mengatakan terlalu banyak dan pura-pura sakit kepala dan ingin pergi ke tempat tidur Lalu Damdeok berteriak namanya … dan mengucapkan terima kasih. Sujini  begitu senang dengan itu dan dia terus tersenyum karena bahagia.
ayah Hogae berbicara dengan pemimpin Hwacheon bahwa  Damdeok telah  pergi ke Shindang. Ayah Hogae berkata bahwa Rakyat percaya bahwa Damdeok telah membunuh ayahnya. Yon Gar Ryeo mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah Damdeok akan  datang  pada hari terakhir dan Daejangro mengatakan ia akan bersyukur jika Damdeok benar-benar datang.

Hogae  berada di dalam kamar Ki Ha. Dia membawa penerangan karena Kiha duduk dalam gelap. Dia bertanya pada Kiha apakah Kiha tahu kalau  malam ini adalah malam terakhir Bulan  dan besok aka nada upacara  untuk meminta petunjuk siapa pembunuh Raja.Hogae mulai gelisah karena Ia tahu bahwa Kiha telah bertemu dengan Damdeok.Hogae bertanya pada Kiha apakah Kiha berencana melarikan diri dengan Damdeok.Kiha hanya diam saja kemudian Dia bangkit,membuka pintu lalu pergi meninggalkan Hogae.tapi Hogae berkata lagi pada Kiha untuk memberitahukan Damdeok untuk tidak muncul di kuil.kalau Damdeok muncul maka Ia akan mati lalu bertanya lagi pada Kiha apakah Kiha mengetahui tentang pedang Kawori?

Daejangro bercakap-cakap dengan ayah Hogae bahwa pedang Kawoori itu digunakan oleh pendeta tertinggi dari Shindang atas nama surge untuk menilai sipelaku.ayah Hogae berkata bahwa pedang itu hanya diketahui oleh bangsawan Goguryeo dan anggota kerajaan kemudian Daejangro mengatakan bahwa dia tidak yakin apa yang Ia dengar tapi kabarnya pedang itu akan menembus hati sang pelaku untuk mengetahui apakah Ia bersalah atau tidak.ayah Hogae merasa heran dari mana Daejangro mengetahui semua ini  karena Daejangro adalah orang luar Tapi Daejangro mengatakan bahwa ia mengerti seperti yang mungkin digunakan untuk membunuh Raja bukan orang biasa dan Daejangro mengatakan bahwa tidak ada yang akan selamat ketika pedang Kitu digunakan.
Daejagro mengatakan bahwa Damdeok mungkin tahu bahwa Pedang Kawoori menunggunya jika dia pergi ke Shindang keesokan harinya. Daejangro bertanya-tanya apakah Damdeok akan muncul.

Hogae ke kamar Kiha dan memberitahu Kiha bahwa jika Damdeok datang maka Dia sendirilah yang akan menggunakan pedang Kawoori pada Damdeok. Kembali di Hwa Cheon, Ki Ha mengatakan pada Daejangro bahwa ia akan berpartisipasi dalam upacara.Daejangro bertanya pada Kiha  apakah Ia benar-benar akan pergi, karena ia dituduh begitu banyak kejahatan (seperti membunuh kepala ‘anak itu) … tapi Ki Ha mengatakan dia akan pergi. Lalu Deajangro menceritakan bagaimana cara kerjanya bahwa pedang akan menembus jantung sipelaku untuk melihat apakah Ia bersalah atau tidak dan akan mati?Daejangro berkata pada Kiha apakah Kiha mampu menyelamatkanya?tapi Kiha tetap bersikukuh untuk pergi Kemudian Daejangro bertanya pada Kiha apakah Damdeok akan senang bertemu denganya. Tapi Kiha berkata Bahwa Dia tahu dia tidak bisa mencintainya dan tidak bisa mendapatkan sisanya.Kiha tidak meminta pada Daejangro untuk membiarkan Ia pergi sebagai hadiah tapi Jika Daejangro mengiginkabn Kiha hidupm sebagai Jujak dimasa depan lalu Kiha pergi tapi kenapa Daejangro tersenyum begitu sinis.
Damdeok akan meninggalkan  desa GeoMool. Hyeongo dan Sujini menunggunya. HyeonGo berkata pada DamDeok bahwa apakah Ia harus memanggilnya sebagai putra mahkota saja dan bukan Raja.Hyeongo berkata pada Damdeok bahwa Dia tidak harus pergi tapi Damdeok mengatakan tidak apa-apa.Hyeongo bertanya apakah ini karena harga dirinya atau Dia sudah menyerah?lalu Hyeongo meminta Damdeok untuk memikirkan sekali lagi tindakanya tapi Damdeok berkata  “Bukankah kau bilang bahwa surga telah mengirimkan Raja Jushin?”
Hyeon Go berkata   itu karena surga telah membuat negara Jushin, jadi dia

Telah mengirimkan raja  kemudian Dam Deok mengatakan jika memang  begitu, ia tidak akan mati . Hyeongo  masih ingin protes (meskipun ia telah melihat tongkatnya melindungi Dam Deok dan oleh karena itu menegaskan bahwa dia adalah Raja Jushin, kurasa ia masih sulit percaya bahwa Dam Deok tidak akan dirugikan).

Dam Deok lalu berkata apakah HyeonGo tidak  percaya padanya atau Ia hanya memanggilnya sebagai Raja saja (bahwa Dam Deok adalah Raja dari Jushin)
Dam Deok mengatakan ia tidak percaya bahwa itu  baik,makanya Ia akan bertanya pada surge.Damdeok kemudian pergi tapi entah kenapa Sujini tiba-tiba membungkuk pada Hyeongo lalu pergi juga,Hyeongo mencoba menghentikannya tapi Sujini menunjuk kelangit dan berkata: “Kepala desa GeoMool Anda tidak percaya?” Hyeongo  tidak punya pilihan selain mengikuti mereka, dan  bergumam kepada dirinya sendiri bahwa mereka semua sudah gila. Keesokan harinya, salah satu penatua datang untuk memberikan makanan untuk Dam Deok .. hanya untuk menemukan sebuah ruangan kosong.

Di dalam Guknaesung, Bason, Joomochi sedang berjalan sepanjang jalan,Dalbee mengikuti di belakang. Dia menabrak dan jatuh. Joomochi berhenti untuk membantunya  dan memeriksa apakah Delbee terluka atau tidak Lalu Bason melihat orang pendek lucu dari desa  bersama-sama dengan beberapa anggota dari desa Geo Mool dan ia memberi instruksi kepada mereka  untuk menyebar. Bason  menghentikannya dan bertanya apa yang dia lakukan dengan banyak anggota dari Desa Geomool.Ia mengatakan Ia sedang mencari Kepala suku,Sujini dan Damdeok.Ia menduga bahwa mereka semua pergi ke Shindang walaupun mereka telah diberitahu untuk tidak ke sana.

Di dalam Shindang, semua menteri dan kepala-kepala suku telah berkumpul. Para Pendeta Tinggi dan Ki Ha berdiri di depan peti mati Raja.kepala suku menuduh Damdeok dan suku  Chor No membunuh anak-anak mereka dan Damdeok membunuh ayahnya,mereka bertanya mengapa  Damdeok tidak ada di sana untuk menjawab semua  kejahatanya dan untuk menghapus posisinya sebagai putra mahkota.ayah Hogae menuduh penjaga mencuri pedang Jumong  dari dalam Taeshil, Dia mengatakan bahwa banyak penjaga memberikan pedang untuk Damdeok (yang benar … ada banyak orang di Daejasung pada waktu itu).
Pada saat itu, Dam Deok muncul dan berkata: “Itu benar.”
Dam Deok, Sujini dan Hyeon Go memasuki ruangan, semuanya terkejut

Damdeok mengatakan bahwa pedang itu diserahkan kepadanya oleh pemimpin tentaraketiga dan namanya Gakdan.Gakdan menjaga Raja sampai titik darah penghabisan  dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyampaikan pesan Raja.kemudian Dam Deok mengumumkan: “Saya menjadi pangeran Kokuryo oleh kehendak Raja sebelumnya dan Surga. Sekarang, Surga telah mengutus aku di sini’’.


One response to “Sinopsis Episode 10 The Legend

  1. Yulis mengatakan:

    Knp gak ada lanjutannya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: