Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Summer’s Desire Episode 11

pada 5 September 2010


“Lou Xi, kau pikir jika kau mengorbankan dirimu seperti ini, Xia Mo akan kasihan padamu dan kembali padamu? Kata Shen Qiang menyadarkan Lou Xi, kau salah besar, hari ini Xia Mo akan menikah dengan Ou Chen. Lou Xi sepertinya tidak suka dengan perkataan Shen Qiang pandangannya tajam penuh kemarahan. Tuan Xia menegur Shen Qiang untuk menghentikan perkataannya. Lou Xi meninggalkan Shen Qiang., tiba2 tuan Xia mendapat telepon kemudian ia bergegas perrgi.


Tuan Xia pergi menemui Xi Meng, “Kau datang sendiri?’tanya tuan Xia, kau tak takut aku berbuat sesuatu padamu?” Ambil ini”kata Xi Meng. Xi Meng memberikan tuan Xia sebuah undangan pernikahan Ou Chen. Tuan Xia membuka undangan “sudahkah cukup Ou Chen membuat Lou Xi menderita?dan kau masih menginginkanku untuk menghadiri upacara pernikahannya?”Tuan Xia membuang undangan itu. Ou Chen adalah anak Ou Xiang Ya kata Xi Meng. “tentu saja aku tau ibunya dan hubungannya dengan anaknya. “Aku benar2 tidak ingin mengatakan ini padamu, tetapi Ou Chen adalah anakmu. Tuan Xia sepertinya terkejut dengan perkataan Xi Meng, ia meredam kemarahannya dengan menggepal tangannya sendiri. “Dimana dia sekarang? (ibu Ou Chen maksudnya) Tanya tuan Xia.


Flashback

Xiang Ya melakukan bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atap gedung, Xia Meng melihatnya namun sudah terlambat, Xiang Ya sudah terjun kebawah, Xi Meng menangis.

Flashback selesai


 

Xiang Ya meninggal ketika Ou Chen berumur 2 tahun kata Xi Meng. Tuan Xia meraih kerah Xi Meng, “Kurang ajar, kau masih berusaha membohongiku?”Aku membaca di Koran tentang Xiang Ya dan suaminya
“itu semua adalah palsu, itu semua karanganku dan CEO (kata teh nana itu kakeknya Ou Chen) ” kata Xi Meng. Lagipula, kamu pikir kamu tidak punya tanggung jawab atas tragedy keluarga Ou?
“sejak kau membenciku, mengapa kau masih mencariku? mengapa kau katakan padaku kebenaran?kata tuan Xia dengan marah. “aku lakukan semua ini untuk tuan muda”jawab Xi Meng. Xi Meng mengambil undangan yang di buang tuan Xia.” Tuan muda mengirim seseorang untuk memberikanku undangan ini, tetapi aku tau apa yang benar2 ia inginkan, yang ia inginkan adalah memberikan ini pada ayahnya, itulah sebabnya aku memberikannya padamu.”kata Xi Meng dan kemudian meninggalkan tuan Xia.


Sementara itu didekat tempat pernikahan Xia Mo, Lou Xi sudah berdiri disana. Zhen En kaget dan panik  melihat Lou Xi, bahkan Pan Nam, Xia Mo dan Xiao Chen pun kaget melihat Lou Xi.


Sedangkan ditempat pernikahan Ou Chen cukup takjub dengan apa yang akan terjadi, ia seperti bermimpi akan menikah dengan Xia Mo. Ou Chen amat sangat bahagia.(jarang2 nih liat Ou Chen seperti ini)


Xia Mo keluar dari mobil, dan menemui Lou Xi. “Apa yang kau lakukan disini? tanya Xia Mo terbata2.
“Dapatkah aku memintamu untuk tidak menikah dengan Ou Chen? tanya Lou Xi, tetapi hatimu sangat dingin dan keras kepala seperti bongkahan es, kau tidak akan pernah berubah karena aku, Xia Mo, akankah kau menolak menikah dengan Ou Chen demi aku? tak masalah seberapa banyak sakit hati dan rasa kehilangan yang aku rasakan, hatimu tetap tidak melunak, Xia Mo hatimu adalah hati orang paling tabah sedunia dan aku tidak dapat larut denganmu” kata Lou Xi memelas.(kasian banget ni Lou Xi).
“Ya, aku memang orang yang baik, dingin dan kejam. Banyak orang lain di dunia ini lebih baik dari aku. “Apa kau kesini untuk mengatakan ini padaku?tanya Xia Mo tanpa rasa bersalah,(ya biar terlihat tegar).


“Aku ke sini untuk melamarmu”jawab Lou Xi,
“Apa yang kau katakan? tanya Xia Mo.
Lou Xi memegang tangan Xia Mo. “Aku kesini untuk melamarmu sebelum kamu menikah dengan Ou Chen” kata Ou Chen sambil ingin mencium tangan Xia Mo, namun Xia Mo menarik tangannya.
“Apa kau gila? tanya Xia Mo. Mungkin, kata Lou Xi tersenyum. Aku tidak akan datang, karena aku tau, bila aku datang aku akan hanya membuatku terlihat bodoh tetapi tadi malam aku bermimpi, aku mati, aku akan menyelesaikan semuanya sebelum aku mati, Xia Mo,apakah kau tau sejak dulu aku sangat ingin melamarmu.”Omong kosong semua yang kau katakan. Mengapa kau mati? tanya Xia Mo.
“jika sudah tidak ada lagi yang tersisa di dunia ini bagiku untuk meninggalkan sebuah penyesalan kemudian aku akan mengakhiri hidupku.


Sementara itu Zhen En dan Pan Nam yang menunggu di mobil sangat cemas. Zhen En takut terjadi apa2 seperti di film drama, seorang pengatin wanita melarikan diri sebelum pernikahannya dimulai, padahal semua pernikahan sudah siap. Zhen En takut bila pernikahan ini batal, hal ini berarti Ou Chen tidak akan mendonorkan ginjalnya untuk Xiao Cheng. Zhen En mengingat kembali apa yang dikatakan Xia Mo ketika ia setuju menikah dengan Ou Chen. Zhen En hampir saja keceplosan masalah itu, namun akhirnya Zhen En mengatakan Xia Mo menikahi Ou Chen karena mereka saling mencintai.


Kembali ke Lou Xi dan Xia Mo.”Apa kau mengancamku? tanya Xia Mo,
“jika kau berpikir aku, dan aku,…”belum selesai Lou Xi melanjutkan Xia Mo memotongnya. Tetapi rasa kasihan tidak digunakan disini Karena aku mencintainya, sebelumnya aku melakukan kesalahan padanya dan kau pikir dia mengambil rumahku untuk balas dendam jadi aku membencinya dan tidak ingin melihatnya tetapi aku menemukan bahwa bukan dia yang melakukan itu. Dan aku juga menyadari perasaanku masih ada di hatiku. aku tidak pernah melupakannya kata Xia Mo.
“Tidak, aku tahu kau berbohong, seseorang yang kau cintai adalah aku, sebelumnya kau mencintaiku dan kau masih mencintaiku sekarang. Mengapa kau berbohong seperti lelucon?tanya Lou Xi. “mengapa kau mencariku dan mencariku lagi?tidak cukupkah aku menyakitimu. “sebelumnya kau mengatakan akulah cintamu, kau mengatakan kau tidak akan pernah menghianatiku dan kita tidak akan terpisah. Lou Xi menitikkan air mata namun sambil tersenyum. (baru aku lihat orang nangis tapi bisa tetep tersenyum kayak Lou Xi)


Jika aku hilang untuk yang kedua kali. Akankah kau masih menikah dengan Ou chen tanpa keraguan?tanya Lou Xi. Xia Mo cemas mendengar perkataan Lou Xi. “Mengapa?apa kau takut?kau tak perlu takut. aku tidak pantas mati karenamu. dunia ini seperti tempat yang indah, aku akan melanjutkan hidupku dengan baik, aku akan menunggu untuk melihat penyesalanmu, dan aku tidak akan memberikanmu restuku. Lou Xi meninggalkan Xia Mo. Xiao cheng keluar mobil dan mengatakan pada Xia Mo bahwa dia akan mengatakan pada Ou Chen bila Xia Mo tak siap. Tapi Xia Mo mengatakan tidak apa2 kemudian masuk kemobil lagi kemudian menuju ketempat pernikahan.



Para tamu undangan mulai berdatangan, Wei An dan Shu Er memberi selamat pada Ou Chen. Ou Chen terlihta sangat bahagia. Ou Chen melihat Xi meng dan menghampiri Xi Meng. Xi Meng mengucapkan selamat pada Ou Chen. Ou Chen bahagia namun tidak dengan Xi Meng ada sesuatu yang sepertinya disembunyikan karena Xi Meng terlihat tidak senang.


Sementara itu Lou Xi memacu mobilnya dengan cepat pandangannya kosong, dalam pikirannya hanya terlintas masa2 bahagianya bersama Xia Mo. (hati2 Lou Xi ntar ketabrak, klo nabrak ntar Rha nangis)


Xia Mo tiba ditempat pernikahan, Ou Chen sangat bahagia. Xia Mo mengulurkan tangannya pada Ou Chen namun Ou Chen malah menggendongnya (aku heran kok keliatannya Ou Chen gak merasa berat gendong Xia Mo kaya cuma gendong beberapa kilo aja).


Selama berjalan menuju altar Xia Mo tersenyum karena banyak wartawan yang meliput, namun tiba2 ia teringat kata2 Lou Xi tentang Lou Xi akan mati. Ou Chen melihat raut wajah Xia Mo, namun ia mengira bahwa Xia Mo hanya gugup (gpp lah dari pada Ou Chen tahu klo Xia Mo mikirin Lou Xi urusannya lebih berabe) Ou Chen menganggap ini bagaikan mimpi dan ia takut kalau tiba2 ia bangun. Xia Mo menenangkan Ou Chen, jangan takut Ou Chen, jika ini hanya mimpi aku akan tetap menemanimu sampai akhir. Ou Chen senang mendengar perkataan Xia Mo.


Sementara itu Lou Xi berusaha menelepon seseorang namun tidak diangkat(sepertinya telpon tuan Xia). Ternyata Lou Xi pergi ke tempat syuting, Shen Qiang sangat senang melihat Lou Xi hadir dilokasi syuting.


Lou Xi persiapan untuk melakukan scene, namun Shen Qiang mengingatkan bahwa adegan hari ini adalah adegan berbahaya dan Lou Xi sepertinya tidak terlihat baik hari ini. Shen Qiang menyarankan untuk melakukan pengambilan gambar dua kali (mungkin maksudnya pemeran pengganti jadi dua kali pengambilan gambar). Lou Xi mengingat kata2 Xia Mo (gak usah aku ulang ya dialognya udah ada diatas ya), dia akhirnya menolak saran Shen Qiang. Shen Qiang mulai cemas.


Lou Xi mendapat mengarahan dari sutradara namun Lou Xi tidak mendengarkan dia tetap berusaha menelepon seseorang namun sepertinya tidak ada jawaban (Yang ditelepon itu Xia Mo, apni.. usaha terakhir yg bisa Luo Xi lakuin kala putus asa, by teteh). Shen Qiang yang melihat sangat khawatir.


Tempat pernikahan Xia Mo. Ou Chen masuk altar terlebih dahulu, kemudian diikuti Xia Mo didampingi Xiao Cheng, Xia Mo tersenyum lebar dan sekali lagi tiba2 ia murung karena teringat kata2 Lou Xi (tentang jika Lou Xi hilang apakah Xia Mo akan menikah tanpa keraguan). Xiao cheng menyadari kalau Xia Mo melamun, dia memanggil2 Xia Mo. Xia Mo terkejut dan kembali tersenyum.


Sementara itu Lou Xi berusaha menelepon Xia Mo namun HP Xia Mo dipegang Zhen En, Zhen En buru-buru mematikannya (kata teteh nana Zhen En bawa Hp Xia Mo krn ga mungkin penganten bawa HP, haha bener juga nih). Pan Nam menanyakan namun Zhen En mengatakan bahwa itu salah sambung (Zhen En panik begitu tahu itu yang nelepon Luo Xi, by teteh).<- (betul teh nana,  haha ekspresi Zhen En lucu)


Pernikahan dimulai, “tuan Ou Chen, apakah kau rela menjadikan Yin Xia Mo menjadi istrimu?melindunginya dan menghargainya dalam suka maupun duka dalam sakit dan sehat?”Aku rela Xia Mo menjadi istriku jawab Ou Chen. Hal sama juga ditanyakan ke Xia Mo. Belum selesai pertanyaan Pendeta, pintu gereka terbuka, Xia Mo, Ou Chen dan semua para hadiri melihat kebelakang (hayo tebak siapa yang datang,,,jeng jeng jeng…) ternyata tuan Xia, dia datang terlambat dia masuk sebagai tamu undangan dan duduk di tempat paling belakang sekilas dia melihat Xiao Cheng yang sedang tersenyum melihat pernikahan kakaknya.(hahah pertama liat aku pikir yang datang Lou Xi). Pendeta kemudian menulang pertanyaannya.


Kembali ketempat syuting, syuting dimulai action. Shen Qiang berteriak pada Lou Xi untuk segera pergi karena ada bom (mian aku pake nama asli aja gak tau nama perannya mereka berdua). Namun Lou Xi malah melamun dia teringat kata2 Xia Mo, dan ia mengambil Hpnya. Bom pertama telah meledak namun Lou Xi tak peduli dia sengaja tetap berdiri ditempatnya.


Kembali ke pernikahan, pendeta mengulang pertanyaannya namun Xia Mo tidak langsung menjawab lama banget jawabnya Ou Chen udah mulai panic. Terlintas sejenak Lou Xi dikepala Xia Mo. Namun Xia Mo akhirnya mengatakan ia bersedia untuk menjadi istri Ou Chen. Ditempat yang sama Lou Xi mendengar jawaban Xia Mo dari Hp (sepertinya ada sambungan dari Hp tuan Xia).


Hati Lou Xi sekali lagi hancur berkeping2, ia tersenyum tipis kemudian berbalik arah untuk masuk ke dalam ruangan yang telah dipasang bom. Dan akhirnya bom besar meledak, Lou Xi terlempar terkena energi percikan bom. Lou Xi jatuh terkapar, Lou Xi masih sadar dia memegangi Hpnya dan kemudian pingsan. (aku kasihan liat Lou Xi seperti ini, apa lagi backsoundnya ketika Lou Xi mendengarkan Xia Mo mengatakan bersedia menjadi istri Ou chen, hiskh…hisk…sedih banget mpek pingin nangis). Shen Qian, Jenny dan para kru terkejut dengan apa yang terjadi dengan Lou Xi.


Upacara pernikahan Xia Mo dan Ou Chen berjalan lancar, setelah pernikahan Ou Chen melepaskan pita hijau yang ada di lengannya kemudian memakaikannya ke tangan Xia Mo. kemudian Ou Chen mencium tangan Xia Mo.(kok hanya cium tangan, biasanya kan….)


Setelah upacara pernikahan Xia Mo dan Ou Chen keluar dari gereja, para wanita sudah menunggu bunga yang akan di lempar Xia Mo,para wanita mulai berteriak, kecuali Zhen En. Didalam hatinya masih tersimpan kecemasan yang sangat luar biasa, namun Zhen berusaha tersenyum. 


Sementara itu tuan Xia bertemu dengan Xi Meng, tuan Xia berterimakasih pada Xi Meng. Xi Meng bertanya pada tuan Xia kapan tuan Xia berencana untuk bersatu dengan tuan muda. (masih inget kan tuan Xia itu bapaknya Ou Chen jadi Ou Chen itu saudaraan ma Xiao Cheng). Namun tuan Xia mengatakan ini adalah rahasia kita berdua dan dia kan menyimpannya dalam hati. Xi Meng bertanya mengapa? Karena Ou Chen adalah seorang bangsawan, ini akan membuatnya tidak nyaman denganku sebagai ayahnya, kemudian tuan Xia berpamitan.


Dirumah Ou Chen. Xia Mo selesai mandi dan menyuruh Ou chen untuk segera mandi. Ekspresi mereka berdua sangat cangung dan gugup (hahah aku liat mereka berdua pingin ketawa). Ou Chen menyuruh Xia Mo untuk beristirahat lebih awal dan jika butuh sesuatu bisa menghubungi OB atau menghubungi dirinya. Ou Chen akan tidur disebelah kamar Xia Mo,kemudian Ou Chen meninggalkan kamar Xia Mo. Xia Mo mengejar Ou Chen, Xia Mo mengatakan bahwa Ou Chen tak perlu seperti ini, Xia Mo menyuruhnya untuk tetap dikamarnya karena mereka berdua telah menjadi suami istri. Namun Ou Chen menolak, karena Xia Mo perlu istirahat karena besok aka nada persiapan operasi Xiao Cheng, akhirnya Xia Mo setuju.


Xia Mo masuk kedalam kamarnya dan langsung mencari Hpnya. Sepertinya Xia Mo ingin menghubungi Lou Xi, setelah menyalakan Hpnya yang berwallpaper gambar Xiao Cheng, Xia Mo teringat Xiao Cheng dan membatalkan keinginannya.


Sementara itu dirumah sakit Lou Xi dalam keadaan sekarat. Shen Qiang dan Jenny panik dan menangis. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Lou Xi, karena detak jantung Lou Xi tidak stabil. Dilain pihak tuan Xia menuju rumah sakit. Dia menghampiri Shen Qiang dan Jenny yang menangis. “Jenny, bagaimana ini bisa terjadi?kata tuan Xia. “Ini semua karena kau”kata Shen Qiang. Kau jelas tau kalau suasana hatinya tidak baik dan kau mengatakan akan menemaninya. “Mengapa kau datang kepernikahan mereka, apakah itu lebih penting dari Lou Xi? Tuan Xia menyuruh Shen Qiang untuk tenang. (hanya sedikit info Shen Qiang itu tingginya 180 cm..gila aku gak kebayang cewek tingginya segitu)


Xia Mo tidur dengan tidak tenang, ia tiba2 tersadar dari tidurnya, dalam tidurnya Xia Mo masih mnegingat kata2 Lou Xi sebelum ia menikah dengan Ou Chen(kata2 Lou Xi yang jika aku menghilang apakah kau akan menikah dengan Ou Chen tanpa keraguan). Xia Mo terbangun dan pergi membasuk mukanya. Dia meneguhkan dirinya bahwa sekarang dia sudah menjadi istri Ou Chen.


Zhen En menenangkan Xiao Cheng yang besok akan melakukan operasi, namun Xiao Cheng meyakinkan bahwa ia tidak merasa gugup, ia Cuma berharap operasi akan berjalan dengan baik karena ia masih ingin melihat anak Xia Mo dan Ou Chen serta ia menunggu untuk dipanggil paman, Xia Mo yang mendengarnya tersenyum pahit. 


Ou Chen datang membawa kursi roda dan Xia Mo membantu Xiao Cheng untuk duduk karena sebentar lagi ia akan mendapat perawatan. Ou Chen menenangkan Xiao Cheng bahwa operasi akan berjalan dengan baik. Xiao Cheng meminta bantuan kepada Ou Chen untuk menemukan siapa orang yang mau mendonorkan ginjalnya padanya, karena Xiao Cheng ingin berterima kasih padanya. Zhen En, Xia Mo dan Ou Chen saling pandang. Ou Chen mengatakan ucapan terimakaihmu akan aku sampaikan, namun ia tidak mau diketahui identitasnya.


Dalam perjalanan ke ruang perawatan, meraka bertemu Shen Qiang. Shen Qiang memanggil nama Xia Mo dengan kasar. “mengapa kau begitu kasar?kata Zhen En. Xia Mo mendekati Shen Qiang “apa yang dapat aku lakukan untukmu” kata Xia Mo. Shen Qiang berkeinginan menampar Xia Mo namun tangannya di halangi Ou Chen kemudian mendorong tangan Shen Qiang. “Xia Mo, selamat, akhirnya kau menikah dengan seseorang yang derajatnya lebih tinggi tetapi kau tidak akan mempunyai mimpi buruk. Bukankah kau takut seseorang menyakitmu. “Apa yang kau katakana”Tanya Xia Mo. Wanita jahat sepertimu akan menerima balasan, aku bersumpah sepanjang aku hidup, aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan damai. Ou Chen maju dan mengatakan kau akan membayar semua yang kau lakukan hari ini. “Membayar?kata Shen Qiang tersenyum pahit,Oh sungguh menakutkan, jika Ou Corporation mu dapat mencapai langit dan membeli semua media, kau pikir aku akan takut padamu?kau hanya orang bodoh yang mau dijadikan tameng oleh Xia Mo. Apakah kau pikir dia mau menikah denganmu?karena cinta?dia menikah denganmu setelah mencampakkan Lou Xi, dan suatu saat nanti Xia Mo akan mencampakkanmu juga demi uang dan status yang lebih. semua penderitaan Lou Xi telah terima dan akan kembali kepadamu dengan berlipat ganda kata Shen Qiang kepada Ou Chen. Ou Chen yang mendengarkan sangat emosi. 


Zhen En menghentikan omongan Shen Qiang dengan mengatakan semua yang dikatakan Shen Qiang omong kosong dan mengajak Xia Mo untuk pergi, namun Xia Mo tidak mau dia malah bertanya dimana Lou Xi dan bagaimana keadaannya. Shen Qiang menjawab sebagai seorang istri seseorang kau masih mengingat nama cinta lamamu.akankah kau masih peduli dengan nasib Lou Xi?tanya Shen Qiang berteriak. “Apa maksudmu dengan nasib?tanya Xia Mo. Lou Xi mengalami kecelakaan saat syuting kata Shen Qiang. Itu terjadi dihari saat kau merayakan pernikahanmu kata Shen Qiang menangis. Xia Mo apakah sekarang kau senang ?Lou Xi terluka karenamu, sejak kemarin dia berada diruang gawad darurat, dan sekarang dia masih koma dan mungkin dia tidak akan bertahan. Para kru menemukan Hpnya sebelum dia terluka dia menelepon nomormu, jika kau masih punya sedikit hati nurani buatlah dia bangun. 


Shen Qiang menarik tangan Xia Mo untuk pergi mengunjungi Lou Xi. Namun tangan Lou Xi ditarik Ou Chen. Xia Mo kata Ou Chen. “Kumohon biarkan aku melihatnya”kata Xia Mo. Ou Chen kemudian melepasakan tangan Xia Mo.Ou Chen terlihat sangat terpukul.



Xia Mo pergi keruangan Lou Xi yang sedang koma.(hayo siapa yang mau jenguk).Shen Qiang masuk dan berkata pada Lou Xi yang sedang koma. “Ini usaha terbaik yang bisa aku lakukan,kau sangat tau aku membenci Xia Mo dan berharap kau tidak bertemunya lagi, tapi kau memaksaku untuk membawanya kesini dan menrauh semua harapanku padanya, jika kau tetap menolak bangun, kau akan benar2 menyia-nyiakan semua usahaku. (kasian ni Shen Qiang dia keluar sambil menangis). Xia Mo mendekat pada Lou Xi. “Seberapa besarkah kau membenciku? jika kau sangat membenciku kau harus mencari cara untuk mengumumkan kemenanganmu. “Kau pikir kau menang?” Xia Mo ingin membuka saluran pernapasan Lou Xi namun tidak jadi. “Kau hanya membuat keduanya menjadi orang yang kalah, jika aku tidak peduli padamu sedikitpun aku tidak akan merasa tersakiti, jika kau mati, kau hanya ingin membuktikan bahwa aku suka padamu”. Aku suka padamu tetapi bagaimana bisa kau begitu kejam mengirimku keneraka seperti ini?Lou Xi bangun, tidakkah aku merasa bodoh seperti ini?


Shen Qiang berbalik dan memarahi Xia Mo, mengapa Xia Mo menghina Lou Xi disaat Lou Xi diambang kematian. Namun Jenny membela Xia Mo, ia mengatakan Xia Mo tidak menghina Lou Xi. Shen Qiang meninggalkan Xia Mo. “aku tahu kau hanya ingin menghukumku dengan kematianmu, tetapi kau sangat bodoh, karena bila kau mati, aku tidak akan takut, kau tau itu..kata Xia Mo kemudian meninggalkan Lou Xi. Setelah Xia Mo meninggalkan Lou Xi monitor detak jantung Lou Xi berbunyi cepat.


Xia Mo keluar menuju tempat Xiao Cheng, di taman dia bertemu Zhen En. Xia Mo, benarkah dia benar2 mati? ini semua kesalahanku, aku adalah salah satu orang penyebab kematiannya kata Zhen En sambil menangis.”Lou Xi masih dalam kondisi kritis” kata Xia Mo.”Maafkan aku, selama pernikahanmu, dia meneleponmu, tetapi aku takut itu akan berefek padamu, jadi aku menolak telponnya. Xia Mo terkejut mendengarnya.”Karena aku tau hanya ginjal tuan muda yang dapat menyelamatkan Xiao Cheng itulah sebabnya kau menikah dengannya.”kata Zhen En sambil menangis. Xia Mo terkejut mendengar Zhen En mengatakan itu. “Apa kau tau sudah lama? tanya Xia Mo. “Aku pikir Xiao Cheng akan dapat lebih lama hidup dengan semua konsekuensi yang amat berharga(yaitu mempertaruhkan kebahagiaan Xia Mo). Tetapi aku salah, kebahagiaan tidak dapat tergantikan, kau menikah dengan orang yang tak kau cinta dan sekarang apa yang terjadi dengan Lou Xi. Sementara itu Xiao Cheng mendengarkannya dari belakang, hatinya terpukul dengan pengakuan Zhen En. Xia Mo terkejut dengan kedatangan Xiao Cheng. “Jadi ini penyebabnya Ou Chen mau membantuku, lalu mengapa kau mau menikah dengannya?”Tanya Xiao Cheng. Xia Mo diam seribu bahasa dia tidak bisa mengatakan apa2, Xia Mo menangis. Disaat yang sama Ou Chen hadir di belakang Xia Mo, mereka semua terkejut dengan kedatangan Ou Chen. Xia Mo menoleh kebelakang. (ya allah denger back soundnya sumpeh pingin njerit2 nangis,,,hisk…hiskk..)


Ou Chen masuk rumah sakit minta formulir persetujuan operasi, Ou Chen menanda tanganinya. Suster mengatakan walaupun Ou Chen sehat namun operasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan Ou Chen. Ou Chen berpikir keras, tidak tau apa yang dipikirkan.


Sementara itu dokter meminta Xia Mo untuk memberikan formulir persetujuan ke Xiao Cheng untuk ditanda tangani setelah itu dokter akan mengatur operasinya. Namun Xiao Cheng menolak untuk dioperasi, Xiao Cheng mengatakan bila aku mati hari ini aku akan tetap tidak akan menyetujuinya. Xia Mo marah, ia mengatakan operasi akan berjalan sesuai jadwal. Xiao Cheng mengatakan ia bagai parasit yang merenggut kebahagiaan Xia Mo, jika aku menyakitimu, lebih baik aku mati. Xia Mo hampir tak tahan mendengar perkataan adiknya, Xia Mo hampir mengangis. Namun akhirnya Xia Mo menangis karena Xiao Cheng benar2 menolak operasi ini, sementara itu Zhen En hanya bisa menatap Xia Mo dari jarak jauh.


Xia Mo meninggalkan ruangan Xiao Cheng, Xia Mo keluar sambil menangis, jalannya gontai, ia akhirnya pingsan. Zhen En yang melihatnya langsung berteriak karena panic.


Sementara itu Ou Chen melakukan pemeriksaan, di telinganya terdengung suaranya saat ia masih kecil. “Mana keluargamu? mengapa tidak menemanimu saat kau mau melakukan operasi? tak seorangpun menunggumu. Bukankah kau sudah menikah?istrimu tidak menungguimu disini, perbuatanmu sunggu tercela. Tak peduli seberapa kelras usahamu, kau hanya memboroskan usahamu, menyerahlah, terimalah takdirmua kata Ou chen kecil. “Tidak, aku tidak akan menyerah” kata Ou Chen. Tiba2 Zhen En datang dan mengatakan opersai besok tidak jadi karena Xiao Cheng menolak untuk dioperasi dan sekarang Xia Mo demam hingga 40 derajat celcius, Ou Chen yang mendengarnya langsung meninggalkan ruang pemeriksaan.


Ou Chen masuk dalam ruangan Xia Mo dengan tergesa. Dia menggapai Xiao Cheng dan menyalahkan atas apa yang dia lakukan pada Xia Mo (karna nolak operasi). “Jika terjadi apa2 dengan kakakmu kau harus tetap melakukan operasi” pinta Ou Chen, “Aku tidak akan menerima ginjalmu yang telah merenggut kebahagiaan kakakku” kata Xiao Cheng sambil berlari meninggalkan ruangan. Zhen En mengikuti Xiao Cheng. Ou Chen tidak bisa berbuat apa2.


Xiao Cheng menjenguk Lou Xi di kamarnya. Xiao Cheng meminta maaf kepada Lou Xi, ia mengatakan inisemua salahnya dan ia memohon jangan menyalahkan kakaknya, sementara itu Shen Qiang datang. Xiao Cheng menceritakan hal yang sebenarnya pada Lou Xi tentang mengapa Xia Mo mau menikah dengan Ou Chen, itu semua karena donor ginjal jadi pernikahan itu hanya sebagai barter. Ia pun mengatakan bahwa Xia Mo sakit, dan menuyuruh Lou Xi bangun untuk menjaga Xia Mo karena mungkin Xiao Cheng tidak bisa melindunginya lagi.


Sementara itu Ou Chen meyakinkan dirinya bahwa semua ini bukan salahnya. Dan meyakinkan diri bahwa ia tidak akan menyesal dengan kondisi yang ia buat. Xia Mo tak bisa tidur tenang, dia mengingau terus.


Shen Qiang menunggui Lou Xi dikamarnya. Shen Qiang mengatakan bahwa Xia Mo masih demam, mungkin karena kau menyakiti dirimu sendiri maka dia (Xia Mo) merasa bersalah. Jadi jika kau tidak bangun, mungkin dia juga selamanya tidak akan sembuh dari sakitnya. Tangan Lou Xi mulai bergerak sedikit. (ni disini aku malah kasian ma Shen Qiang, sungguh hebat usahanya untuk membuat Lou Xi bangun walaupun menyakiti hantinya).


Sementara itu Xia Mo tak kunjung sadar, Ou Chen berjanji jika Xia Mo membaik maka dia kan melakukan apapun yang Xia Mo mau. Xia Mo tiba2 sadar dan menyebut ibunya. Sementara itu Ou Chen memanggil dokter, belum jadi Ou Chen memanggil dokter, Ou Chen mendengar Xia Mo mengatakan ibu tolong selamatkan Xiao Cheng, Xiao Cheng akan pergi, apa yang dapat kulakukan?meninggalkanku sendiri aku sangat takut kata Xia Mo sambil menangis. Ou Chen tidak jadi memanggil dokter, ia mendekat Xia Mo “Xiao cheng tidak akan mati, aku janji Xiao Cheng tidak akan mati” kata Ou Chen. “Lou Xi, apakah dia mati?maafkan aku. Aku tidak tau ini akan menyakiti dirimu, aku pikir kau akan membenciku dan melupakanku. Kau juga akan mati bukan? Xia Mo memegang pipi Ou Chen (Ou Chen akan hidup dalam bahaya dengan hidup hanya dengan satu ginjal, mungkin dia juga bisa mati). “Mengapa kau datang untuk melihatku saat itu? ini hukuman untuku. Aku menyakitimu karena Xiao Cheng, dan kini tuhan menghukumku melalui Xiao Cheng. Kata Xia Mo sambil menangis. “seseorang yang seharusnya dihukum adalah aku, aku mengancammu dengan pernikahan, Lou Xi kini tersakiti dan Xiao Cheng menolak untuk operasi, ini semua karna keegoisanku” kata Ou Chen. Xia Mo memandangi Ou Chen. “Ou Chen seseorang yang egois adalah aku, demi Xiao Cheng, meskipun aku tau ini akan menyakiti Lou Xi aku tetap putus dengannya, mengetahui jika aku menikah denganmu ini hanya akan membuatmu sedih. Meskipun Xiao Cheng tidak mau melakukan operasi tapi aku masih bersikeras meminta ginjalmu. “aku tidak peduli, kau tidak salah, akulah yang salah”kata Ou Chen sambil memegang pipi Xia Mo. “Aku sangat menginginkanmu, dan memegangimu sangat kuat” kata Ou Chen. Mungkin setelah aku pergi kemudian aku dapat bersama ibu, Xiao Cheng dan Lou Xi, kecuali denganmu Ou Chen, maafkan aku Ou Chen, aku telah meninggalkanmu, maafkan aku kata Xia Mo sambil menyandarkan kepalanya dibahu Ou Chen sampai tertidur. (adegan yang benar2 gak tau yang mana yang kasian, dua2nya kasian).


Ou Chen duduk di balkon rumah sakit dan menandatangani surat perceraian. “Kau menolak operasi karena Xia Mo menukarnya dengan pernikahn bukan?”Tanya Ou Chen. Ini adalah surat perceraian dan sudah saya tanda tangani, jika kau setuju untuk operasi, surat perceraian ini akan aku setujui bisa kau simpan. Pernikahanku dengan Xia Mo dapat berahir kapanpun. Kau bisa lihat ini, jika tidak ada pertanyaan, tolong tanda tangan persetujuan operasi ini. Jika ada permintaan lagi katakanlah, jika kau menyetujui untuk operasi aku dapat memenuhi semua permintaanmu.”kata Ou Chen (menurutku kasian ni Ou Chen, ingin mendapatkan sesuatu eh malah dia kehilangan banyak). “Kau melakukan semua ini karena kau ingin bersama kakakku bukan?tanya Xiao Cheng, lalu mengapa kau menandatangani surat perceraian ini?walapun seperti inimengapa kau masih tetap ingin mendonorkan ginjalmu padaku?aku tidak akan menyetujui operasi ini, aku tidak akan membuatmu kehilangan ginjalmu dan kehilangan kakaku juga, ini tidak adil bagimu kata Xiao Cheng keras kepala (ih…lama2 aku sebel ni sama Xiao Cheng, Ou Chen udah gregetan ni ma Xiao Cheng)


Lalu kau ingin melihatnya mati?tanya Ou Chen, dia tidak akan mati, dia hanya demam dan akan membaik dengan segera kata Xiao Cheng. “kau tau pasti bagaimana pentingnya dirimu baginya. Jika kau benar2 peduli padanya kau harus menyetujui operasi ini dan hidup sehat”kata Ou chen yang hampir kehilangan kesabaran. Ou Chen memaksa Xiao Cheng menandatangani namun Xiao Cheng tetap menolak. 


Ou Chen menunduk pada Xiao Cheng dan memohon untuk menerima ginjalnya dan memohon untuk menyelamatkan Xia Mo, semua kesedihan Xia Mo adalah karena Ou Chen dan hanya ini yang bisa Ou Chen lakukan untuk Xia Mo. Ou Chen meminta pada Xiao Cheng untuk memberikannya kesempatan untuk membuat Xia Mo bahagia. 

 

Thank’s buat:

http://pelangidrama.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: