Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Summer’s Desire Episode 13

pada 8 September 2010

Sementara itu Lou Xi masih saja mengharapkan Xia Mo, ia masih memandangi fotonya saat bersama Xia Mo. Tiba2 Hpnya bergetar ternyata sms dari Jenny isinya : setiap orang akan menunggumu untuk datang malam ini.

Ketika Xia Mo sedang melipat pakaian Xiao Cheng, tiba2 Hp Xia Mo bordering ternyata ada SMS masuk, ia membuka isi pesannya : kumohon ingat untuk datang ke pesta kembang api Lou Xi. Xia Mo membacanya dengan perasaan sedih. Xiao Cheng datang dan bertanya akankah Xia Mo datang ke pesta Lou Xi. Sementara itu Xia Mo menghapus SMSnya. “Aku tidak akan datang” jawab Xia Mo.

Pada waktu yang sama Lou Xi juga menghapus pesan dari Jenny.

Kembali ke Xia Mo dan Xiao Cheng. Mendengar bahwa Xia Mo tidak akan ke pesta Lou Xi, Xiao Cheng cukup kecewa. “Kakak aku akan meminta pada pelayan untuk menyewa beberapa DVD untuk kita tonton malam ini” kata Xiao Cheng. Tiba2 Ou Chen datang dan berkata “Aku akan mengaturnya, ayo kita menonton film bersama sebagai keluarga”. “Akhir2 ini kakak sudah terlalu lelah, ayo kita pergi bersenang-senang dan bersantai. kata Xiao Cheng “Aku tidak capek, aku juga ingin melihat film tetapi aku ingin pergi untuk membantu Xiao Cheng membawa beberapa baju” kata Xia Mo tersenyum. “Itu terlalu menyusahkan, aku dapat mengirim seseorang untuk pergi membelikannya baju baru untuknya” kata Ou Chen. “Tidak perlu, masih ada beberapa yang aku ingin bawa” Kata Xia Mo. “Bagaimana kalau kita nonton film dilain waktu? kata Xiao Cheng. “Aku akan menjemputmu” kata Ou Chen, “Aku dapat pulang sendiri” Jawab Xia Mo, “Baiklah, hati hati dijalan” Pinta Ou Chen, Xia Mo mengangguk sambil tersenyum.

Sedangkan itu Lou Xi sudah berkemas, sebelum ia pergi, Lou Xi menghapus daftar kontak no 63 (wah tulisannya gak ngerti, mungkin punya Xia Mo). Setelah menghapusnya, Lou Xi pergi membawa kopernya.

Ou Chen keluar rumah untuk mencari udara segar, diluar dia melihat Xiao Cheng yang sedang melukis. Ou Chen menghampiri Xiao Cheng, “Apa yang kau gambar? Tanya Ou Chen. “Kakaku sangat cantik kan? tanya Xiao Cheng. Ou Chen tersenyum dengan pertanyaan Xiao Cheng. “Dapatkah kau berikan gambar ini padaku? Pinta Ou Chen. “Baiklah, namun gambar ini masih tinggal sedikit lagi agar sempurna, Aku akan memberikannya besok” kata Xiao Cheng. “Terima kasih, jangan menggambar terlalu larut, segeralah istirahat, aku akan ke ruang belajar, jika kau butuh sesuatu, kau bisa menemukanku disana” kata Ou Chen. Xiao Cheng mengangguk.

Ou Chen kemudian meninggalkan Xiao Cheng, “Tunggu kata Xiao Cheng, dia mengambil surat cerai yang ditanda tangani Ou Chen kemudian memberikannya pada Ou Chen. Xiao Cheng merasa tidak pantas untuk menyimpannya. “Kau ingin aku yang memberikannya dengan tanganku?tanya Ou Chen. “Aku tidak tahu, meskipun kau memaksa kakakku untuk menikah denganmu dan itu salah, tetapi aku tahu perasaanmu pada kakakku. Mungkin bila bersamamu, kakakku dapat bahagia. Aku sangat berterima kasih, kau memberikan kebahagiaan kepada kakaku lagi. Aku sangat bahagia kau menjadi kakak iparku. Kata Xiao Cheng, mendengar hal itu Ou Chen bahagia, dia tersenyum kembali. (hahah aku juga suka Xiao Cheng ngomong kayak gitu).

Xia Mo berada dirumah lamanya untuk membawa baju Xiao Cheng, saat di ruang tamu Xia Mo ingin mengambil foto yang ada di lemari, tidak sengaja Xia Mo melihat kunci yang pernah Lou Xi berikan padanya, Xia Mo teringat ketika Lou Xi memberikannya kunci. Mengingat hal itu Xia Mo meminta maaf pada Lou Xi dan mengucapkan selamat tinggal. Xia Mo meninggalkan kunci dan mengambil foto kemudian meninggalkan rumahnya.

Sementara itu Lou Xi yang berada di luar rumah Xia Mo terlihat seperti orang yang putus asa. Lou Xi melihat Xia Mo yang keluar dari rumah, ia pun keluar dari mobil dan menghampirinya. Xia Mo hampir saja jatuh karena tersandung sesuatu, Lou Xi memeganginya. Xia Mo cukup terkejut dengan keberadaan Lou Xi. “Ini benar2 kau, aku melihatmu masuk kedalam rumah, aku pikir aku salah” kata Lou Xi. Dapatkah kau meninggalkannya dan kembali padaku? (idih pede amat ni Lou Xi). Xia Mo cukup terkejut dengan pertanyaan Lou Xi, dia tidak menjawabnya. Sadar dengan pertanyaan bodohnya Lou Xi berkata “Maafkan aku, ini seperti aku mengatakan sesuatu yang bodoh lagi, aku memang bodoh, jika kau pindah kembali, kau tidak akan membawa barang2mu keluar dari rumah”. Bagaimana kau datang kesini sendiri? Kau tidak punya sopir yang mengantarmu, jika kau tidak keberatan aku akan mengantarkanmu pulang” kata Lou Xi sambil membawakan barang Xia Mo. Namun belum sempat Lou Xi membawanya, Xia Mo mengatakan tidak perlu. “Aku lupa, jika aku mengatarmu pulang, Ou Chen tidak akan suka, ini seperti perbuatan yang tidak pantas aku lakukan, maafkan aku”kata Lou Xi. (mian Rha harus kukatakan disini Lou Xi seperti orang gak waras).

“Jangan katakan maaf padaku”kata Xia Mo. Aku yang seharusnya yang mengatakan maaf bukan kau. Lou Xi berbalik dan berkata dialah orang yang salah, Xia Mo telah berusaha menjelaskan semuanya namun Lou Xi terlalu keras kepala dan menolak Xia Mo. “Ou Chen menggunakan ginjalnya untuk memaksamu dan aku masih meragukanmu” kata Lou Xi menyesal. Xia Mo terkejut karena Lou Xi tahu masalah yang sebenarnya. “Ketika aku tahu yang sebenarnya, aku menyalahkanmu karena tidak mengatakannya padaku lebih awal, namun setelah berada disini beberapa hari, akhirnya aku sadar, dimatamu, aku pasti menjadi seseorang yang salah.” Kata Lou Xi. “Itu tidak benar, jika kita tidak putus saat itu, aku yang akan mengambil keputusan. Kau tidak melakukan sesuatu yang salah” kata Xia Mo. “Apa kau begitu kejam?t anya Lou Xi, kau membuatnya begitu jelas untukku, kau dapat mengorbankanku tanpa keraguan. Mengapa kau menghancurkan impian terakhirku? Tanya Lou Xi. “Aku sudah menikah, bagiku, kesehatan Xiao Cheng merupakan hal yang sangat penting saat ini begitupun Ou chen. “Apa kau bahagia? tanya Lou Xi. “Aku sangat bahagia” kata Xia Mo. “jangan bohong padaku kata Lou Xi. “aku tidak berbohong padamu, aku sangat bahagia” jawab Xia Mo. Selama ini aku hidup sangat damai. “Apakah hidup damai sama dengan bahagia? Tanya Lou Xi. Bagiku sama jawab Xia Mo, kalau begitu masihkah kau mencintaiku? Tanya Lou Xi. “ya jawab Xia Mo. Mendengar hal itu Lou Xi sangat senang, ia tersenyum. “jika itu untuk menyenangkan aku, aku masih sangat senang mendengarnya, terima kasih Xia Mo” kata Lou Xi. “Lupakan aku” pinta Xia Mo. “Apakah ini permintaanmu? Tanya Lou Xi. “ ya jawab Xia Mo. “Baiklah, aku berjanji aku akan melupakanmu, tapi kau harus berjanji satu hal padaku, jangan pernah melupakanku, tidak peduli berapa banyak waktu telah berlalu, jangan pernha melupakanku. taruhlah aku di dalam ruang kecil hatimu. Xia Mo mengangguk.

Mereka berdua sudah hampir menangis. Lou Xi dan Xia Mo saling berpelukan. Namun jeda beberapa saat Xia Mo melepaskan pelukan Lou Xi, ternyata Ou Chen datang dan melihat mereka berpelukan, Xia Mo sangat terkejut. Ou Chen melihat mereka beberapa saat kemudian mengambil barang Xia Mo. Xia Mo berusaha menjelaskan namun Ou Chen hanya mengatakan ayo kita pulang. Xia Mo berhenti sejenak dan menoleh untuk mengatakan selamat tinggal pada Lou Xi. Sementara Lou Xi hanya terdiam.

Disepanjang jalan Ou chen tidak mengatakan apapun.(sebenernya dia marah banget).

Sementara itu Lou Xi kembali ke dalam mobilnya dan biasa kayak orang putus asa gitu (Rha, suamimu ditemenin sono hehehhe)

Setelah sampai dirumah Ou Chen masuk lebih dulu, Xia Mo mengejarnya dan berusaha menjelaskan pada Ou Chen bahwa mereka tidak merencanakan pertemuan itu. Xia Mo bertanya pa Ou chen marah?. “Marah?aku adalah orang yang membuat kalian putus, jadi apa aku pantas untuk marah?kata Ou chen. Mengapa kau berkata demikian?tanya Xia Mo, jika kau tau Lou Xi disana aku tidak akan…..belum sempat Xia Mo melanjutkan Ou chen sudah bertanya, “Kau tidak akan apa? Kau tidak akan memeluknya? Tanya Ou Chen. Xia Mo tidak bisa berkata apa2. Xia Mo mengajak Ou Chen untuk bicara didalam.

“Lou Xi akan pergi besok, pelukan itu hanya bentuk ucapan selamat jalan.”kata Xia Mo menjelaskan. Ou Chen mari kita lupakan masa lalu dan hidup dengan damai mulai saat ini. “ini adalah hidupmu. Apa kau merasa bahagia?tanya Ou Chen. Sangat bahagia jawab Xia Mo. “Mengapa?tanya Ou Chen lagi. “Karenakau punya keluarga, aku dapat bersama dengan keluarga yang aku cintai setiap hari” jawab Xia Mo. Apa itu cukup Tanya Ou Chen, ya jawab Xia Mo. Aku adalah orang yang kau nikahi, apa kau merasa bahagia? Tanya Ou Chen, ya jawab Xia Mo. Jika aku mengatakan padamu untuk melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan, akankah kau masih merasa bahagia? Tanya Ou Chen sambil ingin memegang pipi Xia Mo, namun Xia Mo sedikit mundur, mengapa kau tidak menjawab Tanya Ou Chen, kau tidak dapat menerima semua ini bukan?. Aku bisa menerimanya jawab Xia Mo, bagaimana dengan ini kata Ou Chen sambil ingin mencium Xia Mo, Xia Mo mundur.

Ou Chen mencium Xia Mo dengan paksa. Hingga poto yang ada di meja terjatuh. Ou Chen menhentikan ciumannya. Xia Mo meminta maaf namun Ou Chen berkata bahwa orang yang harusnya minta maaf adalah dia.

Xia Mo membawa Ou Chen ke kamarnya. Xia Mo melepaskan semua bajunya didepan Ou Chen. “apakah kau tau apa yang kau lakukan? Tanya Ou Chen. “Aku tau, aku adalah istrimu” jawab Xia Mo. Xia Mo mulai membuka jaket dan baju Ou Chen. Dan akhirnya mereka berdua melakukan hubungan suami istri (mian ya aku sensor pikunya. Tapi kalau boleh aku comment adegannya kurang bagus, cara mereka berciuman itu jelek, itu menurutku heheh).

Keesokan harinya Ou Chen melihat Xia Mo yang masih tidur mungkin Ou Chen masih tidak percaya Xia Mo mampu melakukan hal itu. “Aku pikir aku dapat merubah diriku tetapi yang benar adalah aku hanya bisa memaksa dan memaksamu lagi. Yang disebut kebahagiaan, aku pikir aku dapat memberikanmu. Dapatkah benar2 dapat membuatmu bahagia? Mungkin, hanya setelah kamu pergi kemudian kau dapat menemukan kebahagiaan yang sebenarnya , kau bebas. Kata Ou Chen dalam hati sambil melepaskan pita hijau yang ada di tangan Xia Mo. Kemudian Ou Chen meninggalkan Xia Mo.

Lou Xi pergi ketaman bermain dan mulai mengingat masa2 ketika ia bersama ibunya. Lou Xi bagai melihat ibunya kembali. Lou Xi mengucapkan selamat tinggal pada ibunya dan pada Xia Mo (Lou Xi hidup dalam bayang2 ibunya, oleh sebab itu dia takut tersakiti).

Xiao Cheng melukis kembali lukisan yang belum ia selesaikan, namun tiba2 ia merasa kesakitan dan akhirnya pingsan.

Sementara itu Xia Mo terbangun karena mendapati semua surat cerai ada di tempat tidur . Ia terkejut, ia pun menyadari pita hijau yang ada ditangannya telah hilang, Xia Mo berlari mencari Ou Chen yang telah siap berangkat ke kantor. “Ou Chen, apa maksud semua ini? Tanya Xia Mo. “Karena aku memberikan ini pada Xiao Cheng, ia mau dioperasi, aku selalu berpikir, dia kan memberimu surat cerai ini, namun tadi malam, ia menggembalikannya padaku. Aku bagai lelaki diambang kematian, tiba2 mendapat hukuman. Tetapi hukuman untukku, tidakkah menghukummu lebih lama? Tindakanmu selama ini seolah2 kau bahagia, aku sangat berterima kasih. kata Ou Chen. “Kau pikir aku berakting tadi malam? Aku melakukannya dari hati. Sepanjang kau dapat berada di sisiku, hatiku akan menjadi tenang, aku tidak mau kehilanganmu kata Xia Mo. Ou Chen sepertinya senang mendengar hal itu.

Tiba2 pelayan Ou Chen datang dan mengabarkan bahwa Xiao Cheng pingsan. Mendengar hal itu Xia Mo dan Ou Chen panic dan langsung berlari ketempat Xiao Cheng pingsan.Xia Mo langsung panik dan lari.

Xiao Cheng dilarikan ke rumah sakit dan langsung dibawa ke bagian gawat darurat.

Xia Mo terlihat begitu cemas dan khawatir. Ou Chen merangkulnya. begitu mendengar Xiao Cheng siuman , mereka langsung lari lagi ke kamar Xiao Cheng. Xiao cheng yang tampak lemah berusaha menghibur kakaknya bahwa dia baik-baik saja. Dokter kemudian memberi penjelasan bahwa transplantasi ginjal tidak membawa kesembuhan total bagi Xiao Cheng melainkan hanya memperpanjang umurnya saja.

Luo Xi di lain pihak setelah mengundurkan dari dunia artis bermaksud pergi dari kota dan menyepi ke suatu tempat.

Namun saat akan pergi, Shen Qiang memberhentikan mobil Luo Xi. Shen Qiang mengikuti Luo Xi sampai rumah peristirahatan (rumahnya asyik ya bergaya country gitu kayaknya , dari kayu…).

Luo Xi tidak memperdulikan Shen Qiang, dia bahkan menyarankan SHen Qiang untuk pergi dari sana besok.

Xia Mo akan masuk ke ruang dokter, di dalam ternyata ada Ou Chen dan para dokter. Xia Mo tak sengaja menguping pembicaraan mereka. Ou Chen tampak emosi lalu mencengkram kerah baju dokter

“Aku menyuruhmu kemari untuk menyembuhkannya. Usaha lebih keras lagi! ”

dokter lain berusaha meyakinkan ou chen dan membela rekannya

“Aku tak percaya, umurnya bahkan belum sampai 20 tahun”, ou chen sedih.

Xia Mo yang menguping dan mendengar hal itu langsung syok. Ou chen lalu meminta pada dokter agar tidak membicarakan hal ini kepada Xia Mo.

Xia Mo pergi dari situ dengan lunglai. Di suatu tempat dia menangis.

Pada saat yang sama Ou Chen juga menyendiri..dia sedih dan menangisi nasib Xiao Cheng (mungkin juga karena ada getaran bahwa mereka sebenernya adik kakak)

Xia Mo menemui Xiao Cheng, dia kembali bersandiwara di depan Ou Chen untuk meyakinkan Xiao Cheng bahwa semuanya baik-baik saja.Xiao Cheng lalu memanggil kakak iparnya, Ou Chen. Dia meminta Ou Chen mengikatkan tanda cinta mereka berdua berupa pita hijau di lengan Xia Mo.

Xiao Cheng laluberkata pada Xia Mo bahwa dia ingin minum jus. Xia Mo lalu pergi membelikan jus.

Xiao Cheng menggunakan kesempatan itu untuk berbicara berdua dengan Ou Chen. “Karena diriku , kakak meninggalkan dunia showbiz” Xiao cheng lalu berkata bahwa dia tahu kakaknya punya bakat beracting.

Xiao Cheng seperti memberikan pesan terakhir dia meminta Ou Chen untuk membiarkan dan memberi kesempatan kakaknya untuk berkarir di dunia acting.
“Jika aku sudah tidak ada lagi tolong jaga Kakak untukku. Katakan padanya bahwa aku akan selalu ada dan hidup dalam lukisan-lukisan yang telah aku buat”

Xia Mo yang ternyata masih berada di dekat sana tak bisa menahan sedihnya mendengar permintaan Xiao Cheng.

“Kakak ipar maafkan aku karena dulu aku sempat tidak menyukaimu. Sekarang saya tahu sebenarnya kakak sangat mencintai kakakku. Jika aku tidak ada hanya kau satu-satunya yang bisa tempat Kakakku bergantung”, kata Xiao Cheng.  “Kakakku tidak sekuat seperti yang terlihat dari luar”, pesan Xiao Cheng.

Suatu ketika keadaan Xiao Cheng sangat kritis. Para dokter dan paramedik datang dan mengusahakan agar Xiao Cheng tetap bernafas. Namun Xiao Cheng sudah kritis.

Dokter berusaha mempertahankan hidup Xiao Cheng dengan memebrikan kejutan listrik di dadanya.

Xia Mo syok dan merasa dunia di sekitanya berhenti. Ternyata Xiao Cheng tak tertolong lagi. dokter menyerah. Zhen En histeris.

Namun Xia Mo yang syok hanya terdiam mematung. Xia Mo lalu merasa adiknya belum meninggal. Dia lalu maju dan memanggil nama adiknya dengan lembut. Xiao Cheng terbangun, Xia Mo bicara sejenak pada adiknya dia juga berkata pada adiknya bahwa dia tidak menangis sama sekali karena hal ini. Xiao cheng berkata bahwa dia juga tidak akan meninggalkan kakaknya.

Tak lama kemudia Xiao cheng benar-benar meninggal (aku ga yakin ini Xiao Cheng bener2 sempat bangun lagi atau mungkin hanya spiritnya yang berbicara pada Xia Mo)

Xia Ying Bo berziarah ke makam Xiao Cheng/Yin Cheng anak kandungnya.

“Maafkan aku karena baru kali ini berani menemuimu, aku telah menerima surat darimu”, kata Xia Ying Bo.

Sebelum kritis, Xiao Cheng ternyata menulis surat pada ayahnya. Dia sebenanrnya telah tahu siapa ayah kandungnya dan bangga akan ayahnya yang telah mencapai kesuksesan dalam karirnya.

Di rumah , sepeninggaln Xiao Cheng, Xia Mo mengalami insomnia. Dia tidak mau memejankan matanya untuk tidur dia terus menerawang dan melamun.

Zhen En dan Ou Chen begitu cemas padanya. Ou Chen akhirnya  memanggil dokter, dokter memberi Xia Mo obat tidur agar dapat beristirahat. Ou chen sangat mencintai Xia Mo dia mengurusnya dan membelainya dengan lembut.

Ou Chen lalu memutuskan untuk membawa Xia Mo kembali ke rumah Xia Mo agar Xia Mo masih bisa merasakan kedekatan dengan Xiao Cheng di rumah mereka. Ou Chen bertekad menemani Xia Mo di sana 24 jam penuh(duh sekarang Ou Chen jadi baik banget). Dia mengurus Xia Mo menyiapakan makan dan sarapan. Di Rumahnya, tak sengaja Xia Mo menemukan ipod adiknya. Xiao Cheng sejak tahu pendengarannya melemah ternyata selalu merekam pembicaraannya dengan kakaknya.

Sayangnya penemuan rekaman suara adiknya ini bukan membuat Xia Mo segera pulih dari kesdihannya malah sebaliknya. Xia Mo semakin terpuruk , tidak ada semangat hidup , tidak berbicara kecuali mendengarkan rekaman suara adiknya sepanjang waktu.

Zhen En menceritakan kondisi Xia Mo yang parah pada Pan Nam. Dia merasa adiknya masih ada dan tiap hari membuatkan makanan untuk adiknya.

“Xia Mo bahkan tak bisa makan, dia memuntahkan kembali makanannya setiap menelan makanan. Keadaannya sungguh memprihatinkan”

“Aku harus memberitahu  Luo Xi”, kata Pan Nam

Zhen En berusaha mencegahnya “Xia Mo sekarang sudah menikah, Ou Chen sebenarnya mengurusnya selalu aku saja sampai tersentuh melihatnya”

Begitu membaca beria di korean bahwa Xiao Chen meninggal dan Xia Mo depresi, Luo Xi langsung bergegas dan berkemas.

Shen Qiang berusaha mencegahnya tapi tak mampu. Shen Qiang sedih tapi dia tak mau merasa diriya dicampakkan Lou Xi, dia lalu minta ijin untuk pergi lebih dulu.

Ou Chen mengajak Xia Mo yang terpukul jiwanya itu berjalan-jalan keluar menonton bioskop (peter ho itu pake anting sebelah ya).

Ou Chen tahu Xia Mo sangat senang menonton bioskop bersama keluarga. Dia memutarkan film kesenangan Xiao Cheng. Ou Chen lalu berusaha mengajaknya bicaa. Namun Xiao Mo tak bergeming sedikitpun.

Ou Chen benar-benar sedihd an bingung untuk berbuat apa. Dia lalu pergi merenung, dia lalu teringat pesan mendiang Xiao Cheng padanya agar membiarkan Xia Mo terus berakting. Ou Chen lalu kembali minta tolong pada Xi Meng
“Aku akan lakukan apapun agar Xia Mo mau berbicara kembali”.

Di Rumahnya Xia Mo panik karena tiba-tiba di kulkasnya sudah tidak ada lagi persedian sayap ayam kegemaran Xia Cheng. Xia Mo yang linglung berusaha pergi ke luar rumah dengan panik. Saat dia membuka pintu ternyata Luo Xi sudah ada di depan pintu.

Thank’s buat:

http://pelangidrama.blogspot.com


One response to “Sinopsis Summer’s Desire Episode 13

  1. Lina_sooyoungsters mengatakan:

    Kasihan peter ho di cuekin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: