Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Summer’s Desire 13 yang kedua

pada 16 September 2010

Lou Xi muncul di depan rumah Xia Mo.


Ou Chen tekrjut melihatnya. Luo Xi sangat treyuh melihat kondisi Xia Mo saat itu. Xia Mo seperti orang linglung yang tak sadar apa yang terjadi di sekelilingnya. Zhen En membujuk XIa Mo masuk. Begitu Lou Xi ingin masuk ke rumah, Ou Chen menahan bahunya.
“Jangan halangi aku!”, kata Lou Xi


Lou Xi menemani Xia Mo di dapur yang sedang membersihkan sayap ayam. Lou Xi melihat Xia Mo dengan trenyuh, dia lalu melap tangan Xia Mo dengan lembut.



 

Luo Xi lalu keluarr ingin bicara berdua dengan Ou Chen. Sebelumnya dia meninju Ou Chen dengan keras , dia kecewa akan cara Ou Chen membiarkan Xia Mo menjadi seperti itu. Lou Xi memperingatkan Ou Chen


“Mulai sekarang aku akan sering menemuinya, kau sebaiknya tidak menggunakan lagi trik untuk menghalangiku menemuinya!”



Suatu ketika, Lou Xi kembali mendatangi Xia Mo dan menyanyikan lagu black cat and milk. Xia Mo hanya menatap dengan pandangan kosong. ou Chen memandang kedekatan Lou Xi dengan rasa minder. Lou Xi sedih karena Xia Mo tidak merespon.

“Lagi ini lagu kenangan kita waktu muda dulu, tidakkah kau ingat”, kata Lou Xi. Lou Xi lalu berkata bahwa dia sekarang sudah tidak egois hanya menginginkan Xia Mo.


“Melihat dirimu bisa hidup baik aku sudah cukup lega”

management mengatakan pada Zhen En, bahwa sutradara terkenal meminta Xia Mo untuk turut ikut audisi untuk film yang akan mereka buat. Pihak management tidak ada yang tahu bagaimana dan di mana keadaan Xia Mo sekarang. Zhen En lalu menemui Ou Chen di rumah Xia Mo dan berbicara mengenai tawaran itu. Ou Chen ingin mencobanya untuk Xia Mo siapa tahu Xia Mo merespon. Lou Xi cemas
“Apa menurutmu XIa MO bisa dipakai sebagai eksperimen?!”
Zhen mencoba menengahi
“Lou Xi tapi kali ini ceritanya sangat unik, tokohnya bernama Xiao Cheng seorang pelukis”
Mendengar kata Xiao Cheng, Xia Mo melangkah maju. Ou Chen melihat Xiao bereaksi, dia minta Zhen EN terus bercerita tentang film itu. Xia Mo menangis. Ou Chen prihatin. Luo Xi langsung mendekati Xia Mo dan melap air mata di pipinya. Ou Chen keki kayaknya keduluan Luo Xi.



Artis papan atas juga ikut diundang dalam audisi oleh sutradara bertaraf internasional itu. Ou Chen tetap membawa Xia MO ke tempat audisi ditemani oleh Zhen En. Mereka menunggu di ruang tunggu khusus.
Artis lain sedang mengerahkan kemampuannya untuk audisi. Rekaman audisi itu muncul di TV di ruangan Xia Mo dan rombongan. Xia Mo tampak tak berminat dengan para peserta itu, dia kurang merespon .


Tiba-tiba saat semuanya selesai Xia Mo mencoba membuka pintu ruang audisi dan ingin masuk. Seorang pantitia memancing dialog pertama. Dialog itu tentang kematian Xiao Cheng. Xia Mo yang selama ini tidak mau bicara tiba-tiba bersuara, dia meneruskan dialog itu dengan manpetap dan penuh perasaan. Begitu membahas dialog tentang Xiao Cheng sudah meninggal, Xia Mo benar-benar menangis, penampilannya itu menggetarkan semua orang di ruangan itu.


Setelah selesai XIa Mo pun jatuh terduduk. Ou Chen buru-buru menghampirinya. Sutradara di sisi lain puas dengan penampilan Xia Mo. Dia langsung menawarkan peran pada Xia Mo.
Ou Chen berbisik pada Xia Mo “AKu tahu kau mendengar perkataanku. Kamu mau mengambil peran dalam film itu?”


XIa Mo pun mengangguk. Ou Chen tersenyum lega.

Tak lama kemudia muncul berita di koran mengenai rancana film baru ini. Selain Xia Mo, pemeran utama lainnya adalah Luo Xi, yang ternayta bersedia come back demi Xia Mo.

Ou Chen mengajak Xia Mo ke taman ke tampat yang luas. Dia memberikan naskah film pada  Xia Mo untuk dia lihat. “Bagianmu sudah aku beri highlight suapaya mudah”
lalu meninggalkan naskah untuk dibaca Xia Mo
Tak lama kemudia Pan Nam dan Zhen En datang, Ou Chen meningglakan Xia Mo bersama sahabatnya. Xia Mo masih tampak belum sadar, pandangannya kosong.
Saa Pan Nam dan Zhen En mengobrol, Xia Mo mengambil naskah yang ditinggalkan ou chen. Anenhya Xia MO tampak tersenyum dan antusias dengan naskah itu. Ou Chen tidak sengaja melihat Xia Mo kali ini mau bereaksi.


Ou Chen sangat senang dengan kemajuan Xia Mo.


Hari ini Xia Mo menjalani syuting pertamanya. Ou Chen menyiapkan sarapan dan membujuk Xia Mo makan
“Hari in isyuting pertamamu, kau harus punya cukup energi”, kata Ou Chen sambil menyuapi roti. Syukurlah Xia Mo mau membuka mulutnya. Ou Chen senang dia pun meminta Xia Mo minum susu.

Di lokasi syuting pengambilan pertama akan di mulai, Xia MO sudah siap di tempat begitu juga Lou Xi. Sutradara berteriak “Action”. Lou Xi pun memulai dialog, dia berperan sebagai Xiao Cheng. Xia Mo tersenyum. Ou Chen dan Zhen En begitu tegang. Ternayta Xia Mo membalas dialog itu, dia melewati adegan itu dengan baik denga Lou Xi, mereka punt erlihat begitu akrab di adegan itu. Namun begitu sutradara berteriak “Cut”, Xia Mo kembali terdiam. Ou Chen mengambil XIa Mo dari tempat adegan itu. Dia kembali menjadi XIa Mo yang menderita tekanan jiwa. Lou Xi berkaca-kaca Xia Mo dipapah Ou Chen seperti itu.



Malam itu Ou Chen membawa Xia Mo untuk beristirahat setelah lelah syuting hari itu. Saat Ou Chen akan pergi, Xia Mo menarik tangan Ou Chen. Rupanya dia minta dipasangkan rekaman suara adiknya seperti biasa.
“Maaf aku lupa. istirahatlah yang baik”. Ou Chen lalu mencium kening Xia Mo.



Di tempat lain, Pan Nam menemai Luo Xi minum di bar. Lou XI masih prihatin dengan keadaan Xia Mo.


“Xia seperti terbelah menjadi 2 pribadi yang berbeda. satu Xia Mo yang antusias saat syuting dan satu lagi Xia Mo yang menderita. “
Lou Xi berkata bahwa dia tidak lagi punya keinginan bodoh untuk mengejak Xia Mo. Baginya melihat Xia Mo baik-baik saja itu cukup.


Ou Chen memandangi lukisan Xiao Cheng. Besok adalah syuting tentang kematian Xiao Cheng. Ou Chen berdoa semoga Xia Mo bisa melewati bagian ini dengan baik. Lalu Ou Chen tak sengaja menemukan surat yang ditulis Ou Chen untuk Kakaknya.

Keesokan harinya syuting berlangsung di dekat pantai. Angin bertiup cukup kencang. Ou Chen khawatir Xia MO kedinginan, dia lalu membuka blazernya dan ingin memberikan untuk Xia Mo. Namun rupanya Luo Xi yang berada lebih dekat dengan Xia Mo mempunyai inisiatf yang sama dan terlbih dahulu memberikan dan memkaikan blazernya untuk Xia Mo. Ou Chen merasa kecewa.


Luo Xi mencoba bicara kepada Xia Mo
“Aku mendapatkan kata-kata yang berguna  untuk berdoa “Berikanlah aku petunjuk untuk mengetahui sesuatu yang bisa kuubah berikan aku kekuatan untuk mengubahnya dan berikalah aku petunjuk untuk mengetahui sesuatu yang tak bisa kuubah dan berilah aku kekuatan untuk bisa menerimanya dan juga berikanlah aku petunjuk yang jelas untuk bisa membedakan keduanya”
LOu Xi lalu melanjutkan “Kau sudah memberikan semua usahamu untuk Xiao Cheng, kau harus kuat menerima semuanya”

Ou Chen dari kejauhan melihat Luo Xi tengah bicara dengan Xia Mo. Ou Chen meminta Zhen En menggil Lou Xi. Zhen En cemas takut Ou Chen cemburu melihat Luo Xi bersama Xia Mo.
“Mereka hanya sedang latihan untuk adegan nanti”
Namun ou chen tetap ingin Luo Xi dipanggil.
“Kau tidak akan memukul Luo XI khan?”, tanya Zhen En cemas


“Aku hanya akan bicara padanya”, jawab Ou Chen (sepertinya tentang surat dari Xiao Cheng)

 

Sumber:

http://pelangidrama.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: