Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Summer’s Desire Episode 14 part 1

pada 16 September 2010

Lou Xi muncul di depan rumah Xia Mo.


Ou Chen tekrjut melihatnya. Luo Xi sangat treyuh melihat kondisi Xia Mo saat itu. Xia Mo seperti orang linglung yang tak sadar apa yang terjadi di sekelilingnya. Zhen En membujuk XIa Mo masuk. Begitu Lou Xi ingin masuk ke rumah, Ou Chen menahan bahunya.
“Jangan halangi aku!”, kata Lou Xi


Lou Xi menemani Xia Mo di dapur yang sedang membersihkan sayap ayam. Lou Xi melihat Xia Mo dengan trenyuh, dia lalu melap tangan Xia Mo dengan lembut.



 

Luo Xi lalu keluarr ingin bicara berdua dengan Ou Chen. Sebelumnya dia meninju Ou Chen dengan keras , dia kecewa akan cara Ou Chen membiarkan Xia Mo menjadi seperti itu. Lou Xi memperingatkan Ou Chen


“Mulai sekarang aku akan sering menemuinya, kau sebaiknya tidak menggunakan lagi trik untuk menghalangiku menemuinya!”



Suatu ketika, Lou Xi kembali mendatangi Xia Mo dan menyanyikan lagu black cat and milk. Xia Mo hanya menatap dengan pandangan kosong. ou Chen memandang kedekatan Lou Xi dengan rasa minder. Lou Xi sedih karena Xia Mo tidak merespon.

“Lagi ini lagu kenangan kita waktu muda dulu, tidakkah kau ingat”, kata Lou Xi. Lou Xi lalu berkata bahwa dia sekarang sudah tidak egois hanya menginginkan Xia Mo.


“Melihat dirimu bisa hidup baik aku sudah cukup lega”

management mengatakan pada Zhen En, bahwa sutradara terkenal meminta Xia Mo untuk turut ikut audisi untuk film yang akan mereka buat. Pihak management tidak ada yang tahu bagaimana dan di mana keadaan Xia Mo sekarang. Zhen En lalu menemui Ou Chen di rumah Xia Mo dan berbicara mengenai tawaran itu. Ou Chen ingin mencobanya untuk Xia Mo siapa tahu Xia Mo merespon. Lou Xi cemas
“Apa menurutmu XIa MO bisa dipakai sebagai eksperimen?!”
Zhen mencoba menengahi
“Lou Xi tapi kali ini ceritanya sangat unik, tokohnya bernama Xiao Cheng seorang pelukis”
Mendengar kata Xiao Cheng, Xia Mo melangkah maju. Ou Chen melihat Xiao bereaksi, dia minta Zhen EN terus bercerita tentang film itu. Xia Mo menangis. Ou Chen prihatin. Luo Xi langsung mendekati Xia Mo dan melap air mata di pipinya. Ou Chen keki kayaknya keduluan Luo Xi.



Artis papan atas juga ikut diundang dalam audisi oleh sutradara bertaraf internasional itu. Ou Chen tetap membawa Xia MO ke tempat audisi ditemani oleh Zhen En. Mereka menunggu di ruang tunggu khusus.
Artis lain sedang mengerahkan kemampuannya untuk audisi. Rekaman audisi itu muncul di TV di ruangan Xia Mo dan rombongan. Xia Mo tampak tak berminat dengan para peserta itu, dia kurang merespon .


Tiba-tiba saat semuanya selesai Xia Mo mencoba membuka pintu ruang audisi dan ingin masuk. Seorang pantitia memancing dialog pertama. Dialog itu tentang kematian Xiao Cheng. Xia Mo yang selama ini tidak mau bicara tiba-tiba bersuara, dia meneruskan dialog itu dengan manpetap dan penuh perasaan. Begitu membahas dialog tentang Xiao Cheng sudah meninggal, Xia Mo benar-benar menangis, penampilannya itu menggetarkan semua orang di ruangan itu.


Setelah selesai XIa Mo pun jatuh terduduk. Ou Chen buru-buru menghampirinya. Sutradara di sisi lain puas dengan penampilan Xia Mo. Dia langsung menawarkan peran pada Xia Mo.
Ou Chen berbisik pada Xia Mo “AKu tahu kau mendengar perkataanku. Kamu mau mengambil peran dalam film itu?”


XIa Mo pun mengangguk. Ou Chen tersenyum lega.

Tak lama kemudia muncul berita di koran mengenai rancana film baru ini. Selain Xia Mo, pemeran utama lainnya adalah Luo Xi, yang ternayta bersedia come back demi Xia Mo.

Ou Chen mengajak Xia Mo ke taman ke tampat yang luas. Dia memberikan naskah film pada  Xia Mo untuk dia lihat. “Bagianmu sudah aku beri highlight suapaya mudah”
lalu meninggalkan naskah untuk dibaca Xia Mo
Tak lama kemudia Pan Nam dan Zhen En datang, Ou Chen meningglakan Xia Mo bersama sahabatnya. Xia Mo masih tampak belum sadar, pandangannya kosong.
Saa Pan Nam dan Zhen En mengobrol, Xia Mo mengambil naskah yang ditinggalkan ou chen. Anenhya Xia MO tampak tersenyum dan antusias dengan naskah itu. Ou Chen tidak sengaja melihat Xia Mo kali ini mau bereaksi.


Ou Chen sangat senang dengan kemajuan Xia Mo.


Hari ini Xia Mo menjalani syuting pertamanya. Ou Chen menyiapkan sarapan dan membujuk Xia Mo makan
“Hari in isyuting pertamamu, kau harus punya cukup energi”, kata Ou Chen sambil menyuapi roti. Syukurlah Xia Mo mau membuka mulutnya. Ou Chen senang dia pun meminta Xia Mo minum susu.

Di lokasi syuting pengambilan pertama akan di mulai, Xia MO sudah siap di tempat begitu juga Lou Xi. Sutradara berteriak “Action”. Lou Xi pun memulai dialog, dia berperan sebagai Xiao Cheng. Xia Mo tersenyum. Ou Chen dan Zhen En begitu tegang. Ternayta Xia Mo membalas dialog itu, dia melewati adegan itu dengan baik denga Lou Xi, mereka punt erlihat begitu akrab di adegan itu. Namun begitu sutradara berteriak “Cut”, Xia Mo kembali terdiam. Ou Chen mengambil XIa Mo dari tempat adegan itu. Dia kembali menjadi XIa Mo yang menderita tekanan jiwa. Lou Xi berkaca-kaca Xia Mo dipapah Ou Chen seperti itu.



Malam itu Ou Chen membawa Xia Mo untuk beristirahat setelah lelah syuting hari itu. Saat Ou Chen akan pergi, Xia Mo menarik tangan Ou Chen. Rupanya dia minta dipasangkan rekaman suara adiknya seperti biasa.
“Maaf aku lupa. istirahatlah yang baik”. Ou Chen lalu mencium kening Xia Mo.



Di tempat lain, Pan Nam menemai Luo Xi minum di bar. Lou XI masih prihatin dengan keadaan Xia Mo.


“Xia seperti terbelah menjadi 2 pribadi yang berbeda. satu Xia Mo yang antusias saat syuting dan satu lagi Xia Mo yang menderita. “
Lou Xi berkata bahwa dia tidak lagi punya keinginan bodoh untuk mengejak Xia Mo. Baginya melihat Xia Mo baik-baik saja itu cukup.


Ou Chen memandangi lukisan Xiao Cheng. Besok adalah syuting tentang kematian Xiao Cheng. Ou Chen berdoa semoga Xia Mo bisa melewati bagian ini dengan baik. Lalu Ou Chen tak sengaja menemukan surat yang ditulis Ou Chen untuk Kakaknya.

Keesokan harinya syuting berlangsung di dekat pantai. Angin bertiup cukup kencang. Ou Chen khawatir Xia MO kedinginan, dia lalu membuka blazernya dan ingin memberikan untuk Xia Mo. Namun rupanya Luo Xi yang berada lebih dekat dengan Xia Mo mempunyai inisiatf yang sama dan terlbih dahulu memberikan dan memkaikan blazernya untuk Xia Mo. Ou Chen merasa kecewa.


Luo Xi mencoba bicara kepada Xia Mo
“Aku mendapatkan kata-kata yang berguna  untuk berdoa “Berikanlah aku petunjuk untuk mengetahui sesuatu yang bisa kuubah berikan aku kekuatan untuk mengubahnya dan berikalah aku petunjuk untuk mengetahui sesuatu yang tak bisa kuubah dan berilah aku kekuatan untuk bisa menerimanya dan juga berikanlah aku petunjuk yang jelas untuk bisa membedakan keduanya”
LOu Xi lalu melanjutkan “Kau sudah memberikan semua usahamu untuk Xiao Cheng, kau harus kuat menerima semuanya”

Ou Chen dari kejauhan melihat Luo Xi tengah bicara dengan Xia Mo. Ou Chen meminta Zhen En menggil Lou Xi. Zhen En cemas takut Ou Chen cemburu melihat Luo Xi bersama Xia Mo.
“Mereka hanya sedang latihan untuk adegan nanti”
Namun ou chen tetap ingin Luo Xi dipanggil.
“Kau tidak akan memukul Luo XI khan?”, tanya Zhen En cemas


“Aku hanya akan bicara padanya”, jawab Ou Chen (sepertinya tentang surat dari Xiao Cheng)

Tuan Muda Ou Chen minta Zhen En agar memanggil Luo Xi. Ou Chen dan Luo Xi bicara 4 mata.
“Kamu adalah boss di tempat ini. Naskah ini dibuat khusus untuk Xia Mo atas perintahmu ya?” tanya Luo Xi


“Sejak kapan kau tahu?”
“Naskah ini ini terlalu banyak kemiripan dengan Xia Mo dan Xiao Cheng|”, jawab Luo Xi
“Kuharap kau mau merahasiakan ini dari media”, pinta Ou Chen
“Mengapa kau menginjinkanku main di sini? tidak takut aku merebut Xia Mo?”desak Lou Xi
“Jika dengan dekat denganmu bisa membawa kesembuhan untuk Xia Mo aku akan mengalah. Lagipula kamu aktor yang paling tahu keadaan Xia Mo dan tak akan membahayakan keadaan jiwanya”, jawab ou Chen.


Ou Chen lalu memberikan surat pada Luo Xi. Lou Xi terpana, itu surat terakhir Xiao Cheng untuk Xia Mo.

Suatu hari. Syuting film kembali berlangsung, kali ini bertempat di rumah keluarga Xia Mo waktu Lou XI juga pernah tinggal di sana. Syuting berlangsung dimana Luo Xi yang memerankan tokoh Xiao Cheng sedang duduk di bawah pohon sakura. Xia Mo yang memerankan Jie Lin (atau sebenernya Xia MO sendiri) datang. Lou Xi membacakan surat Xiao Cheng untuk Xia Mo (ceritanya ketemu arwahnya adiknya kali ya)


“Kakak, jika kakak membaca surat ini aku tidak ada lagi di dunia ini…Namun aku akan selalu memperhatikan Kakak. Suatu saat jika kita bertemu di kehidupan mendatang aku yang berganti akan menjaga Kakak…”
Xia Mo bergetar mendengar dialog itu, dia merasa Xiao Cheng seperti datang langsung dan berbicara kepadanya. Ou Chen sempat khawatir. LOu Xi meneruskan dialognya. Xia Mo benar-benar merasa tengah bicara dengan Xiao Cheng.


“Kakak harus selalu bahagia, jika kakak bahagia aku akan merasa ratusan kali bahagia. Namun jika kakak sedih aku juga merasa lebih sedih ratusan kali lipat..”
Xia Mo mulai tersenyum mengerti. Setelah Lou Xi selesai membacakan surat itu Xia Mo langsung jatuh pingsan (namun sepertinya Xia Mo jadi pulih dari tekanan batinnya). Ou Chen kali ini yang lebih sigap menolong/menangkap Xia Mo


 (Lou Xi kali ini keduluan hehe)

Xia Mo langsung diopname di rumah sakit. Xia Mo dirasa pulih , dkter meyatakan dia sekarang sedang kelelahan fisik dan mental saja. Dokter lalu memberi selamat pada Ou Chen.
“Anda akan mempunyai seorang bayi”
Ou Chen terpana, merasa tak percaya akan apa yang barusah didengarnya tadi. Dia berkaca-kaca dan bicara pada Xia Mo (Xia Mo msh pingsan sebenernya)
“Kau dengar? Kita akan mempunyai bayi” (wuah ini Ou Chen bener-bener ketiban rejeki nih cuma sekali tidur bareng langsung jadi)



Lou Xi terkejut mendengarnya (Anda memang tidak beruntung Lou Xi…)

Sejak saat itu Xia Mo mulai pulih. Dia dan Ou chen masih tinggal di rumah Xia Mo. Ou Chen pun sekarang sudah mulai kembali kerja di kantornya. Suatu saat Ou Chen menyiapkan sarapan buat Xia Mo. Dia lalu memanggil Xia Mo ke kamarnya di lanai ata. Dia kaget melihat kamar telah ksong. Dia buru-buru cari ke ruang bawah. Dia ruang gambar Xiao Cheng juga tidak ada. Ou Chen tiba-tiba merasa panik. Dia langsung menelpon Xia Mo, tapi teleponnya juga tidak aktif. Ou Chen sangat cemas dia buru-buru keluar. Eh ternyata Xia Mo muncul di depan pintu. Ou Chen langsung memeluk Xia Mo erat-erat
“Kupikir aku tidak akan melihatmu lagi…”


Xia Mo berkata bahwa dia menemui dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter.

Suatu hari Zhen En mengajak Pan Nam mencari peralatan untuk bayi. Dia siap menjadi ibu angkat untuk anak XIa Mo dan berusaha jadi yang terbaik dengan membelikan perlengkapan bayi seawal mungkin. Di departemen store mereka dikagetkan oleh sosok seseorang yang mereka kenal. Ternyata Ou Chen ada di sana, sedang mencari barang-barang untuk keperluan ibu hamil dan bai. Dia meilih baju bayi dan sepatu bayi yang lucu.



“Hai ibu angkat, kamu keduluan tuh”, sindir Pan Nam. Zhen en mulanya kecewa tapi mereka berdua kemudian terharu melihat Ou Chen dari kejauhan.

“Namun tidak apa-apa paling tidak kamu tersaingi oleh ayahnya sendiri”, lanjut PanNam


Di kantor Ou Chen minta dibelikan buket bunga pada sekertarisnya, karena dia akan mengajak Xia Mo melayat Xiao Cheng. Ou Chen lalu datang ke lokasi syuting Xia Mo. Namun dia kecewa karena Xia Mo sedang pergi dari lokasi.
“Xia Mo hanya pergi sebentar”, kata Zhen En takut-takut. Namun Ou Chen melihat Luu Xi juga tidak ditempat. AKhirnya Zhen En mengaku mereka beruda pergi bersama melayat ke makam Xiao Cheng, karena XIa Mo saat penguburan dulu tidak sadar dan Lou Xi belum sempat melayat ke sana.
Ou Chen menelepon Xia Mo. Xia Mo minta ijin melayat sebentar.
“Kalau kau ingin aku kembali aku akan segera kembali”, kata Xia Mo. Namun Ou chen berkata tidak perlu. Mereka lalu berjanji suatu saat akan perUgi melayat bersama. Ou Chen berkata dia akan kembali ke kantor dan pulang saat makan malam.

Saat Xia Mo berbicara pada Ou Chen, Lou Xi berbicara pada Xiao Cheng di depan makamnya.
“Xiao Cheng, sekarang kakakmu sudah ada Ou CHen yang menjaga, merawat dengan penuh cinta. Kau tidak perlu khawatir lagi”
Xia Mo lalu datang dia berkata pada Xiao Cheng bahwa dia dan Lou Xi bermain film bersama “picturesque scene”. Ceritanya tentang artis peluki yang bernama Xiao Cheng. Dan Lou Xi memerankan Xiao Cheng.


“Tapi aku tidak bisa melukis jadi kita memakan lukisanmu sebagai properti. Kata orang-orang lukisanmu indah|”, kata Lou XI menimpali
“Xiao Cheng, aku sedang mengandung, sudah 3 bulan”, cerita Xia Mo kemudian “Aku akan sangat menyayanginya, seperti menyayangimu”

Xia Mo dan Lou Xi lalu pergi meninggalkan makam. Lou Xi memegangi Xia Mo. “Kini kau sedang mengandung harus hati-hati”
Lou Xi lalu bicara pada Xia Mo minta maaf pada Xia Mo dan juga berterimakasih.
“Dulu karena aku sering merasa jiwaku tidak aman jadi sering merasa tidak tenang dan malah sering menyakiti hatimu. Namun sekrang aku belajar bahwa cinta itu harus ditanam dalam hati. Jadi karena ada di dalam hatiku. Aku tidak takut kau akan pergi. Terimakasih Xia Mo karena telah menyadakanku”
Xia Mo tersenyum, dia lalu memberikan hadiah buat Lou Xi berupa CD rekaman pembicaraan mereka yang pernah direkam Xiao Cheng. Luo Xi sangat berterimakasih.

 



Pada saat yang sama, ternyata Ou Chen tidak kembali ke kantornya. Dia diam-diam pergi juga ke makam Xiao Cheng dan memperhatikan Xia Mo dan Lou Xi dari jauh.


Ou Chen semakin merasa kecil hati. Dia merasa Xia Mo layak bahagia dengan orang yang dicintainya (padahal Xia Mo dan Lou Xi sudah ga ada apa-apa). Ou Chen lalu menaruh bunga di makam Xiao Cheng. Dia berbicara pada Xiao Cheng akan memenuhi janjinya agar Xia Mo dapat berbahagia (termasuk mengalah kayaknya).


“Namun ijinkan aku untuk diam-diam tetap memperhatikan dan menjaganya”, kata Ou Chen sambil meneteskan air mata.

Syuting kembali berlangsung. Ada adegan di mana Luo Xi dan Xia MO saling memperhatikan dengan mesra. Mereka saling merangkul dan Lou Xi mencium kening Xia Mo.


Ou Chen melihat adegan itu dari kejauhan dengan trenyuh dan kecil hati. Dia lalu pergi dan sepertinya siap pergi membiarkan mereka yang sepertinya layak saling mencintai.



Di rumahnya. Xia mo pergi ke dapur akan mencuci buah. Ou Chen lalu menghampirinya.

“Biar aku saja”, kata Ou Chen. Ou Chen mencucikan buah untuk Xia Mo. Xia Mo tersenyum. Setelah itu dia melap tangan Ou CHen yang basah. Ou Chen bahagia. 


Dia ingai waktu SMA dulu Xia Mo pernah melap kepalahnya yang basah.

Ou Chen lalu mengajak Xia MO kembali tinggal di rumahnya.Ou Chen sudah mulai bekerja kembali “Aku ingin pastikan ada yang membantu/menjagamu di rumah”

 

Xia Mo dan Ou Chen sudah pindah ke rumah Ou Chen lagi. Bagitu sudah malam. Ou Chen mengantar Xia Mo ke kamarnya untuk beristirahat. Lalu ou chen pergi lagi. Xia Mo mengejar Ou Chen.
“Kau mau ke mana?”, Xia Mo sepertinya mulai kesepian
“Aku masih ada urusan sedikit di kantor”
“Ahu ikut bersamamu ya?”, desak Xia Mo
“Tidak perlu, kau khan besok pagi-pagi harus pergi syuting”, kata Ou Chen.

Ou Chen lalu pergi dengan mobilnya. Namun Ou Chen sebenernya hanya menghindar dari Xia Mo. Dia menunggu sampai jam 11 malam.


Kemudian menelepon ke rumah untuk meyakinkan Xia Mo sudah tidur baru setelah itu dia pulang.

Xia Mo sejak hamil, dbantu oleh Zhen en sering merekam video kehamilannya untuk dokumentasi anaknya jika sudah besar nanti. Xia Mo sedang berada di lokasi syuting. Dia berkata pada Zhn En bahwa dia sering idak bertemu Ou Chen karena Ou Chen selalu pergi awal dan pulang setelah dia tidur.
“Kau sekarang kelihatnnya jadi sering membicarakan tuan muda”, goda Zhen En
“Walau kita jarang bertemu, tapi aku selalu merasa setiap jam 11 malam Ou Chen selalu menelepon untuk memastikan aku telah tidur. Aku juga sering merasa dia ada di sampingku saat aku telah tidur dan membelaiku. tapi aku rasanya sejak hamil terlalu letih, walau aku berusaha bangun aku tidak bisa”
Xia Mo sebenernya sudah pergi ke dokter kandungan lagi dan punya foto USG bayi dalam kandungannya. Xia mo sangat senang melihat foo bayi di kandungannya. Dia ingin memperlihatkan itu pada Ou Chen, ayah sang bayi.


Xia Mo lalu menelepon Ou Chen.

Ou Chen di sedang sibuk di kantornya. Dia trenyuh melihat telepon dari Xia Mo. Dia ingin mengangkatnya tapi ragu. Dia sepertinya sudah berjanji dalam hati ingin menjauh dari XIa Mo. Telepon Xia Mo tidak dia jawab. Xia Mo merasa agak kecewa.
“Mungkin dia memang sibuk”, kata Xia Mo menghibur diri.

Suatu malam, di kantornya Ou Chen menanyakan kepada sekertarisnya untuk kepindahan kepemilikan beberapa propertinya dan saham yang dia perintahkan. Begitu semuanya beres Tuan Muda keluar ruangan . Sekertarisnya agak tegang.
Ternyata Xia Mo sedang menunggu di luar ruangan dan tertidur di sofa.
Ou Chen terkejut juga khawatir dan memarahi sekertarisnya.
“Maaf, karena Nyonya memaksa jangan memberi tahu Tuan. Nyonya sudah dari pukul 6 sore di sini”
“Mengapa kau tidak memberikannya selimut?!”
Sepertinya udah masuk musim gugur kali. Ou Chen buru-buru membuka jasnya dan menyelimuti Xia Mo. Xia Mo terbangun.
“Mengapa kau tidur di sini, kamu bisa terkena flu”


“Syuting ku sudah selesai, jadi nani aku bisa lebih banyak punya waktu untuk menemanimu”
Ou Chen lalu mengajak Xia Mo pulang.

Ou Chen menunggui Xia Mo di samping tempat tidurnya. Saat tahu Xia Mo sudah tertidur. Ou Chen beranjak pergi. Xia Mo yang masih setengah sadar sempat menahan tangan Ou Chen.
“Ou Chen jangan menghindar dariku. saya tahu aku bukan istri yang baik.


Tapi saya akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik”, kata Xia Mo sambil terpejam “Ada gambar-gambar yang ingin kuperlihatkan padamu”
Xia Mo lalu tertidur pulas.
Ou Chen pergi, dia melihat di meja ada rekaman video untuknya. Dia tersenyum lalu memutar rekaman itu di ruang tengah.

 

Sumber:

 

Tuan Muda Ou Chen minta Zhen En agar memanggil Luo Xi. Ou Chen dan Luo Xi bicara 4 mata.
“Kamu adalah boss di tempat ini. Naskah ini dibuat khusus untuk Xia Mo atas perintahmu ya?” tanya Luo Xi


“Sejak kapan kau tahu?”
“Naskah ini ini terlalu banyak kemiripan dengan Xia Mo dan Xiao Cheng|”, jawab Luo Xi
“Kuharap kau mau merahasiakan ini dari media”, pinta Ou Chen
“Mengapa kau menginjinkanku main di sini? tidak takut aku merebut Xia Mo?”desak Lou Xi
“Jika dengan dekat denganmu bisa membawa kesembuhan untuk Xia Mo aku akan mengalah. Lagipula kamu aktor yang paling tahu keadaan Xia Mo dan tak akan membahayakan keadaan jiwanya”, jawab ou Chen.


Ou Chen lalu memberikan surat pada Luo Xi. Lou Xi terpana, itu surat terakhir Xiao Cheng untuk Xia Mo.

Suatu hari. Syuting film kembali berlangsung, kali ini bertempat di rumah keluarga Xia Mo waktu Lou XI juga pernah tinggal di sana. Syuting berlangsung dimana Luo Xi yang memerankan tokoh Xiao Cheng sedang duduk di bawah pohon sakura. Xia Mo yang memerankan Jie Lin (atau sebenernya Xia MO sendiri) datang. Lou Xi membacakan surat Xiao Cheng untuk Xia Mo (ceritanya ketemu arwahnya adiknya kali ya)


“Kakak, jika kakak membaca surat ini aku tidak ada lagi di dunia ini…Namun aku akan selalu memperhatikan Kakak. Suatu saat jika kita bertemu di kehidupan mendatang aku yang berganti akan menjaga Kakak…”
Xia Mo bergetar mendengar dialog itu, dia merasa Xiao Cheng seperti datang langsung dan berbicara kepadanya. Ou Chen sempat khawatir. LOu Xi meneruskan dialognya. Xia Mo benar-benar merasa tengah bicara dengan Xiao Cheng.


“Kakak harus selalu bahagia, jika kakak bahagia aku akan merasa ratusan kali bahagia. Namun jika kakak sedih aku juga merasa lebih sedih ratusan kali lipat..”
Xia Mo mulai tersenyum mengerti. Setelah Lou Xi selesai membacakan surat itu Xia Mo langsung jatuh pingsan (namun sepertinya Xia Mo jadi pulih dari tekanan batinnya). Ou Chen kali ini yang lebih sigap menolong/menangkap Xia Mo


 (Lou Xi kali ini keduluan hehe)

Xia Mo langsung diopname di rumah sakit. Xia Mo dirasa pulih , dkter meyatakan dia sekarang sedang kelelahan fisik dan mental saja. Dokter lalu memberi selamat pada Ou Chen.
“Anda akan mempunyai seorang bayi”
Ou Chen terpana, merasa tak percaya akan apa yang barusah didengarnya tadi. Dia berkaca-kaca dan bicara pada Xia Mo (Xia Mo msh pingsan sebenernya)
“Kau dengar? Kita akan mempunyai bayi” (wuah ini Ou Chen bener-bener ketiban rejeki nih cuma sekali tidur bareng langsung jadi)



Lou Xi terkejut mendengarnya (Anda memang tidak beruntung Lou Xi…)

Sejak saat itu Xia Mo mulai pulih. Dia dan Ou chen masih tinggal di rumah Xia Mo. Ou Chen pun sekarang sudah mulai kembali kerja di kantornya. Suatu saat Ou Chen menyiapkan sarapan buat Xia Mo. Dia lalu memanggil Xia Mo ke kamarnya di lanai ata. Dia kaget melihat kamar telah ksong. Dia buru-buru cari ke ruang bawah. Dia ruang gambar Xiao Cheng juga tidak ada. Ou Chen tiba-tiba merasa panik. Dia langsung menelpon Xia Mo, tapi teleponnya juga tidak aktif. Ou Chen sangat cemas dia buru-buru keluar. Eh ternyata Xia Mo muncul di depan pintu. Ou Chen langsung memeluk Xia Mo erat-erat
“Kupikir aku tidak akan melihatmu lagi…”


Xia Mo berkata bahwa dia menemui dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter.

Suatu hari Zhen En mengajak Pan Nam mencari peralatan untuk bayi. Dia siap menjadi ibu angkat untuk anak XIa Mo dan berusaha jadi yang terbaik dengan membelikan perlengkapan bayi seawal mungkin. Di departemen store mereka dikagetkan oleh sosok seseorang yang mereka kenal. Ternyata Ou Chen ada di sana, sedang mencari barang-barang untuk keperluan ibu hamil dan bai. Dia meilih baju bayi dan sepatu bayi yang lucu.



“Hai ibu angkat, kamu keduluan tuh”, sindir Pan Nam. Zhen en mulanya kecewa tapi mereka berdua kemudian terharu melihat Ou Chen dari kejauhan.

“Namun tidak apa-apa paling tidak kamu tersaingi oleh ayahnya sendiri”, lanjut PanNam


Di kantor Ou Chen minta dibelikan buket bunga pada sekertarisnya, karena dia akan mengajak Xia Mo melayat Xiao Cheng. Ou Chen lalu datang ke lokasi syuting Xia Mo. Namun dia kecewa karena Xia Mo sedang pergi dari lokasi.
“Xia Mo hanya pergi sebentar”, kata Zhen En takut-takut. Namun Ou Chen melihat Luu Xi juga tidak ditempat. AKhirnya Zhen En mengaku mereka beruda pergi bersama melayat ke makam Xiao Cheng, karena XIa Mo saat penguburan dulu tidak sadar dan Lou Xi belum sempat melayat ke sana.
Ou Chen menelepon Xia Mo. Xia Mo minta ijin melayat sebentar.
“Kalau kau ingin aku kembali aku akan segera kembali”, kata Xia Mo. Namun Ou chen berkata tidak perlu. Mereka lalu berjanji suatu saat akan perUgi melayat bersama. Ou Chen berkata dia akan kembali ke kantor dan pulang saat makan malam.

Saat Xia Mo berbicara pada Ou Chen, Lou Xi berbicara pada Xiao Cheng di depan makamnya.
“Xiao Cheng, sekarang kakakmu sudah ada Ou CHen yang menjaga, merawat dengan penuh cinta. Kau tidak perlu khawatir lagi”
Xia Mo lalu datang dia berkata pada Xiao Cheng bahwa dia dan Lou Xi bermain film bersama “picturesque scene”. Ceritanya tentang artis peluki yang bernama Xiao Cheng. Dan Lou Xi memerankan Xiao Cheng.


“Tapi aku tidak bisa melukis jadi kita memakan lukisanmu sebagai properti. Kata orang-orang lukisanmu indah|”, kata Lou XI menimpali
“Xiao Cheng, aku sedang mengandung, sudah 3 bulan”, cerita Xia Mo kemudian “Aku akan sangat menyayanginya, seperti menyayangimu”

Xia Mo dan Lou Xi lalu pergi meninggalkan makam. Lou Xi memegangi Xia Mo. “Kini kau sedang mengandung harus hati-hati”
Lou Xi lalu bicara pada Xia Mo minta maaf pada Xia Mo dan juga berterimakasih.
“Dulu karena aku sering merasa jiwaku tidak aman jadi sering merasa tidak tenang dan malah sering menyakiti hatimu. Namun sekrang aku belajar bahwa cinta itu harus ditanam dalam hati. Jadi karena ada di dalam hatiku. Aku tidak takut kau akan pergi. Terimakasih Xia Mo karena telah menyadakanku”
Xia Mo tersenyum, dia lalu memberikan hadiah buat Lou Xi berupa CD rekaman pembicaraan mereka yang pernah direkam Xiao Cheng. Luo Xi sangat berterimakasih.

 



Pada saat yang sama, ternyata Ou Chen tidak kembali ke kantornya. Dia diam-diam pergi juga ke makam Xiao Cheng dan memperhatikan Xia Mo dan Lou Xi dari jauh.


Ou Chen semakin merasa kecil hati. Dia merasa Xia Mo layak bahagia dengan orang yang dicintainya (padahal Xia Mo dan Lou Xi sudah ga ada apa-apa). Ou Chen lalu menaruh bunga di makam Xiao Cheng. Dia berbicara pada Xiao Cheng akan memenuhi janjinya agar Xia Mo dapat berbahagia (termasuk mengalah kayaknya).


“Namun ijinkan aku untuk diam-diam tetap memperhatikan dan menjaganya”, kata Ou Chen sambil meneteskan air mata.

Syuting kembali berlangsung. Ada adegan di mana Luo Xi dan Xia MO saling memperhatikan dengan mesra. Mereka saling merangkul dan Lou Xi mencium kening Xia Mo.


Ou Chen melihat adegan itu dari kejauhan dengan trenyuh dan kecil hati. Dia lalu pergi dan sepertinya siap pergi membiarkan mereka yang sepertinya layak saling mencintai.



Di rumahnya. Xia mo pergi ke dapur akan mencuci buah. Ou Chen lalu menghampirinya.

“Biar aku saja”, kata Ou Chen. Ou Chen mencucikan buah untuk Xia Mo. Xia Mo tersenyum. Setelah itu dia melap tangan Ou CHen yang basah. Ou Chen bahagia. 


Dia ingai waktu SMA dulu Xia Mo pernah melap kepalahnya yang basah.

Ou Chen lalu mengajak Xia MO kembali tinggal di rumahnya.Ou Chen sudah mulai bekerja kembali “Aku ingin pastikan ada yang membantu/menjagamu di rumah”

 

Xia Mo dan Ou Chen sudah pindah ke rumah Ou Chen lagi. Bagitu sudah malam. Ou Chen mengantar Xia Mo ke kamarnya untuk beristirahat. Lalu ou chen pergi lagi. Xia Mo mengejar Ou Chen.
“Kau mau ke mana?”, Xia Mo sepertinya mulai kesepian
“Aku masih ada urusan sedikit di kantor”
“Ahu ikut bersamamu ya?”, desak Xia Mo
“Tidak perlu, kau khan besok pagi-pagi harus pergi syuting”, kata Ou Chen.

Ou Chen lalu pergi dengan mobilnya. Namun Ou Chen sebenernya hanya menghindar dari Xia Mo. Dia menunggu sampai jam 11 malam.


Kemudian menelepon ke rumah untuk meyakinkan Xia Mo sudah tidur baru setelah itu dia pulang.

Xia Mo sejak hamil, dbantu oleh Zhen en sering merekam video kehamilannya untuk dokumentasi anaknya jika sudah besar nanti. Xia Mo sedang berada di lokasi syuting. Dia berkata pada Zhn En bahwa dia sering idak bertemu Ou Chen karena Ou Chen selalu pergi awal dan pulang setelah dia tidur.
“Kau sekarang kelihatnnya jadi sering membicarakan tuan muda”, goda Zhen En
“Walau kita jarang bertemu, tapi aku selalu merasa setiap jam 11 malam Ou Chen selalu menelepon untuk memastikan aku telah tidur. Aku juga sering merasa dia ada di sampingku saat aku telah tidur dan membelaiku. tapi aku rasanya sejak hamil terlalu letih, walau aku berusaha bangun aku tidak bisa”
Xia Mo sebenernya sudah pergi ke dokter kandungan lagi dan punya foto USG bayi dalam kandungannya. Xia mo sangat senang melihat foo bayi di kandungannya. Dia ingin memperlihatkan itu pada Ou Chen, ayah sang bayi.


Xia Mo lalu menelepon Ou Chen.

Ou Chen di sedang sibuk di kantornya. Dia trenyuh melihat telepon dari Xia Mo. Dia ingin mengangkatnya tapi ragu. Dia sepertinya sudah berjanji dalam hati ingin menjauh dari XIa Mo. Telepon Xia Mo tidak dia jawab. Xia Mo merasa agak kecewa.
“Mungkin dia memang sibuk”, kata Xia Mo menghibur diri.

Suatu malam, di kantornya Ou Chen menanyakan kepada sekertarisnya untuk kepindahan kepemilikan beberapa propertinya dan saham yang dia perintahkan. Begitu semuanya beres Tuan Muda keluar ruangan . Sekertarisnya agak tegang.
Ternyata Xia Mo sedang menunggu di luar ruangan dan tertidur di sofa.
Ou Chen terkejut juga khawatir dan memarahi sekertarisnya.
“Maaf, karena Nyonya memaksa jangan memberi tahu Tuan. Nyonya sudah dari pukul 6 sore di sini”
“Mengapa kau tidak memberikannya selimut?!”
Sepertinya udah masuk musim gugur kali. Ou Chen buru-buru membuka jasnya dan menyelimuti Xia Mo. Xia Mo terbangun.
“Mengapa kau tidur di sini, kamu bisa terkena flu”


“Syuting ku sudah selesai, jadi nani aku bisa lebih banyak punya waktu untuk menemanimu”
Ou Chen lalu mengajak Xia Mo pulang.

Ou Chen menunggui Xia Mo di samping tempat tidurnya. Saat tahu Xia Mo sudah tertidur. Ou Chen beranjak pergi. Xia Mo yang masih setengah sadar sempat menahan tangan Ou Chen.
“Ou Chen jangan menghindar dariku. saya tahu aku bukan istri yang baik.


Tapi saya akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik”, kata Xia Mo sambil terpejam “Ada gambar-gambar yang ingin kuperlihatkan padamu”
Xia Mo lalu tertidur pulas.
Ou Chen pergi, dia melihat di meja ada rekaman video untuknya. Dia tersenyum lalu memutar rekaman itu di ruang tengah.

 

Sumber:

Tuan Muda Ou Chen minta Zhen En agar memanggil Luo Xi. Ou Chen dan Luo Xi bicara 4 mata.
“Kamu adalah boss di tempat ini. Naskah ini dibuat khusus untuk Xia Mo atas perintahmu ya?” tanya Luo Xi


“Sejak kapan kau tahu?”
“Naskah ini ini terlalu banyak kemiripan dengan Xia Mo dan Xiao Cheng|”, jawab Luo Xi
“Kuharap kau mau merahasiakan ini dari media”, pinta Ou Chen
“Mengapa kau menginjinkanku main di sini? tidak takut aku merebut Xia Mo?”desak Lou Xi
“Jika dengan dekat denganmu bisa membawa kesembuhan untuk Xia Mo aku akan mengalah. Lagipula kamu aktor yang paling tahu keadaan Xia Mo dan tak akan membahayakan keadaan jiwanya”, jawab ou Chen.


Ou Chen lalu memberikan surat pada Luo Xi. Lou Xi terpana, itu surat terakhir Xiao Cheng untuk Xia Mo.

Suatu hari. Syuting film kembali berlangsung, kali ini bertempat di rumah keluarga Xia Mo waktu Lou XI juga pernah tinggal di sana. Syuting berlangsung dimana Luo Xi yang memerankan tokoh Xiao Cheng sedang duduk di bawah pohon sakura. Xia Mo yang memerankan Jie Lin (atau sebenernya Xia MO sendiri) datang. Lou Xi membacakan surat Xiao Cheng untuk Xia Mo (ceritanya ketemu arwahnya adiknya kali ya)


“Kakak, jika kakak membaca surat ini aku tidak ada lagi di dunia ini…Namun aku akan selalu memperhatikan Kakak. Suatu saat jika kita bertemu di kehidupan mendatang aku yang berganti akan menjaga Kakak…”
Xia Mo bergetar mendengar dialog itu, dia merasa Xiao Cheng seperti datang langsung dan berbicara kepadanya. Ou Chen sempat khawatir. LOu Xi meneruskan dialognya. Xia Mo benar-benar merasa tengah bicara dengan Xiao Cheng.


“Kakak harus selalu bahagia, jika kakak bahagia aku akan merasa ratusan kali bahagia. Namun jika kakak sedih aku juga merasa lebih sedih ratusan kali lipat..”
Xia Mo mulai tersenyum mengerti. Setelah Lou Xi selesai membacakan surat itu Xia Mo langsung jatuh pingsan (namun sepertinya Xia Mo jadi pulih dari tekanan batinnya). Ou Chen kali ini yang lebih sigap menolong/menangkap Xia Mo


 (Lou Xi kali ini keduluan hehe)

Xia Mo langsung diopname di rumah sakit. Xia Mo dirasa pulih , dkter meyatakan dia sekarang sedang kelelahan fisik dan mental saja. Dokter lalu memberi selamat pada Ou Chen.
“Anda akan mempunyai seorang bayi”
Ou Chen terpana, merasa tak percaya akan apa yang barusah didengarnya tadi. Dia berkaca-kaca dan bicara pada Xia Mo (Xia Mo msh pingsan sebenernya)
“Kau dengar? Kita akan mempunyai bayi” (wuah ini Ou Chen bener-bener ketiban rejeki nih cuma sekali tidur bareng langsung jadi)



Lou Xi terkejut mendengarnya (Anda memang tidak beruntung Lou Xi…)

Sejak saat itu Xia Mo mulai pulih. Dia dan Ou chen masih tinggal di rumah Xia Mo. Ou Chen pun sekarang sudah mulai kembali kerja di kantornya. Suatu saat Ou Chen menyiapkan sarapan buat Xia Mo. Dia lalu memanggil Xia Mo ke kamarnya di lanai ata. Dia kaget melihat kamar telah ksong. Dia buru-buru cari ke ruang bawah. Dia ruang gambar Xiao Cheng juga tidak ada. Ou Chen tiba-tiba merasa panik. Dia langsung menelpon Xia Mo, tapi teleponnya juga tidak aktif. Ou Chen sangat cemas dia buru-buru keluar. Eh ternyata Xia Mo muncul di depan pintu. Ou Chen langsung memeluk Xia Mo erat-erat
“Kupikir aku tidak akan melihatmu lagi…”


Xia Mo berkata bahwa dia menemui dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter.

Suatu hari Zhen En mengajak Pan Nam mencari peralatan untuk bayi. Dia siap menjadi ibu angkat untuk anak XIa Mo dan berusaha jadi yang terbaik dengan membelikan perlengkapan bayi seawal mungkin. Di departemen store mereka dikagetkan oleh sosok seseorang yang mereka kenal. Ternyata Ou Chen ada di sana, sedang mencari barang-barang untuk keperluan ibu hamil dan bai. Dia meilih baju bayi dan sepatu bayi yang lucu.



“Hai ibu angkat, kamu keduluan tuh”, sindir Pan Nam. Zhen en mulanya kecewa tapi mereka berdua kemudian terharu melihat Ou Chen dari kejauhan.

“Namun tidak apa-apa paling tidak kamu tersaingi oleh ayahnya sendiri”, lanjut PanNam


Di kantor Ou Chen minta dibelikan buket bunga pada sekertarisnya, karena dia akan mengajak Xia Mo melayat Xiao Cheng. Ou Chen lalu datang ke lokasi syuting Xia Mo. Namun dia kecewa karena Xia Mo sedang pergi dari lokasi.
“Xia Mo hanya pergi sebentar”, kata Zhen En takut-takut. Namun Ou Chen melihat Luu Xi juga tidak ditempat. AKhirnya Zhen En mengaku mereka beruda pergi bersama melayat ke makam Xiao Cheng, karena XIa Mo saat penguburan dulu tidak sadar dan Lou Xi belum sempat melayat ke sana.
Ou Chen menelepon Xia Mo. Xia Mo minta ijin melayat sebentar.
“Kalau kau ingin aku kembali aku akan segera kembali”, kata Xia Mo. Namun Ou chen berkata tidak perlu. Mereka lalu berjanji suatu saat akan perUgi melayat bersama. Ou Chen berkata dia akan kembali ke kantor dan pulang saat makan malam.

Saat Xia Mo berbicara pada Ou Chen, Lou Xi berbicara pada Xiao Cheng di depan makamnya.
“Xiao Cheng, sekarang kakakmu sudah ada Ou CHen yang menjaga, merawat dengan penuh cinta. Kau tidak perlu khawatir lagi”
Xia Mo lalu datang dia berkata pada Xiao Cheng bahwa dia dan Lou Xi bermain film bersama “picturesque scene”. Ceritanya tentang artis peluki yang bernama Xiao Cheng. Dan Lou Xi memerankan Xiao Cheng.


“Tapi aku tidak bisa melukis jadi kita memakan lukisanmu sebagai properti. Kata orang-orang lukisanmu indah|”, kata Lou XI menimpali
“Xiao Cheng, aku sedang mengandung, sudah 3 bulan”, cerita Xia Mo kemudian “Aku akan sangat menyayanginya, seperti menyayangimu”

Xia Mo dan Lou Xi lalu pergi meninggalkan makam. Lou Xi memegangi Xia Mo. “Kini kau sedang mengandung harus hati-hati”
Lou Xi lalu bicara pada Xia Mo minta maaf pada Xia Mo dan juga berterimakasih.
“Dulu karena aku sering merasa jiwaku tidak aman jadi sering merasa tidak tenang dan malah sering menyakiti hatimu. Namun sekrang aku belajar bahwa cinta itu harus ditanam dalam hati. Jadi karena ada di dalam hatiku. Aku tidak takut kau akan pergi. Terimakasih Xia Mo karena telah menyadakanku”
Xia Mo tersenyum, dia lalu memberikan hadiah buat Lou Xi berupa CD rekaman pembicaraan mereka yang pernah direkam Xiao Cheng. Luo Xi sangat berterimakasih.

 



Pada saat yang sama, ternyata Ou Chen tidak kembali ke kantornya. Dia diam-diam pergi juga ke makam Xiao Cheng dan memperhatikan Xia Mo dan Lou Xi dari jauh.


Ou Chen semakin merasa kecil hati. Dia merasa Xia Mo layak bahagia dengan orang yang dicintainya (padahal Xia Mo dan Lou Xi sudah ga ada apa-apa). Ou Chen lalu menaruh bunga di makam Xiao Cheng. Dia berbicara pada Xiao Cheng akan memenuhi janjinya agar Xia Mo dapat berbahagia (termasuk mengalah kayaknya).


“Namun ijinkan aku untuk diam-diam tetap memperhatikan dan menjaganya”, kata Ou Chen sambil meneteskan air mata.

Syuting kembali berlangsung. Ada adegan di mana Luo Xi dan Xia MO saling memperhatikan dengan mesra. Mereka saling merangkul dan Lou Xi mencium kening Xia Mo.


Ou Chen melihat adegan itu dari kejauhan dengan trenyuh dan kecil hati. Dia lalu pergi dan sepertinya siap pergi membiarkan mereka yang sepertinya layak saling mencintai.



Di rumahnya. Xia mo pergi ke dapur akan mencuci buah. Ou Chen lalu menghampirinya.

“Biar aku saja”, kata Ou Chen. Ou Chen mencucikan buah untuk Xia Mo. Xia Mo tersenyum. Setelah itu dia melap tangan Ou CHen yang basah. Ou Chen bahagia. 


Dia ingai waktu SMA dulu Xia Mo pernah melap kepalahnya yang basah.

Ou Chen lalu mengajak Xia MO kembali tinggal di rumahnya.Ou Chen sudah mulai bekerja kembali “Aku ingin pastikan ada yang membantu/menjagamu di rumah”

 

Xia Mo dan Ou Chen sudah pindah ke rumah Ou Chen lagi. Bagitu sudah malam. Ou Chen mengantar Xia Mo ke kamarnya untuk beristirahat. Lalu ou chen pergi lagi. Xia Mo mengejar Ou Chen.
“Kau mau ke mana?”, Xia Mo sepertinya mulai kesepian
“Aku masih ada urusan sedikit di kantor”
“Ahu ikut bersamamu ya?”, desak Xia Mo
“Tidak perlu, kau khan besok pagi-pagi harus pergi syuting”, kata Ou Chen.

Ou Chen lalu pergi dengan mobilnya. Namun Ou Chen sebenernya hanya menghindar dari Xia Mo. Dia menunggu sampai jam 11 malam.


Kemudian menelepon ke rumah untuk meyakinkan Xia Mo sudah tidur baru setelah itu dia pulang.

Xia Mo sejak hamil, dbantu oleh Zhen en sering merekam video kehamilannya untuk dokumentasi anaknya jika sudah besar nanti. Xia Mo sedang berada di lokasi syuting. Dia berkata pada Zhn En bahwa dia sering idak bertemu Ou Chen karena Ou Chen selalu pergi awal dan pulang setelah dia tidur.
“Kau sekarang kelihatnnya jadi sering membicarakan tuan muda”, goda Zhen En
“Walau kita jarang bertemu, tapi aku selalu merasa setiap jam 11 malam Ou Chen selalu menelepon untuk memastikan aku telah tidur. Aku juga sering merasa dia ada di sampingku saat aku telah tidur dan membelaiku. tapi aku rasanya sejak hamil terlalu letih, walau aku berusaha bangun aku tidak bisa”
Xia Mo sebenernya sudah pergi ke dokter kandungan lagi dan punya foto USG bayi dalam kandungannya. Xia mo sangat senang melihat foo bayi di kandungannya. Dia ingin memperlihatkan itu pada Ou Chen, ayah sang bayi.


Xia Mo lalu menelepon Ou Chen.

Ou Chen di sedang sibuk di kantornya. Dia trenyuh melihat telepon dari Xia Mo. Dia ingin mengangkatnya tapi ragu. Dia sepertinya sudah berjanji dalam hati ingin menjauh dari XIa Mo. Telepon Xia Mo tidak dia jawab. Xia Mo merasa agak kecewa.
“Mungkin dia memang sibuk”, kata Xia Mo menghibur diri.

Suatu malam, di kantornya Ou Chen menanyakan kepada sekertarisnya untuk kepindahan kepemilikan beberapa propertinya dan saham yang dia perintahkan. Begitu semuanya beres Tuan Muda keluar ruangan . Sekertarisnya agak tegang.
Ternyata Xia Mo sedang menunggu di luar ruangan dan tertidur di sofa.
Ou Chen terkejut juga khawatir dan memarahi sekertarisnya.
“Maaf, karena Nyonya memaksa jangan memberi tahu Tuan. Nyonya sudah dari pukul 6 sore di sini”
“Mengapa kau tidak memberikannya selimut?!”
Sepertinya udah masuk musim gugur kali. Ou Chen buru-buru membuka jasnya dan menyelimuti Xia Mo. Xia Mo terbangun.
“Mengapa kau tidur di sini, kamu bisa terkena flu”


“Syuting ku sudah selesai, jadi nani aku bisa lebih banyak punya waktu untuk menemanimu”
Ou Chen lalu mengajak Xia Mo pulang.

Ou Chen menunggui Xia Mo di samping tempat tidurnya. Saat tahu Xia Mo sudah tertidur. Ou Chen beranjak pergi. Xia Mo yang masih setengah sadar sempat menahan tangan Ou Chen.
“Ou Chen jangan menghindar dariku. saya tahu aku bukan istri yang baik.


Tapi saya akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik”, kata Xia Mo sambil terpejam “Ada gambar-gambar yang ingin kuperlihatkan padamu”
Xia Mo lalu tertidur pulas.
Ou Chen pergi, dia melihat di meja ada rekaman video untuknya. Dia tersenyum lalu memutar rekaman itu di ruang tengah.

 

Sumber:

http://pelangidrama.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: