Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Coffee Prince Episode 13 dan 14

pada 15 November 2010

 

Episode 13

 


 

Eun-sae kembali berulah, ia memperlakukan Min-yeop, yang masih dimabukkan oleh cinta, seperti budak mulai dari membawakan kursi, payung, hingga mentraktir gadis itu. Keruan saja, kelakuannya langsung dicela oleh Ha-rim, yang menyarankan Min-yeop untuk berkencan dengan gadis lain.

Di tempat lain, Eun-chan dan Han-gyeol melakukan kencan pertama mereka dengan unik : makan mie di kediaman Han-gyeol. Berbicara soal kemungkinan keberangkatan pemuda itu ke Amerika dalam waktu dekat, jantung Eun-chan berdetak lebih cepat ketika Han-gyeol menawarinya supaya ikut.

Melihat wajah gadis itu yang memerah, dengan cepat Han-gyeol menyebut bahwa bila Eun-chan tidak mau tinggal bersama, mereka bisa menyewa apartemen yang terpisah. Saking gembiranya, saat pulang Eun-chan langsung menceritakan tawaran itu pada sang ibu dan adik. Namun, reaksi Eun-sae sama sekali tidak disangka : ia marah-marah sambil menyebut tanpa Eun-chan, keluarganya bakal mengalami kesulitan.

Namun dibalik reaksinya yang berlebihan, EUn-sae sebenarnya punya maksud mulia : ia ingin bisa sukses terlebih dahulu dan membahagiakan Eun-chan yang telah banyak berkorban. Sementara itu, Eun-chan sendiri tidak begitu saja setuju, gadis itu berharap bisa mandiri dan hidup dari jerih-payahnya sendiri bila suatu saat mengikuti Han-gyeol ke Amerika.

Dari Ha-rim, Eun-chan juga mendengar bahwa Han-gyeol telah mendapat tawaran kerja di Amerika dan tidak ingin mencegah karir pemuda itu. Saat baru saja pulang ke rumah, Eun-chan sudah mendapat telepon dari Han-gyeol, yang meminta gadis tomboy itu untuk datang ke apartemennya.

Begitu melihat wajah sedih Han-gyeol, apalagi ceritanya tentang identitas sang ayah kandung, Eun-chan dengan penuh perhatian langsung memeluknya. Tidak cuma itu, Eun-chan juga menggiring pemuda itu untuk menghirup udara segar sambil membicarakan soal hubungan mereka ke depan. Akhirnya diputuskan bahwa Han-gyeol, yang sempat terlihat enggan, berangkat sendirian ke Amerika.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Han-seong. Setelah beberapa hari kehilangan semangat hidup, ia mendapati tas Yoo-joo didalam rumah pada suatu malam. Begitu masuk kamar, Han-seong melihat tubuh perempuan yang dicintainya itu tertidur lelap diatas ranjangnya. Rupanya, Yoo-joo menghilang selama beberapa hari untuk menenangkan diri sebelum kemudian akhirnya kembali ke pelukan Han-seong.

Di kafe, secara tidak sengaja Han-gyeol mendengar nasehat (sesat) Ha-rim pada Eun-chan tentang cara memperlakukan pria. Tambah kesal apalagi setelah melihat para penghuni Coffee Prince lain memperbudak gadis yang dicintainya itu, Han-gyeol langsung berteriak kesal.

Keruan saja, aksinya membuat Ha-rim, Min-yeop dan Sun-ki bengong. Dasar konyol, mereka malah membalas dengan cara yang tidak kalah kocak : menarik Eun-chan yang berada di lantai dua untuk kemudian diperlakukan seperti putri kerajaan. Aksi tersebut sukses membuat Eun-chan terkikik-kikik. Apalagi ketika ditanya, Han-gyeol dengan senyum lebar menyebut teguran itu dilakukan supaya Eun-chan tidak terlalu lelah.

Wajah Han-gyeol sedikit berubah saat mendapat telepon yang mengabari kalau ayah kandungnya bakal meninggalkan Korea untuk kembali ke Austria. Untungnya lagi-lagi ada Eun-chan yang siap menghibur. Pagi-pagi sekali, gadis itu datang ke kediaman Han-gyeol dan memberikan kejutan yang langsung membuat pemuda itu tersenyum lebar.

Meski sempat diawal dengan kaku, Han-gyeol akhirnya bisa melepas kepergian sang ayah dengan senyuman. Di perjalanan pulang, ia menelepon Eun-chan untuk mengucapkan terima kasih dan menyebut akan selalu jujur sambil berharap Eun-chan melakukan hal yang sama.

 

 

Episode 14

 


 

Niat Han-gyeol untuk membatalkan kepergiannya ke Amerika sempat diutarakan ke sang nenek dan ayah. Berbeda dengan ayahnya yang lebih menyerahkan semua keputusan pada sang putra, nenek Han-gyeol menolak keras. Sikap tersebut membuat Han-gyeol mulai berpikir untuk membuka apa yang dirasakannya selama ini kepada pihak keluarga.

Namun sebelumnya, masih ada satu hal yang harus dilakukan pemuda itu : menghadiri pesta kecil-kecilan yang digelar Han-seong dirumahnya dalam rangka merayakan kembalinya Yoo-joo. Sudah tentu, Han-gyeol tidak datang sendiri karena Eun-chan selalu bersamanya.

Menghadapi pria yang dihormati sekaligus pernah disukai dan menyukainya bersama sang kekasih, sudah tentu Eun-chan sempat merasa gugup. Apalagi, Yoo-joo juga sudah tahu dari jauh-jauh hari kalau kekasihnya Han-gyeol sempat menaruh hati pada Eun-chan.

Untungnya, suasana bisa dicairkan oleh candaan Han-gyeol , Yoo-joo dan Han-gyeol yang saling menyindir masa lalu masing-masing pasangan yang sempat menyukai orang lain. Hal tersebut membuat Eun-chan menjadi lebih santai, dan tanpa malu-malu bercanda dengan Han-gyeol. Dari jarak beberapa meter, Han-seong dan Yoo-joo cuma tersenyum melihat kemesraan pasangan baru itu.

Kejutan bagi pasangan Han-seong dan Yoo-joo ternyata tidak sampai disitu. Kedekatan mereka ternyata berimbas pada Yoo-joo, yang kedapatan hamil. Beruntung bagi gadis itu, kabar tersebut (yang disampaikan lewat SMS kepada sang kekasih meski jarak mereka hanya terpaut beberapa meter) disambut dengan penuh suka-cita oleh Han-seong.

Setelah cukup lama memendam rahasia, Han-gyeol memutuskan untuk membawa Eun-chan ke rumahnya sekaligus membuka identitas gadis itu yang sebenarnya. Saat bersama nenek Han-gyeol di kamar sang kekasih, Eun-chan sempat mendapat sambutan baik meski wanita setengah baya itu tidak habis pikir dengan sikap Eun-chan yang semakin mirip perempuan.

Karena itu, bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya sang nenek (dan ibu) saat Han-gyeol menyebut Eun-chan sebagai seorang gadis yang sekaligus juga dicintainya. Dengan suara tinggi, nenek Han-gyeol menolak kehadiran Eun-chan sambil memarahi sang cucu yang dianggap tidak bisa memilih calon pasangan yang baik.

Keruan saja,ucapan itu membuat Han-gyeol tersinggung dan langsung menarik Eun-chan pergi. Disinilah terlihat betapa beruntungnya pria itu. Bukannya marah, Eun-chan malah menyebutkan niatnya untuk mengubah pandangan nenek Han-gyeol untuk berbalik menyukainya.

Masih penasaran, nenek Han-gyeol dan menantunya datang ke Coffee Prince untuk menemui Eun-chan. Berusaha menyenangkan perempuan yang dihormatinya itu, Eun-chan menyebut kalau dirinya belum berpikir tentang pernikahan dan bukan tidak mungkin hubungannya dengan Han-gyeol bisa berakhir sewaktu-waktu. Dasar apes, ucapan itu malah membuat nenek Han-gyeol semakin kesal.

Untungnya tak berapa lama Han-gyeol muncul, dan menyuruh Eun-chan pergi. Dengan suara tegas, Han-gyeol menyebut tidak akan melepas Eun-chan sampai kapanpun dan mengancam bahwa bila terus-terusan dipaksa, ia bakal nekat dan langsung menikahi gadis yang dicintainya itu.

Sempat melihat tatapan sinis sang nenek sebelum pergi, Eun-chan sempat ketar-ketir menanti kabar dari Han-gyeol. Di dapur, pria itu akhirnya mengaku sedang memikirkan rencana untuk membatalkan kepergiannya ke Amerika karena tidak mau berpisah dengan Eun-chan.

 

Cre:

http://korea-lovers86.blogspot.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: