Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis My Princess Episode 10

pada 16 April 2011

Hae Young datang dengan tatapan mata yang tak pernah lepas pada Lee Seol,Walaupun Yoon Ju berlari memeluknya.sama halnya dengan Yoon Ju yang tatapannya lurus kebelakang Hae Young walaupun Hae Young berada di depannya.

 

Hae Young tahu permainan yang dilakukan Yoon Ju.dengan suara yang pelan Hae Young berkata apakah Youn Joo ingin tahu-diantara mereka berdua siapa yang sebenarnya ingin datang menjemputnya karena jelas itu bukan Dia.Dan Yoon Jo juga tidak bodoh dan berkata apakah ini semua agar Hae Young lakukan agar Lee Seol tahu bahwa Ia masih sayang mah Lee seol.dan Hae Young berhutang padanya karena Ia mau mengikuti permainan ini.

Hae Young meraih pergelangan tangan Yoon Ju dan pergi tapi Lee seol berusaha mencegahnya dan meminta Hae Young untuk tidak pergi akan tetapi Hae Young mulai ragu untuk meninggalkan Lee Seol tapi Ia tetap pergi juga bersama Yoon Jo dan tinggallah Lee Seol dan Jung Woo yang patah hati


Yoon Ju mendapati kenyataan walau pun dirinya yang pergi bersama Hae Young tapi Hae Young tampak sangat menyayangi Lee Soul.sedangkan kedua orang yang patah hati ini berusaha saling menghibur.Jung Woo mengajak Lee Seol makan makana manis karena makanan manis bisa meredakan patah hati.Lee Seol setuju asalkan Jun Woo yang Traktir.akhirnya kedua orang ini tahu siapa yang ada dalam hati mereka masing-masing

Istana,Hae Young Khawatir karena sampai sekarang Lee Seol belum pulang dan Ia berusaha menghubunginya tapi tidak aktif.Hae Young meminta dayang2 untuk menghubungi Jung Woo dan hasilnya sama.Keduanya tidak bisa dihubungi.

.


Malah Ia menemukan Lee Seol diruang makan sedang masak Mie.Saat melihat Hae Young,Lee Seol langsung beranjak pergi namun Hae Young langsung meminta Lee Seol untuk tinggal mematikan kompor,membuang telur dan memakan Mienya karena Ia tahu Lee Seol bukan orang yang suka membuang-buang makanan.

Hae Young juga berkata padanya bahwa betapa mengebu-gebunya Lee Seol saat konferensi pers kemarin.Lee Seol mengatakan bahwa Ia akan menjadi Putri yang baik tapi kenapa sekarang malah pergi minum-minum dan tidak mengaktifkan handphonenya.


Hae Young menyadari kalau Ia terus berbicara Ia akan ketahuan betapa Ia sangat Mnecemaskan Lee Seol,maka Ia menutupinya dengan berkata”Menyebalkan,Tak terbakar???(ha….ha …takut ketahuan )


Pagi hari yang pertama dilakukan Hae Young ketika terbangun adalah mengecek me2day(twitter ala korea)milik Lee Seol dan senyum-senyum sendiri melihat foto Lee Seol.dari update itu Ia tahu Lee Seol baik-baik saja.


Dan Ia kaget karena saat memandangi me2day Lee Seol,pemilik akun menelponnya.Lee Seol ingin meminta sarannya.ternyata itu adalah Email penggemarnya dan Lee Seol sedang menjawab email sejak pagi tadi dan sekarang sudah yang ke-500.Hae Young langsung menutup akses internet untuknya dan mengatakan mulai sekarang Ia tidak boleh menjawab pertanyaan tentang apapun juga karena semua pertannyaan akan berdampak politis baginya seperti merah atau kuning,makanan asing atau local.Dll

Lee Seol memahami maksud Hae Young dan Ia berkata apakah Ia boleh menjawab pertanyaan ”apakah P orang baik atau jahat?apakah pertanyaan itu juga berdampak politis?


Hae Young yang merasa dipojokkan, mengalihkan pandangannya dari Lee Seol dan menyuruhnya untuk tidak menjawab karena pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling bisa dipolitisasi. Jadi Lee Seol tak boleh menjawabnya. Dan Hae Young juga menyuruhnya untuk tak pergi atas persetujuannya


Hae Young sungguh-sungguh posesif.Presiden ingin menarik Putri dalam sayap (partainya), maka ia memanggil Hae Young untuk meluangkan waktu Putri dengannya untuk tampil di publik. Hae Young yang sudah tahu taktik Presiden mengatakan bahwa Putri belum siap tampil di publik. Walaupun sedikit ragu, Presiden akan menuruti saran HaeYoung saat in


Ayah Yoon Ju menemui  Yoon Ju, dan menasihatinya agar ia meletakkan ambisinya (menikah dengan Hae Young dan menginginkan asset Dae Han agar tetap di tangan Hae Young). Ia menduga kalau ayah Hae Young memiliki andil dalam meninggalnya ayah Lee Seol.  Dulu, Hae Young mengikuti nasehat Kakeknya untuk melayani Negara dan ia menjadi Diplomat. Namun sekarang karena Hae Young sudah mengetahui kenyataan bahwa ayahnya mungkin membunuh ayah Lee Seol), ia mungkin sudah berubah. Jadi Yoon Ju juga harus menyerah.Lee Seol duduk di tempat persembunyiannya, mencoba menghubungi Lee Dan yang terus menerus menuai kegagalan. Ia malah mendapat telepon dari sahabatnya yang menuduhnya sombong dan tak mau bertemu dengannya setelah menjadi Putri.
Lee Seol mengatakan kalau Putri itu pasti sudah gila, dan ia berjanji akan menemuinya hari ini.Sayang Hae Young mendengar dan bertanya hendak kemana ia pergi. Lee Seol tergagap dan menjawab,

Hae Young memahami perasaan Lee Seol, karena ayahnya ayahnya ayahnya temannya meninggal. MEMANG DIA BISA DIKIBULI? Hae Young melarangnya pergi dan memberikan daftar buku yang harus dia baca.Lee Dan menemukan pesan kalau bunga yang dikirim ibunya telah sampai, dan ia marah-marah. Ia menuduh ibunya lebih menyayangi Lee Seol daripada dia, padahal ia telah sekuat tenaga menjadi mahasiswa yang berprestasi bahkan mendapat beasiswa. Ibu menangis meminta maaf pada Lee Dan, karena itu semua salahnya.Ternyata yang menginginkan Putri menjadi sayap partai bukan hanya presiden saja, tapi juga anggota senat Go yang meminta Yoon Ju untuk mengajak Putri mengikuti salah satu event yang diadakan olehnya.

 


Semua karakter di sini adalah fiksi, kecuali politikus. Dan di negara manapun, politikus tetap politikus.

Lee Seol bosan akan bacaan yang diberikan oleh Hae Young. Dia malah mengeluarkan memo pesan Hae Young padanya. Tersenyum mengingat semua kebaikan Hae Young, sampai ia membalik kertas itu dan membaca kalau itu adalah e-tiket.


Lee Seol langsung mendatangi Hae Young dan menuduhnya akan mengirimnya pergi lagi. Hae Young yang semula membantah, (memo itu berasal darinya) mengatakan kalau itu adalah tiketnya. Lee Seol tak mengerti apa yang direncanakan Hae Young, dan Hae Young pun tak mau mengatakannya dan mengajaknya untuk mulai pelajaran.

 


Pelajaran kali ini adalah cara menghadapi pers dan menjawab pertanyaan. Hae Young mengajarkan kalau Lee Seol boleh memilih untuk tidak menjawab pertanyaan yang diberikan. Tapi jangan menjawab sembarangan. Hae Young mulai membombardir pertanyaan seperti warna favorit: biru langit (jangan menjawab sembarangan), Penyanyi favorit:John Park (jangan memberi satu nama), buku favorit : Hasrat Terpendam Presiden Wanita (Huh?)

Hehehe… pantas saja Lee Seol bosan dengan bacaan yang diberikan oleh Hae Young.

Kunci dalam melakukan wawancara adalah ia harus jujur, tapi jangan detail. Jika ia terlalu condong ke satu pihak, pihak lain akan menyerang. Jika ia menghadapi pertanyaan yang susah dijawab, ia dapat menjawabnya dengan diselingi guyonan.Lee Seol menganggapnya mudah karena ia sangat humoris. Dan Hae Young menantang Lee Seol : 

 

Mata Lee Seol berkedip, dan menjawab:

 

 

 Lee Seol malah membentak Hae Young dengan gaya Mishilnya, mengatakan ia tak sopan. Ia akan membiarkan Hae Young hidup jika pelajaran berakhir sekarang. 


Hae Young menyindir dan bertanya, apa yang diharapkan rakyat pada keluarga kerajaan, kalau ia mau menghentikan pelajaran yang baru berlangsung 10 menit? Lee Seol malah melupakan semua pelajarannya dan menjawab sekenanya: Cuaca hari ini sangat bagus.

Bagaimana pendapat Anda tentang kebijakan pemerintah tentang pengangguran? : Apakah kau ingin berjalan-jalan keluar?
 Bagaimana dengan kebijakan tentang utilisasi usia kerja generasi muda? :Aku lapar

Sejak kapan kau menyukai P? : Aku juga haus.

Lee Seol tersentak menyadari pertanyaan terakhir Hae Young yang bermuatan politis. Dan Lee Seol membalasnya dengan menanyai pertanyaan politis lanjutan :”Apakah kau masih menjadi musuhku?

Hae Young menghela nafas, mencondongkan badannya ke arah Lee Seol dan menjawab perlahan,

 

 

Tapi Lee Seol tak mau melepaskan Hae Young begitu saja. Ia ingin Hae Young memberi contoh padanya bagaimana menjawab pertanyaan : Jika Putri masih menjadi musuhnya, apa alasan Hae Young membantunya? Kapan Putri  terlihat paling cantik? Apakah kau masih berharap ia tak menjadi Putri?

 


Hae Young menjawab pelajaran sudah usai. Dan ia pergi meninggalkan Lee Seol.

Jika Lee Seol masih harus belajar lebih banyak lagi tentang cara menjawab pertanyaan, maka sebaliknya dengan Lee Dan.
Saat Jung Woo menelponnya dan meminta untuk  bertemu, Lee Dan menghindari pertanyaan Jung Woo dengan balik bertanya. Bahkan jawaban diplomatis pun diberikan Lee Dan saat Jung Woo bertanya apakah Lee Dan memiliki kantong itu, atau dia yang mengambilnya.
Rupanya Lee Dan juga sudah mengambil kelas Hae Young dalam menjawab pertanyaan sulit. Karena saat terpojok, Lee Dan mengatakan kalau ia harus segera pergi untuk mempersiapkan ujian dan harus belajar.


 

Jung Woo melaporkan hasil pertemuannya pada Lee Seol. Ia menemukan fakta kalau Lee Dan sudah dihubungi oleh seseorang, yang tak menyukai dirinya menjadi Putri. Tapi ia tak tahu apakah Lee Dan memiliki kantong tersebut atau tidak. Jika ya, masalah besar akan muncul, karena jika kantong itu asli, maka tak ada cara yang membuktikan kalau ia adalah Putri yang asli. 
Lee Seol diberitahu Yoon Ju kalau akan ada acara di Panti Asuhan tempat ia tinggal dulu, bersama Presiden.  Dengan naifnya ia menyetujui akan hadir di sana, dan mulai mempersiapkan makanan yang akan dibawanya ke Panti Asuhan bersama Gun. Gun dengan senang hati membantunya, bahkan mencicipi makanan yang dibuat Lee Seol dengan cinta, jika saja Tuan ‘pencemburu yang hatinya tak terbakar’ datang.  

 


Gun yang tak mau mendapat masalah, mengedipkan mata pada Lee Seol dan buru-buru kabur. Hae Young memarahi Lee Seol yang memutuskan datang ke panti asuhan tanpa berunding dulu dengannya. Ia menilai Lee Seol belum siap untuk pergi keluar hanya berbekal sup (bukannya ketrampilan berbicara dan membawa diri seperti yang diajarkannya tadi). Ia tak akan mengijinkan Lee Seol untuk pergi kemanapun juga.Lee Seol berbalik membentak bahwa dia bukan milik Hae Young, tak ada cinta di antara mereka, jadi ia tak berhak melarangnya.  Hae Young nampak stress menghadapi gadis naïf yang keras kepala di depannya. Dipandanginya Lee Seol, sampai Lee Seol salah tingkah.


Untuk menutupi rasa canggungnya, dengan gaya sageuk Lee Seol mengatakan karena saat ini ia memegang pisau, maka ia adalah Jang Geum. Namun ada perbedaannya, karena Hae Young bukan pasangan hidupnya, dan Ji Jin Hee  (actor yang memerankan pasangan Jang Geum) tak ada di sampingnya untuk melindunginya. LOL, dan ‘Jang Geum’ pun mendendangkan Onnara onnara…

Hae Young tak dapat menutupi kekesalannya. Bagaimana mungkin gadis ini memahami politik yang keji jika referensinya adalah Mishil dan Jang Geum? 


Ia menyuruhnya segera membereskan semua, dan Lee Seol tetap tak boleh ke Panti Asuhan. Ia tak mau mendengar argumentasi Lee Seol lebih lanjut dan segera pergi.
Lee Seol mendatangi Yoon Ju dan bertanya bagaimana mungkin Hae Young melarangnya pergi, bukannya mereka adalah satu paket (pasangan yang tak menyetujui dirinya menjadi Putri)? Yoon Ju mengatakan bahwa ia akan membujuk Hae Young agar menyetujuinya. Lee Seol yang curiga kemudian malah membatalkan acara tersebut dengan alasan ia mendapat firasat buruk jika Yoon Ju mengijinkannya. Dan ia segera merubah rencananyaDan rencana tersebut adalah mengundang anak-anak itu ke dalam istana. Yoon Ju yang mengetahui perubahan itu membiarkannya namun memperingatkan dayang-dayang kroninya agar Hae Young tak boleh mengetahui hal ini.


Tapi Yoon Ju tak perlu khawatir karena Hae Young sedang pergi menemui Kakek Park untuk memastikan apakah ayahnya yang membunuh ayah Lee Seol, atau ini hanyalah kesalahpahaman semata. Kakek juga ingin hal ini sebagai kesalahpahaman, tapi sepertinya tidak. 


Lee Dan yang datang menemui Yoon Ju, bertanya apakah Yoon Ju (yang dulu pernah bekerja sebagai kurator) dapat membantunya akan kantong kerajaan? Yoon Ju tak suka pada Lee Dan yang bersikap sok di hadapannya (Ia lebih suka IA yang sok di depan yang lain). Ia mengatakan kalau memang Lee Dan mempunyai kantong itu, lebih baik keluarkan sekarang dan ia akan membayar mahal untuk kantong tersebut.

 


Lee Dan sadar kalau tujuan mereka kelihatannya saja sama tapi ternyata berbeda. Tujuan mereka sama-sama ingin menjadi pusat perhatian. Jika kantong itu dipegang Lee Dan, maka ia mungkin bisa menjadi Putri dan menyingkirkan Lee Seol, sementara jika kantong itu dipegang Yoon Ju, sebagai kurator ia akan mendapat pengakuan yang tinggi dan juga menyingkirkan Lee Seol. Maka Lee Dan pun memilih meninggalkan Yoon Ju dan menuju ke orang lain yang lebih dia percayai.


Yaitu Profesor Nam Jung Woo. Walaupun ia adalah dosen Lee Seol, tapi kecintaannya terhadap barang-barang arkeologis lebih menjadikan Prof. Nam sebagai orang yang lebih kredibel dan obyektif (dia membenci Yoon Ju karena Yoon Ju tak punya etika dalam memburu surat kerajaan yang sama-sama mereka cari di masa lalu-Ep.1).
Dan penilaian Lee Dan benar. Karena Jung Woo begitu terkesima dengan kantong yang diberikan olehnya, dan berjanji akan memeriksa barang tersebut.

Hae Young kaget melihat Lee Seol mengundang anak-anak panti asuhan. Tapi ia tak bisa marah karena secara teknis Lee Seol tidak melanggar larangannya. Hae Young tak mempermasalahkan hal ini, sampai pengawal memberitahukan kalau Presiden sudah hadir. Tentu saja hal ini sudah direncanakan oleh Yoon Ju, yang beradaptasi dengan perubahan yang dilakukan oleh Lee Seol.

Dan sesuai perkiraan Hae Young, Lee Seol tak siap dengan Presiden dan wartawan yang datang. Berbagai pertanyaan dilontarkan, dimana jawabannya bukan pertanyaan benar dan salah. Lee Seol panik dan menoleh pada Hae Young, meminta bantuannya.Hae Young mendesah, berpikir sejenak, kemudian menuju ke tengah ruangan dan berkata,

 

“Saya Park Hae Young, berterima kasih pada semua wartawan yang hadir untuk meliput kegiatan Putri. Saya ingin menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Putri ini, tak memiliki hubungan politis terhadap partai tertentu. Sejak saat ini, keluarga kerajaan akan mempertahankan sikap tak berpihak pada partai politik tertentu. Dan saya tak akan mengijinkan orang lain menghancurkan sikap apolitis kerajaan tersebut. Maafkan kami, tapi Putri memiliki agenda kegiatan lain setelah ini.”

Hae Young kemudian menarik Lee Seol pergi, tak mempedulikan pertanyaan wartawan yang mempertanyakan wewenang apa yang diimiliki Hae Young sehingga ia berani memberi pernyataan seperti itu.

 


Lee Seol pun mempertanyakan hal itu. Kenapa Hae Young begitu sensitif terhadap kegiatan amal yang dia lakukan. Hae Young bertanya balik, sebenarnya ia baik hati atau bodoh, sih? Dan Hae Young menjawab sendiri kalau Lee Seol adalah bodoh karena tak merasa kalau ia sedang diperalat oleh Presiden. 

Sekarang timbul opini publik tentang kesejahteraan rakyat yang rendah yang menjatuhkan Presiden. Dengan adanya Putri (dimana kerajaan harus disokong oleh dana yang seharusnya bisa dipaka untuk rakyat), maka ia terlepas dari kesalahan tersebut. Dan Putri menjadi  alat untuk meningkatkan opini publik tentang dirinya (dan sebaliknya menjatuhkan opini publik Putri).
Apalagi jika mereka tahu kalau panti asuhan ini adalah panti asuhan tempat ia tinggal semasa kecil dulu, maka tudingan itu tak hanya mengarah pada Lee Seol, tapi juga panti asuhan. Lee Seol tak tahu mengenai hal rumit ini.


Hae Young yang baru saja menemui kakeknya, mengungkapkan rasa frustasi pada ayahnya pada Lee Seol, “Jangan seperti ayahmu, selamanya dijadikan alat oleh orang lain dan hanya menjadi boneka. Menyedihkan, tahu tidak sih?”

Lee Seol merasa kata-kata Hae Young keterlaluan. Tapi Hae Young tak peduli. Karena yang baru saja ia lakukan juga sudah keterlaluan, diluar akal sehatnya sendiri.

Lee Seol tercengang menyadari implikasi tindakan yang baru saja ia lakukan, namun tak bisa berkata apa-apa. Bahkan ia tak berani mengetuk pintu kamar Hae Young. Karena dia, Hae Young kehilangan warisannya. Karena dia pula, besar kemungkinan jabatan diplomatpun akan melayang. Lee Seol kembali ke kamarnya, termangu dan menangis menyesali semua kejadian ini.

 


Profesor Nam Jung Woo mendapat kabar bahwa kantong itu adalah kantong asli. Dia hanya tersenyum nanar saat menerima ucapan selamat dari rekan kerjanya.

Di dalam kamar, Hae Young tampak menimbang semua kemungkinan yang ada. Kemudian ia berjalan menuju kamar Lee Seol, tak mempedulikan Yoon Ju yang datang menanyainya.

Sesampainya di depan kamar, ia mengetuk pintu Lee Seol. Ditunggunya sampai Lee Seol membuka pintu, dan ia berkata,

 

“Aku ingin bertanya padamu, bisakah kalau kau tidak menjadi Putri? Apakah kau harus menjadi Putri? Dapatkah kalau kau tak menjadi putri, dan sebagai gantinya… hidup sebagai wanitaku (milikku)?”

 

 

 

Thank’s to:http://kutudrama.blogspot.com/2011/02/sinopsis-my-princess-episode-10.html


2 responses to “Sinopsis My Princess Episode 10

  1. fetty mengatakan:

    i like it……

  2. indah mengatakan:

    my princess is the great cinema……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: