Avrilend's Blog

FOR FUN ONLY

Sinopsis Jumong episode 68

pada 11 April 2010

Di tepi sungai  Jumong  mengingat kata-kata  permaisuri.”Kau pergi untuk mewujudkan hal besar mana boleh bersedih seperti ini.kemudian kilas balik sewaktu Ia mengajak ibunnya untuk kabur dari Buyeo,Ibunya berkata ‘’Mulai saat ini lupakanlah Ibu karena ibu  hanya akan menjadi beban Buatmu karena apapun yang kau lakukan hatimu pasti takkan tenang,Segala kenangan tentang Buyeo,Ibu dan Baginda harus Kau lupakan dan tetapkan hatimu untuk Impian besarmu.Semua itu barulah namanya berbakti pada Ibu’’.Jumong sangat-sangat bersedih(tulis dobel biar pembaca rasakan jg kesedihan jumong)berusaha menahan tangisnya.dari jauh Soseono melihatnya tak tega rasanya membiarkan Jumong bersedih seperti itu.

Di  perbatasan Jolbon Mari beserta yang lainya mencari Mayat Yesoya dan Yuri.mereka menyisir hutan perlahan lahan.Bubunno datang dan mengatakan mereka sudah menyisir hutan tapi tidak menemukan mayat mereka.Chansoo mengatakan langit sudah gelap sebaiknya kita kembali tapi Ohyi mengatakan kita tidak boleh menyerah.Mari berkata ini juga memberikan kita harapan bahwa mereka masih hidup tapi mencari seperti ini bukanlah cara yang tepat.Ohyi mengatakan jika terjadi sesuatu selama perjalanan Yesoya ke Gyeru pasti ada mayatnya,kita harus menemukan mayatnya.Heopbo setuju dengan ohyi dan berkata jika kita menyerah begitu saja maka mayat mereka akan menjadi santapan binatang buas,setidaknya kita bisa menemukan mayatnya dan memakamkannya dengan layak.

Hingga malam mereka terus mencari mereka membagi dua kelompok.kemudian bertemu.Mari bertanya pada  Jaesa Cs,bagaimana apakah sudah menemukan mereka.Jaesa Cuma menggeleng dan memberikan sepatu sutera dan mengatakan Ia menemukan ini di sekitar sungai Fei-liu.Mohguk menjelaskan itu adalah sepatu yang dipakai oleh bangsawan-bangsawan Buyeo dan itu pasti sepatu tuan muda Yuri.mereka semua saling pandang.

Moogul mengatakan sungai Fei-liu sangat besar,mereka pasti tidak akan menemukan mayat Yesoya dan yuri.Mohguk berkata  sungai besar seperti itu pasti sulit mencari mayat mereka.Ohyi marah besar dan menancapkan pedangnya ke tanah dan berkata  meskipun Ia  sekarang harus menerobos Buyeo untuk membalas dendam,Ia akan melakukannya,Hyeopbo setuju untuk menyerang Buyeo sekarang juga.tapi Jaesa mengatakan mereka harus tenang di saat seperti ini.Ohyi  mengatakan BUat apa tenang Baginda menyalah gunakan  ketulusan hati tuan Jumong yang berniat membantu Buyeo malah membunuh keluarganya.

Jaesa bertanya pada Ohyi apakah Ia ingin berperang dengan Buyeo?Mari angkat bicara tidak ada yang tidak bisa.Baginda berani membunuh permaisuri Yoohwa,berarti menentang Tuan Jumong untuk berperang.Jaesa mengatakan saat ini bukan waktunya untuk emosi apalagi Buyeo dan Han telah bersekutu.Ohyi dengan marah berkata jika Jaesa takut pada Han tidak usah ikut.Mohguk mengatakan  mana boleh berkata seperti itu pada Jaesa,kau sama sekali tidak menghormati temanmu,Ohyi marah di tegur seperti itu.mereka semua sudah ingin saling tempur.

Kemudian Moogul berkata Walaupun Ia telat bergabung dengan mereka dan tidak tahu penderitaan mereka tapi yang bisa kupastikan kalau kita beginni terus Jolbon akan berada dalam bahaya,seharusnya kita bersatu mana boleh terpecah belah seperti ini.dan jika kita bermusuhan maka semangat tentara Damul akan jatuh oleh karena kelakuan kita.semuanya akhirnya sadar dan menahan emosi.Di istana penasehat Ratu berkata Ratu yang akan membiayai pemakaman permaisuri,Ratu menolak dan penasehat berkata para menteri juga menolaknya tapi Baginda bersikukuh dan tak ada yang bisa membujuknya.pelayan juga menambahkan bahwa Mawuryeon sudah di utus ke gunung Shi-zu untuk menyiapkan upacara pemakaman permaisuri.Ratu berkata gunung Shi-zu adalah tempat pemakaman  Raja dan Ratu Buyeo.apakah Baginda sungguh-sungguh ingin menempatkan permaisuri di sana,pelayan mengatakan Ia.

Ratu marah dan berkata,’’permaisuri matipun Kau masih menghinaku”.Baginda manah boleh melakukan ini kemudia Ratu keluar dari kediamanya menuju ke kediaman Baginda Raja.Di depan kamar Baginda Songju menghalangi Ratu dan berkata Baginda tidak ingin menemui siapapun.Ratu berteriak dan berkata Baginda sungguhkah Aku yang akan membiayai pemakaman Yoohwa di gunung Shi-zu,Aku sebagai Ratu isteri sah Baginda yang masih hidup mana boleh berbuat begini,Selama ini Ia memberiku penderitaan yang amat sakit tapi hatiku sudah menjadi biasa  kenapa setelah kematiannya Baginda membiarkan Ia menggantikan posisiku.Baginda kau begitu kejam kepadaku.Ratu terus berteriak memanggil Baginda sampai Ia terjatuh pingsan,Datanglah Daeso dan Yeongpo.memerintahkan prajurit membawa Ratu kembali ke kediamannya.Yeongpo  mengatakan pada Daeso mengapa membiarkan saja seperti ini kalau Daeso tidak dapat berbuat apa-apa biarlah Ia yang memaksa masuk menemui Baginda.kemudian Ia mendekati pintu kamar Baginda yang di jaga sama Songju.Yeongpo berkata jika kua tidak minggir aku akan memenggal kepalamu,Akhirnya Ia berhasil masuk dan melihat Baginda yang kayak orang tidak punya semangat hidup lagi,Ia berkata apakah ayah masih mengenalku Baginda hanya diam seribu bahasa,akhirnya Yeongpo menyerah dan keluar.

Di luar Ia di sambut Majin yang bertanya bagaimana hasilnya?Yeongpo mengatakan benar-benar Kasihan.Di kediaman Ratu,Ratu terbaring tak sadarkan diri Daeso  dan Seolrang bersamanya,Seolrang mengatakan  membiayai pemakaman dari seorang anak penghianat tentulah ibunnda merasa terpukul,mengapa Daeso membiarkan  ini terjadi.Daeso berkata Baginda telah membunuh permaisuri  sebagai sandera itu sudah merupakan kesalahan yang fatal apalagi sekarang  rakyat buyeo tahu bahwa Baginda juga membunuh  Yesoya dan Yuri,ini semua membuat Rakyat benci pada Buyeo dan satu-satunya cara untuk melunakkan hati rakyat adalah memberikan pemakaman yang layak untuk Permaisuri.

Daeso berjanji walaupun rencananya gagal untuk membunuh Jumong tapi Ia tetap akan berusaha mencari cara untuk membunuhnya.Di Jolbon Mari bersama Jaesa tiba,Soseono menyambut mereka dan bertanya bagaimana?mereka berdua Cuma bisa tertunduk dan menggeleng,Soseono lalu menyuruh mereka cepat masuk dan melapor pada Jumong.Sayong berkata ini adalah ujian berat yang harus di lalui Tuan Jumong jika Ia tidak  mampu melewatinya maka Jolbon akan ikut lemah.

Di dalam Mari dan Jaesa melapor Bahwa Baginda ingin memakamkan permaisuri di gunung Shi-zu yang merupakan tempat pemakaman bagi Raja dan ratu Buyeo,dan semuanya di biayai oleh Ratu.Mari mengatakan Lima  hari lagi akan di adakan pemakaman yang di pimpin Baginda sendiri.kemudian Mari mengeluarkan sepatu sutera dan menyerahkan pada Jumong.Mari berkata ini mungkin sepatu tuan muda yuri yang di temukan di sekitar sungai Fei-liu.Jaesa berkata mereka telah memeriksa seluruh jalan mulai dari Buyeo perbatasan hingga Gyeru tapi tetap tidak menemukan mereka.Mari berkata Jika mereka masih hidup pasti akan kembali   datang ke Gyeru.

Jumong menjawab  tidak usah membicarakannya lagi dan meminta mereka meninggalkannya sendiri.sepeninggalan mari dan jaesa Jumong memerhatikan sepatu Yuri,memegangnya kuat-kuat  kemudian menangis.(di eps ini Jumong banyak menitikkan air mata).

Ohyi datang memenuhi panggilan Jumong.Ohyi bertanya ada apa,Jumong meminta Ohyi menemaninya ke gunung Shi-zu untuk membawa jasad ibunya ke Jolbon.Ohyi mengatakan itu amat berbahaya.’’Aku tahu’’ dan jangan memberitahu siapapun kata Jumong dan meminta Ohyi bersiap-siap.Ohyi menemui Mari dan Hyeopbo.Ia mengatakan Tuan Jumong memintaku  menemaninya keluar untuk jalan –jalan.Mari mengatakan mungkin Ia ingin ke Buyeo ?Ohyi diam saja.Mari meminta Ohyi untuk menjaga Tuan JUmong dengan Baik dan selama perjalanan harus berhati-hati.Jumong dan Ohyi berangkat  sementara di gunung Shi-zu Mawuryeong sedang menyiapkan pemakaman permaisuri.

Songju membujuk Baginda untuk kembali ke tendanya untuk beristirahat karena sudah berapa hari Baginda tidak tidur,Baginda hanya berlutut di depan Jasad Permaisuri tapi Baginda menolaknya dan berkata “Ia takut untuk tidur”.Songju terus membujuknya tapi Baginda meminta membiarkannya menemani Permaisuri dan Ia menyuruh Songju  untuk menyuruh para  pasukan yang berjaga-jaga untuk bubar kemungkina Jumong akan datang,Ia tidak ingin ada pertumpahan darah,Songju mengiyakan lalu mengumpulkan para prajurit dan menyuruh mereka untuk bubar.salah satu bertanya siapa yang akan melindungi Baginda,Aku jawab Songju.

Malam telah tiba,Jumong mengawasi perkemahan Baginda dari Jauh kemudian Ia dan ohyi memakai cadar dan menyusup masuk ke perkemahan.Songju muncul,Ohyi menghunuskan pedangnya ke leher Songju.Songju berkata Baginda telah menunggumu dan Ia menyuruhku menggusir semua prajurit untuk  kedatanganmu agar tidak terjadi pertumpahan darah.Jumong membuka cadarnya(walau ditutup tetap ketahuan juga kok).Jumong masuk kedalam tenda menemui Baginda.

Baginda berkata Kau sudah datang kemudian Ia berdiri mengampiri jasad Permaisuri.Jumong mendekat dan berkata Aku datang untuk menjemput Jasad Ibuku,Mohon lepaskan Dia,Baginda meminat Biarkan Ia di sisiku kemidian Jumong berkata Baginda tidak memandang Niat baikku untuk membantu Buyeo malah sekaramg Ibu,isteriku dan anakku telah mati jika Baginda tidak membiarkanku membawa Jasad ibuku maka Jolbon dan Buyeo akan berperang.

Baginda tertawa dan berkata Kau  dan Aku salah satu harus mati.di sini ada banyak tentara Buyeo yang ingin membunuhmusetelah member penghormatan Kau pergilah,Yuri yang sejak lahir tak pernah kulihat,ibid an isterikupun telah mati mengapa aku takut untuk mati?kata Jumong.Aku harus membawa jasad ibuku,Kalau kau memaksa membawanya kau harus membunuhku dulu dengan begitu aku bisa bersamanya.apakah sungguh kau ingin mengakhiri segalanya di sini?tanya Baginda,cepatlah beri penghormatan pada ibumu kemudian pergilah.

Jumong memandang Baginda kemudian Jasad Ibunya dan berlutut member penghormatan untuk terakhir kalinya.Dua kali JUmong member penghormatan sambil menitikkan air mata dan untuk terakhir kalinya melihat jasad Ibunya kemudian memandang Baginda dengan rasa benci lalu kembali ke Jolbon.

Esonya Baginda membakar Jasad permaisuri<Ia tampak sangat terpukul sementara Jumong dalam perjalanan menuju Jolbon,Ia berhenti sebentar dan berbalik memandang gunung Shi-zu dengan penuh air mata(di sini jumong benar-benar banyak nangisnya).

Tiba di Jolbon,Hyeopbo marah besar pada Ohyi mengatakan mengapa kau ini sangat ceroboh,Ohyi mengatakan ini adalah keinginan Tuan Jumong sendiri aku bisa apa.Mari menenangkan keduanya,Soseono bertanya mana Jumong,Ohyi berkata untuk sementara Ia tinggal di perkemahan pasukan.Yeontabal mengatakan mungkin Ia merasa bersalah  dengan tinggal nyaman disini sementara ibu,isteri dan anaknya telah pergi,ini adalah cobaan yang berat buat Dia.Soseono berkata Ia ingin mengadakan upacara sembayang untuk arwah  Nyonya Yoohwa,Yesoya dan juga Yuri.kemudian Ia meminta  Mari menyampaikannya pada  So ryeong.

Malam harinya  Soseono ke perkemahan prajurit untuk menemui Jumong.Di dalam Jumong tanpak melamun.Soseono meminta untuk masuk,Jumong megisinkan.Soseono mengatakan  apapun yang kukatan saat ini mungki tidak akan  bisa menghilangkan kesedihan Jumong tapi Aku mohon  jangan lupa pada  semua rakyat Jolbon yang menaruh kepercayaan pada Jumong.JUmong berkata bagaimana Mungkin Aku bisa,Aku adalah orang yang tidak mengetai bahwa Haemuso adalah ayahku ketika Ia masih hidup ketia Ia sudah tiada baru aku tahu bahwa Ia adalah ayah kandungku kemudian aku membuat Ibu dan Isteriku meninggal.Aku yang seperti ini bagaimana Bisa memimpin Jolbon.

Soseono berkata aku dengar dari mata-mata kita katanya permaisuri memaksakan diri untuk melarikan diri hanya untuk menyampaikan bahwa Deaso hendak membunuh Jumong di saat akan bertemu dengan Baginda  sehingga mereka kehilangan nyawa apakah pengorbana mereka akan jadi sia-sia.Nyonya Yoohwa dan Yesoya serta Yuri menggorbankan nyawanya untuk melindungi Jumong dan Jolbon.aku percaya Jumong tak akan menyia-nyiakan penggorbanan mereka.kesedihan ini harus di bayar dengan kemenangan dalam peperangan .

So-ryeong sedang  mendakan upacara sembayang yang di pimpin Jumong sendiri untuk ketenangan arwah  keluarga Jumong.tiba-tiba seekor burung terbang mendekati altar sembayang.di kakinya terdapat secarik kain,So-ryeong mendekati burung itu dan mengambil secarik kain itu kemudian memberikannya pada Jumong.Jumong membukanya dan membacanya.

Ia bersama Ohyi pergi ke atas bukit di mana Bi-Geum-Seon menunggunya.Ia berkata  Jumong telah bekerja keras menyatukan Jolbon sekarang Ia berhak menerima pusaka kedua yaitu Baju Zirah(yg di kenakan raja korea rek untuk berperang)dan buku rahasia tentang pasukan besi Jaeson tua lalu Ohyi bertanya  bagaimana mendapatkan pusaka ketiga?Bi-Geum-Seon mengatakan setelah Jumong dapat memecahkan rahasia pasukan besi barulah mencarinya sendiri.

Di Jolbon Jumong memperlihatkan pada mereka semua  tentang Baju zirah,Mopolmo bertanya apakah benar ini baju yang di pakai para pemimpin Jaeson tua.Jumong mengiyakan.Mopolmo mengatakan meskipun ini baju besi tapi tidak berat jika bisa mengenakan baju ini pasti bisa menghancurkan musuh.Sayong berkata baju besinya Cuma satu bagaimana bisa membentuk pasukan kemudian Jumong memperlihatkan sebuah buku yang berisikan rahasia pasukan besu.Soseono membacaya tapi Ia tidak mengerti tulisannya dan berkata ini kode dan memberikannya pada Mopolmo yang lebih ahli.

Di Buyeo baginda hanya minum dan mabuk-mabukan.Daeso mencemaskannya dan meminta Songju untuk terus mengawasi Baginda dan bertanya pada Songju waktu di gunung Shi-zu  apakah Jumong datang.Songju terdiam dan Daeso berkata keliahatanya  Ia datang.penasehat Ratu berkata itu adalah kesempatan untuk membunuhnya mengapa membiarkannya pergi.Songju mengatakan Aku tidak bisa berkata apa-apa lalu pergi meninggalkan mereka.Penasehat berkata setiap ada kesempatan untuk membunuh Jumong  selalu Baginda menyia-nyiakannya.Naro setuju.kemudian penasehat berkata lagi mana bisa membiarkan Baginda  yang menjadi seperti orang gila gara-gara wanita mengatur pemerintahan.asalkan Daeso mau untuk menggunakan kesempatan ini Ia akan membicarakannya dengan menteri yang lain.

Kemudian Daeso mengadakan rapat dan berkata sekarang situasi di Buyeo sedang kacau dan meminta jenderal hekuchi  untuk memperketat penjagaan.penasehat Ratu berkata yang lebih penting sekarang adalah bagaimana membuat rakyat Buyeo bersimpati lagi pada kerajaan,setelah kematian permaisuri rakyat antipasti pada raja.dan menurutnya sekarang Raja tidak dapat menjalankan pemerintahan lebih baik mengangkat putra Mahkota.tetapi menteri Budeukbul berkata tidak bisa.Baginda pernah membiarkan Daeso mengurus Negara tapi hasilnya malah membuat Buyeo di ambang kehancuran.

Jika benar-benar Daeso meginginkan Tahta seharusnya Ia membantu Baginda di saat situasi seperti ini tampa ada ambisi apapun.Daeso berkata apakah menteri tidak percaya padanya.menteri Budeukbul berkata seharusnya Daeso bisa membantu Baginda agar kelak bisa menjadi putra mahkota yang baik jika melawan keinginan rakyat meskipun berkuasa tapi apalah gunanya jika tidak ada dukungan dari rakyat.Daeso setuju akan perkataan Budeukbul.di tempat yang sama Majin datang melapor pada Yeongpo bahwa saat ini para menteri sedang mengadakan rapat untuk menggusulkan Daeso yang akan menjalankan pemerintahan.Yeongpo ragu-ragu lanjut Majin tapi Budeukbul menolaknya  tapi pasti Daeso akan mengusulkannya kembali dan jika ia yang memegang pemerintahan.Daeso tidak akan melepaskan Yeongpo.Majin menyarankan agar pangeran bergegas ke Hyeonto menemui menteri Hwang.

Hekuchi berkata pada menteri Budeukbul  belakangan  ini kelakuan Daeso amat mencurigakan jika Baginda tidak segerah pulih entah apa yang akan Ia lakukan.kemudian Budeukbul dan Hekuchi melihat  seorang prajurit di seret oleh teman mereka.prajurit yang di seret tadi di bawah ke hadapan Songju di sana ternyata sudah ada seorang.salah satu prajurit kepercayaan Songju mmerekalah yang melapor gerak gerik baginda pada Daeso,Songju menarik pedang untuk membunuh mereka tiba-tiba Budeukbul datang dan berteriak tahan ada apa ini?Songju menjawab mereka adalah orang yang di suruh Daeso untuk melapor padanya tentang segala hal yang menyangkut Baginda.Budeukbul marah dan menyuruh Songju untuk menghukum mereka dengan  berat.

Iklan

2 responses to “Sinopsis Jumong episode 68

  1. antony berkata:

    jadi menitikkan air mata….tp hati panass….kira2 jumong balas dendam ga ya?…

    • avrilend berkata:

      Tidak karena Geumwa adalah orang yang membesarkan Jumong.baca aja terus kelanjutannya dan pasti tau perkembangan hub antara Jumong ama Baginda.dan makasih atas komentarnya.^_^……………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: